By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Sudirman Said Mengungkapkan Potensi Pembentukan Koalisi Besar dalam Pemerintahan
HeadlineTrending

Sudirman Said Mengungkapkan Potensi Pembentukan Koalisi Besar dalam Pemerintahan

akurasi 2019
Last updated: Maret 4, 2024 3:31 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Sudirman Said Mengungkapkan Potensi Pembentukan Koalisi Besar dalam Pemerintahan
Sudirman Said Mengungkapkan Potensi Pembentukan Koalisi Besar dalam Pemerintahan
SHARE

Akurasi, Nasional. Jakarta, 4 Maret 2024. Sudirman Said, salah satu tokoh politik dan Co-Captain Timnas Anies-Muhaimin (AMIN), telah mengungkapkan bahwa ia mendengar adanya wacana pembentukan koalisi besar yang akan melibatkan hampir semua partai politik dalam jangka panjang. Ungkapan ini disampaikan dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Desantara Foundation di Bilangan Blok M, Jakarta Selatan, pada Sabtu (2/3).

Dalam pernyataannya, Sudirman menyebutkan bahwa ia telah mendengar “bisik-bisik” mengenai rencana untuk memasukkan semua partai politik ke dalam satu koalisi besar yang permanen, dengan hanya satu atau dua partai yang ditinggalkan di luar koalisi tersebut. Meskipun demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci siapa yang berencana untuk melaksanakan langkah tersebut.

Pernyataan Sudirman ini mencuat dalam konteks dinamika politik pasca-Pemilu 2024, di mana hasil pemilihan umum telah menimbulkan berbagai spekulasi mengenai pembentukan pemerintahan yang baru. Dalam suasana politik yang belum menentu, upaya untuk membentuk koalisi besar menjadi sorotan utama, karena hal ini berpotensi mengubah lanskap politik nasional secara signifikan.

Menanggapi wacana tersebut, Sudirman mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak negatif yang mungkin ditimbulkannya terhadap demokrasi Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga pluralitas politik dan memastikan bahwa setiap partai politik memiliki peran yang seimbang dalam sistem politik negara.

“Jangan heran kalau aparat keamanan tidak netral, jangan heran kalau KPU-nya tidak netral, jangan heran kalau Bawaslu-nya tidak berfungsi, jangan heran kalau MK-nya nanti berpihak pada satu paslon,” ucap Sudirman, menyoroti potensi penurunan netralitas lembaga-lembaga terkait dalam menghadapi proses politik yang kompleks.

Sudirman juga menilai bahwa pembentukan koalisi besar dalam pemerintahan dapat menjadi penyebab terjadinya ketidakseimbangan kekuasaan di antara partai politik. Ia mengingatkan bahwa keberadaan oposisi yang kuat merupakan salah satu pilar penting dalam sistem demokrasi, yang dapat berperan sebagai kontrol terhadap pemerintah dan menjaga keseimbangan kekuasaan.

“Satu, dua pindah barangkali oke. Tapi kalau niatnya mengkooptasi hampir seluruh partai kemudian menjadi kekuatan besar, apalagi dengan niat-niat buruk, itu menurut saya bukan hal yang baik,” tegas Sudirman.

Sudirman juga menyampaikan keprihatinannya bahwa upaya tersebut dapat memperburuk kondisi politik dan sosial Indonesia. Ia menegaskan bahwa solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa haruslah dicari melalui dialog, konsensus, dan kompromi yang melibatkan semua pihak yang terlibat dalam proses politik.

Dalam perkembangan politik selanjutnya, peran dan respons partai politik terhadap wacana pembentukan koalisi besar akan menjadi perhatian utama. Apakah partai-partai politik akan bersikap kooperatif atau menentang upaya tersebut, hal ini akan mempengaruhi arah dan stabilitas politik negara dalam waktu yang akan datang.

Sementara itu, masyarakat sipil dan pengamat politik juga diharapkan untuk terus mengawasi dan mengkritisi proses politik yang berlangsung, guna memastikan bahwa kepentingan masyarakat diprioritaskan dalam setiap keputusan yang diambil oleh para pemimpin dan partai politik.(*)

Editor: Ani

TAGGED:Koalisipemerintahansudirman said
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

12 KBRI Kosong Tanpa Dubes, Menlu Akui Penunjukan Terkendala dan Janji Segera Dikirim ke DPR
HeadlineKabar Politik

12 KBRI Kosong Tanpa Dubes, Menlu Akui Penunjukan Terkendala dan Janji Segera Dikirim ke DPR

By
Wili Wili
rekan seperjalanan
Trending

Pasien Positif Corona Kelima di Bontang Ternyata Masih Rekan Seperjalanan dengan BTG4

By
akurasi 2019
Mandjha Ivan Gunawan Resmi Hadir di Kediri, Rilis Koleksi Eksklusif 'Kingdom of Love'
SelebritisTrending

Mandjha Ivan Gunawan Resmi Hadir di Kediri, Rilis Koleksi Eksklusif ‘Kingdom of Love’

By
Wili Wili
SEA Games 2025: Edgar Xavier Marvelo Sumbang Emas ke-32 Indonesia dari Cabang Olahraga Wushu
OlahragaTrending

SEA Games 2025: Edgar Xavier Marvelo Sumbang Emas ke-32 Indonesia dari Cabang Olahraga Wushu

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?