By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Debat Ketiga Pilpres 2024: Pertukaran Tajam dan Poin Kunci Kebijakan
HeadlineTrending

Debat Ketiga Pilpres 2024: Pertukaran Tajam dan Poin Kunci Kebijakan

akurasi 2019
Last updated: Januari 8, 2024 12:17 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Debat Ketiga Pilpres 2024: Pertukaran Tajam dan Poin Kunci Kebijakan
Debat Ketiga Pilpres 2024: Pertukaran Tajam dan Poin Kunci Kebijakan. (Foto: Ist.)
SHARE

Akurasi, Nasional. Jakarta, 8 Januari 2024. Debat presiden ketiga untuk Pemilihan Presiden 2024 digelar pada 7 Januari 2024 di Istora Senayan, Jakarta. Kandidat-kandidat, Anies Baswedan (Calon 1), Ganjar Pranowo (Calon 3), dan Prabowo Subianto (Calon 2), terlibat dalam pertukaran gagasan yang sengit, mengungkapkan diskusi yang mencakup aspek personal dan kebijakan.

Salah satu momen mencolok terjadi ketika Anies Baswedan mengkritik anggaran pertahanan yang dialokasikan untuk Kementerian Pertahanan di bawah Prabowo Subianto. Anies menyoroti penggunaan anggaran tersebut untuk membeli alutsista bekas dari negara lain, menyatakan bahwa hal tersebut tidak produktif.

Prabowo langsung membalas, menyatakan bahwa Anies tidak memahami tentang pertahanan. Ia mengatakan bahwa banyak negara juga membeli pesawat bekas, bahkan pada zaman Soekarno, pesawat tempur yang digunakan adalah barang bekas yang masih layak pakai dan berusia muda.

Dalam menjawab, Prabowo melontarkan ungkapan baru yang ramai diperbincangkan di media sosial, yaitu ‘omon-omon’, yang merupakan plesetan dari ‘omong-omong’. Dalam konteks ini, Prabowo meminta Anies agar tidak hanya berbicara tanpa tindakan.

“Kalau bener masuk akal saya setuju, kalau omon omon ya kumaha?” ujarnya dalam debat capres ketiga di Istora Senayan.

Netizen pun langsung merespons dengan membahas topik ‘omon’, membuat kata tersebut masuk dalam trending topic di media sosial.

Selain itu, debat ketiga juga mencuatkan tudingan dari Anies Baswedan terkait proyek food estate di bawah Kementerian Pertahanan era Prabowo Subianto. Anies menuduh adanya permainan orang dalam dalam proyek tersebut, termasuk dalam pengadaan alutsista dan pengelolaan food estate Kemenhan.

Prabowo menegaskan bahwa tudingan Anies adalah keliru dan menyatakan kesiapannya untuk membuka-bukaan terkait proyek food estate, PT Teknologi Militer Indonesia, dan isu-isu lainnya. Namun, Anies menilai Prabowo tidak serius memperhatikan kesejahteraan prajurit TNI, khususnya terkait tunjangan kinerja (tukin) yang hanya 80 persen.

Selain pertukaran kritik antara Prabowo dan Anies, penampilan Ganjar Pranowo juga menjadi sorotan. Budiman Sudjatmiko dari Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran menyebut bahwa Ganjar mencoba mengkritik namun tidak memahami isu-isu pertahanan yang sensitif.

Debat ketiga ini mengusung tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik. Terlepas dari ketegangan dan perbedaan pandangan, debat ini memberikan gambaran yang jelas tentang pemikiran dan visi ketiga calon presiden dalam menghadapi tantangan ke depan. Debat ini menjadi puncak dari serangkaian diskusi yang membantu pemilih dalam menentukan pilihan mereka pada hari pemilihan presiden.(*)

Editor: Ani

TAGGED:AniesdebatganjarPrabowo
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Puing Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan di Kepulauan Seribu
Trending

Puing Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan di Kepulauan Seribu

By
Devi Nila Sari
Gunung Lewotobi Meletus, BNPB Angkat Bicara
HeadlineTrending

Gunung Lewotobi Meletus, BNPB Angkat Bicara

By
akurasi 2019
cabor porkab
Trending

Transparansi Porkab Dipertanyakan, Telan Anggaran Rp5 Miliar, Hanya Libatkan Delapan Cabor?

By
akurasi 2019
Jonatan Christie Tersingkir di Babak 16 Besar China Masters 2025 Usai Kalah dari Lin Chun-yi
OlahragaTrending

Jonatan Christie Tersingkir di Babak 16 Besar China Masters 2025 Usai Kalah dari Lin Chun-yi

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?