By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Defisit APBN 2025 Melebar Jadi 2,92% PDB, Menkeu Purbaya: Ini Strategi Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh
HeadlineKabar Politik

Defisit APBN 2025 Melebar Jadi 2,92% PDB, Menkeu Purbaya: Ini Strategi Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh

Wili Wili
Last updated: Januari 8, 2026 5:13 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Defisit APBN 2025 Melebar Jadi 2,92% PDB, Menkeu Purbaya: Ini Strategi Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh
Defisit APBN 2025 Melebar Jadi 2,92% PDB, Menkeu Purbaya: Ini Strategi Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh. Foto: ANTARA.
SHARE

Akurasi.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencapai Rp 695,1 triliun atau setara 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini melebar dibanding rencana awal sebesar 2,53 persen PDB, namun masih berada di bawah batas aman 3 persen PDB sesuai Undang-Undang Keuangan Negara.

Contents
  • Pendapatan dan Belanja Negara 2025
  • Defisit 2025 Lebih Tinggi dari 2024

Purbaya menegaskan, pelebaran defisit tersebut merupakan bagian dari kebijakan countercyclical pemerintah untuk menjaga ekonomi nasional tetap berekspansi di tengah tekanan global yang tinggi.

“Defisitnya naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen. Ini misi untuk menjaga ekonomi tetap bisa berekspansi. Sebetulnya kalau mau dibuat nol defisit juga bisa, tinggal potong anggaran, tapi ekonomi bisa morat-marit,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Meski defisit meningkat, Purbaya memastikan pengelolaan fiskal tetap dilakukan secara hati-hati. Ia menyebut, menjaga defisit di bawah 3 persen merupakan standar disiplin fiskal yang ketat, sekaligus upaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan APBN.

“Ini kepiawaian Kementerian Keuangan untuk memastikan ekonomi tumbuh tanpa mengorbankan kehati-hatian fiskal. Walaupun defisit melebar, tetap kita jaga di bawah 3 persen,” katanya.

Pendapatan dan Belanja Negara 2025

Defisit APBN terjadi karena belanja negara lebih besar dibanding pendapatan negara. Sepanjang 2025, pendapatan negara tercatat Rp 2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN. Pendapatan tersebut berasal dari:

  • Penerimaan pajak: Rp 1.917,6 triliun

  • Kepabeanan dan cukai: Rp 300,3 triliun

  • Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Rp 534,1 triliun

  • Penerimaan hibah: Rp 4,3 triliun

Sementara itu, belanja negara terealisasi sebesar Rp 3.451,4 triliun atau sekitar 95 persen dari pagu APBN. Belanja tersebut terdiri atas:

  • Belanja pemerintah pusat: Rp 2.602,3 triliun

  • Transfer ke daerah: Rp 849 triliun

Menurut Purbaya, belanja negara sengaja tidak dipangkas secara agresif karena berperan sebagai stimulus saat ekonomi mengalami perlambatan.

“Kita tahu saat ekonomi sedang turun, pemerintah harus memberi stimulus. Ini wujud komitmen agar ekonomi tetap tumbuh berkesinambungan tanpa membahayakan APBN,” ujarnya.

Defisit 2025 Lebih Tinggi dari 2024

Purbaya juga menyampaikan, defisit APBN per Desember 2025 tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan defisit 2024 yang sebesar 2,3 persen PDB. Selain itu, keseimbangan primer pada 2025 juga masih mencatat defisit sebesar Rp 180,7 triliun.

Meski demikian, Purbaya optimistis kondisi fiskal akan membaik pada 2026 seiring penguatan fondasi ekonomi nasional.

“Saya yakin 2026 dengan fondasi ekonomi yang membaik dan momentum pertumbuhan ke depan, defisit bisa ditekan, dengan dampak ekonomi ke masyarakat yang lebih besar. Tahun ini kita asumsikan ekonomi tumbuh 5,4 persen, dan kita dorong lebih tinggi lagi,” pungkasnya.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:APBN 2025APBN KiTAcountercyclical policyDefisit Anggarandefisit APBNEkonomi Indonesiakebijakan fiskal.Menteri KeuanganPDB IndonesiaPurbaya Yudhi Sadewa
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemerintah Wajibkan Pengusaha Bikin Minyak Goreng Curah untuk Stabilkan Harga
EkonomiHeadline

Pemerintah Wajibkan Pengusaha Bikin Minyak Goreng Curah untuk Stabilkan Harga

By
akurasi 2019
Dipaksa Masuk Kamar, Anak 13 Tahun di Bontang Menjadi Korban Rudapaksa
HeadlineHukum & KriminalNews

Dipaksa Masuk Kamar, Anak 13 Tahun di Bontang Menjadi Korban Rudapaksa

By
Devi Nila Sari
Joko Widodo Jelaskan Alasan Gibran Rakabuming Raka Absen di Pelantikan Menteri Prabowo Subianto
HeadlineKabar Politik

Joko Widodo Jelaskan Alasan Gibran Rakabuming Raka Absen di Pelantikan Menteri Prabowo Subianto

By
Wili Wili
AI dan Kemanusiaan: Menjelajahi Potensi Risiko dan Manfaat dari Teknologi Baru Ini
HeadlineRagamTrending

AI dan Kemanusiaan: Menjelajahi Potensi Risiko dan Manfaat dari Teknologi Baru Ini

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?