By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Demi Tambang, Sangasanga Dibiarkan Amblas
Covered StoryHukum & Kriminal

Demi Tambang, Sangasanga Dibiarkan Amblas

akurasi 2019
Last updated: Februari 4, 2019 12:13 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Demi Tambang, Sangasanga Dibiarkan Amblas
SHARE

Demi Tambang, Sangasanga Dibiarkan Amblas

Akurasi.id – Sebelum terjadinya longsor di Jalan Kawasan, RT 09, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (29/11) lalu, masyarakat setempat telah mengingatkan pemerintah daerah agar mengambil tindakan. Sayangnya, permintaan warga tak digubris dengan cepat.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Komunikasi Pembangunan Masyarakat Sangasanga Peduli Lingkungan (FKP-MSPL), Harun. Pihaknya pernah meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar meninjau aktivitas PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN).

Tak mendapat jawaban dari pemerintah, beberapa kali warga mengelar aksi unjuk rasa. Protes itu tak membuahkan hasil yang berarti. Setelah musibah tiba, barulah pemerintah daerah dan wakil rakyat angkat bicara.

Aksi protes diadakan karena warga sudah memprediksi akan terjadi longsor apabila pemerintah tidak mengambil tindakan penanggulangan dini. Secara berturut-turut, aksi berlangsung sejak 24 Agustus lalu.

“Kami menyampaikan surat penolakan secara administrasi kepada semua instansi terkait untuk mengkaji ulang kegiatan pertambangan PT ABN. Tapi tidak pernah direspons,” kata dia, Senin (3/12) lalu.

Pihaknya menyesalkan pernyataan Camat Sangasanga, Gunawan, yang mengaku tidak mengetahui kegiatan PT ABM. Sebagai pejabat, Gunawan dianggapnya telah berbohong.

Menurutnya, ia bersama para pegiat lingkungan di Sangasanga telah menyampaikan duduk permasalahan tersebut. Dia memiliki surat sebagai bukti penyampaian aspirasi itu.

Langkah antisipatif warga bukan tanpa dasar. Merujuk pada Undang-undang (UU) nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba), kegiatan PT ABN dinilai melanggar aturan. Pasalnya dalam aturan itu, jarak pertambangan dengan pemukiman warga harus di atas 500 meter. Faktanya, radius aktivitas pertambangan berada di bawah jarak tersebut.
Demi Tambang, Sangasanga Dibiarkan Amblas

Bantah Pernyataan Gubernur Kaltim

Adi Prayitno, seorang warga Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, menyampaikan penilaian serupa. Pegiat lingkungan ini menyebut, lokasi tambang milik PT ABN berada di radius 125 meter dari pemukiman penduduk.

Dia membantah pernyataan Gubernur Kaltim Isran Noor yang menyebut longsor itu bukan disebabkan aktivitas tambang milik PT ABN. Gubernur dinilai tidak akurat memberikan keterangan terkait radius di atas 200 meter.

“Kami punya data yang valid. Kami mengambil titik koordinat dari jalan raya ke pinggir tambang. Hasilnya hanya 125 meter. Dari pagar seng (pembatas lokasi tambang) ke pinggir jalan besar itu hanya 120 meter. Jarak dari pagar seng tambang hanya 5 meter,” sebutnya.

Pengkajian dan analisis radius tambang milik PT ABN dilakukan sebelum terjadinya longsor. Pada Februari 2018 lalu, pegiat lingkungan telah berinisiatif melakukan pengukuran jarak pemukiman dan lokasi tambang tersebut.

“Eksplorasi pertambangan PT ABN sudah dilakukan sejak tahun 2006. Mulai produksi tahun 2008. Di kawasan terjadinya longsor, baru ditambang pada Februari 2018. Di daerah sekitar pertambangan PT ABN ada sekitar 10 sumur minyak milik PT Pertamina yang sudah tidak aktif,” bebernya.

Sumber Air Menipis

Kegiatan pertambangan yang dilakukan PT ABN di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kukar, rupanya berdampak pada menipisnya sumber mata air di daerah tersebut. Tak hanya itu, banjir yang tak pernah singgah di kawasan tersebut, sudah mulai terjadi di Kelurahan Jawa.

Adi Prayitno mengaku, sejak PT ABN beroperasi, beberapa titik mata air sudah menghilang. Padahal hampir semua titik di Kelurahan Jawa selalu berlimpah mata air.

“Mata air yang dekat dengan pemukiman warga sudah kering dan tersedot ke lokasi pertambangan. Sumur bor atau tanam, enggak ada lagi yang bisa diambil airnya,” tutur dia.

Sejak kampung itu berdiri puluhan tahun silam, tidak pernah terjadi longsor. Begitupun dengan banjir. Kedua fenomena alam itu baru terjadi setelah penggalian emas hitam.

“Sejak nenek moyang kami tinggal di sini, tidak pernah ada yang namanya tanah longsor. Selama ini kampung kami aman. Setelah pertambangan masuk, longsor terjadi,” katanya. (*)

Penulis: Ufqil Mubin
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:LingkunganLongsor sangasangaTambang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kapolda Jatim Teddy Minahasa Dikabarkan Ditangkap Karena Narkoba, Mabes Polri: Nanti Akan Ada Rilis
HeadlineHukum & KriminalNewsTrending

Kapolda Jatim Teddy Minahasa Dikabarkan Ditangkap Karena Narkoba, Mabes Polri: Nanti Akan Ada Rilis

By
Devi Nila Sari
Peliknya Kehidupan Pulau Gusung: Layanan Kesehatan Minim dan Pulau Terancam Tenggelam (4-habis)
Covered Story

Peliknya Kehidupan Pulau Gusung: Layanan Kesehatan Minim dan Pulau Terancam Tenggelam (4-habis)

By
Redaksi Akurasi.id
Mengungkap Dampaknya: Polusi Udara Akut Jakarta dan Akibat-akibatnya
Headline

Mengungkap Dampaknya: Polusi Udara Akut Jakarta dan Akibat-akibatnya

By
akurasi 2019
35 Ojol Samarinda Ditipu, Jadi Korban Orderan Fiktif Mengaku Polisi
Hukum & KriminalNews

35 Ojol Samarinda Ditipu, Jadi Korban Orderan Fiktif Mengaku Polisi

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?