By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Di Tengah Ledakan Kasus Covid-19, Warga Sangatta Pilih Tetap Berburu Takjil
News

Di Tengah Ledakan Kasus Covid-19, Warga Sangatta Pilih Tetap Berburu Takjil

akurasi 2019
Last updated: April 28, 2020 8:39 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
sangatta
SHARE
sangatta
Lokasi penjualan takjil di sepanjang Jalan Diponegoro di padati pengunjung hingga jalan terlihat macet. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Ramadan tahun ini sangat berbeda di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Jika pada Ramadan sebelumnya, aktivitas berjalan normal, namun tidak berlaku untuk kali ini. Umat muslim harus melalui Ramadan di tengah pandemi virus corona baru atau Covid-19.

baca juga: 4 Warga Kutim Klaster Gowa Positif Covid-19, Satu Pasien Berusia 16 Tahun

Ditambah pemberlakuan social distancing atau physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19. Warga diminta tetap di rumah, tidak berkerumun dan menjaga jarak. Namun, fakta di lapangan berkata lain.

Masih banyak warga yang berkerumun, terutama jelang berbuka puasa. Pantauan media ini di sepanjang Jalan Diponegoro, Sangatta Utara, hampir semua tempat penjual takjil masih dipadati warga. Protokol kesehatan pun terlupa. Ada yang tidak memakai masker serta lupa menjaga jarak.

Devi (27), salah satu pembeli mengaku tidak terlalu khawatir. Baginya, kegiatan berburu takjil jelang berbuka puasa sudah menjadi suatu keharusan. “Kan kita belinya enggak sampai satu jam. Paling 5 menit. Langsung pulang,” katanya kepada Akurasi.id, Selasa (28/4/20).

Sementara itu, Irwan, salah satu penjual mengaku terpaksa berjualan. Sebab, pemasukannya dari berjualan mainan anak-anak merosot drastis. Tak lain karena saat ini seluruh sekolah di Kutim diliburkan sebagai dampak Covid-19.

“Mau gimana lagi. Saya biasanya dagang mainan di sekolah, tapi sekarang kan pada libur. Enggak ada pemasukan dari situ jadi mau enggak mau beralih dagang takjilan begini. Takut tertular sih takut tapi anak istri gimana di rumah,” curhatnya.

Perihal hal itu, Bupati Kutim Ismunandar sudah mengeluarkan surat imbauan agar para pedagang berjualan di rumah masing-masing, tidak berjualan di atas trotoar atau fasilitas umum serta memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 dengan memanfaatkan berjualan via online.

Namun faktanya di lapangan masih banyak pedagang yang tidak mengindahkan imbauan tersebut. “Apabila ditemukan di lapangan ternyata terdapat penjual dan pembeli tidak menjaga jarak, tidak menggunakan masker, maka aparat pemerintah wajib menindaknya,” imbuhnya.

Meski demikian, ia tak menyangkal masih banyak warga yang belum sadar akan bahaya Covid-19. Bahkan, jika berada di kerumunan hanya dalam 1 menit, potensi tertular Covid-19 juga besar.

“Hari ini kita lebih kasihan lagi kalau warga tertular (saat berkerumun membeli takjil). Kami harap mereka semua sadar menghadapi situasi ekstra ordinary saat ini,” tuturnya.

Senada, Dandim 0909 Sangatta, Letkol CZI Pabate mengatakan, permasalahan pemutusan rantai Covid 19 ini harus diselesaikan dengan kerja sama semua pihak. Lantaran Tim Gugus Tugas Covid 19 tak akan pernah mampu bila bekerja sendiri, untuk itu perlu dukungan masyarakat.

“Kalau memang itu tidak sesuai dengan physical distancing jelas kita akan kasih imbau secara persuasif, kasih edukasi semuanya biar sama-sama physical distancing,” kata Pabate. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:berburu takjilCovid-19Warga Kutim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

PN sangatta
News

Imbas Corona, PN Sangatta Pilih Sidangkan Online 40 Perkara Pidana

By
akurasi 2019
Gempa M 6,5 Guncang Sumenep, BMKG Catat 4 Gempa Susulan: 22 Rumah Rusak, 3 Orang Luka
PeristiwaTrending

Gempa M 6,5 Guncang Sumenep, BMKG Catat 4 Gempa Susulan: 22 Rumah Rusak, 3 Orang Luka

By
Wili Wili
Terobos Penjagaan, Pengidap Skizofrenia Ancam Ledakan Bom di Polres Tarakan
Hukum & KriminalNews

Terobos Penjagaan, Pengidap Skizofrenia Ancam Ledakan Bom di Polres Tarakan

By
Devi Nila Sari
Pernyataan Kuasa Hukum Ungkap Tekanan Psikologis Sandra Dewi Akibat TPPU Suami
Hukum & KriminalSelebritisTrending

Pernyataan Kuasa Hukum Ungkap Tekanan Psikologis Sandra Dewi Akibat TPPU Suami

By
Yori Akurasi
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?