By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Dalami Dugaan Kematian, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Telusuri Musabab Menghilangnya Yusuf di PAUD
Hukum & KriminalNews

Dalami Dugaan Kematian, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Telusuri Musabab Menghilangnya Yusuf di PAUD

akurasi 2019
Last updated: Februari 19, 2020 11:08 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
anjing pelacak
Tappy, anjing pelacak dari unit K-9 Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur saat mengendus bau di sekitar PAUD Jannatul Athfaal Jalan Wahab Syaharie, Samarinda, Selasa (18/2/20). (Muhammad Upi/Akurasi.id)
SHARE
anjing pelacak
Tappy, anjing pelacak dari unit K-9 Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur saat mengendus bau di sekitar PAUD Jannatul Athfaal Jalan Wahab Syaharie, Samarinda, Selasa (18/2/20). (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Rangkaian penyidikan polisi untuk mengungkap tabir kematian Ahmad Yusuf Ghazali (4) terus bergulir. Setelah pada Selasa (18/2/2020) pagi tadi polisi melakukan proses autopsi, kemudian pada sore harinya, Korps Bhayangkara ini kembali melaksanakan kegiatan dengan menurunkan anjing pelacak, K-9 Polda Kaltim di PAUD Jannatul Athfaal, Jalan AW Sjahranie,  Samarinda Ulu.

baca juga: Breaking News: Polisi Ambil Dua Tulang Sampel Jenazah Yusuf untuk Ungkap Penyebab Kematian

Anjing jenis German Sheperd bernama Tappy dengan pelatihnya Briptu Kornelius, melakukan penelusuran ulang terkait jejak terakhir Yusuf sebelum dinyatakan menghilang misterius di PAUD tersebut. Untuk memudahkan pelacakan, Bambang Sulistyo selaku ayah mendiang Yusuf membawa sejumlah barang yang kerap digunakan sang buah hati. Mulai dari jaket, sepatu, dan bantal Yusuf.

Awalnya, pelacakan dimulai di depan halaman PAUD. Usai mencium barang mendiang Yusuf, anjing pelacak ini mulai mengendus. Anjing itu segera berjalan ke luar PAUD. Di dekat persimpangan jalan, Tappy terlihat berputar-putar sebelum berjalan ke arah parit. Titik ini memang menjadi lokasi Yusuf diduga terjatuh. Selebihnya, Tappy hanya mengendus ke dalam drainase yang terhubung dengan sisi jalan raya.

Bahkan untuk benar-benar memastikannya, polisi melakukan adegan ini hingga dua kali. Tanpa diarahkan, Tappy terus mengendus ke arah parit sejauh kurang lebih 500 meter hingga keluar Jalan AW Syahranie.

Jika dugaan kematian Yusuf menguat kepada indikasi penculikan, kata Kornelius, maka anjing terlatih milik kepolisian ini akan menjurus ke arah jalan umun. Sedangkan kenyataannya, Tappy justru terus mengarah ke saluran drainase. Untuk tingkat keakuratan penciuman Tappy, Kornelius meyakini penciuman anjing peliharaannya ini sudah terbukti dalam beberapa kasus.

“Selalu akurat ketika kami menangani kasus pencurian hingga orang hilang,” tegasnya.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Muhammad Aldy Harjasatya menambahkan kalau dugaan Yusuf terjatuh ke parit dan meninggal karena terseret arus air, semakin menguat.

“Anjing menunjukkan arah ke parit, bukan ke jalan raya (Jalan AW Syahranie),” ungkapnya.

Dari laporan pawang anjing, jelas Aldi, kemungkinan Yusuf menghilang karena diculik kurang kuat. Jika demikian yang terjadi, anjing akan menuju jalan raya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Bukti  ini kami tambahkan dalam berkas. Analisis K-9 akan dibuatkan Berita Acara Pelacakan,” tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, Yusuf menghilang secara misterius di PAUD Jannatul Athfaal saat dititip oleh kedua orangtuanya, Jumat (22/11/19) lalu, kemudian berselang 16 hari, tepat pada Minggu (8/12/19) Yusuf ditemukan tewas tanpa kepala dan hilang beberapa organ tubuh di lokasi terpisah dalam parit sejauh empat kilometer dari PAUD.

Dari serangkaian proses penyidikan yang terus dilakukan polisi. Korps Bhayangkara ini sementara menarik kesimpulan kalau balita malang ini hanyut terseret arus banjir. Akan tetapi, dugaan itu masih bersifat sementara lantaran aparat kepolisian sampai terus melanjutkan perkembangan kasus ini. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Bocah Tanpa KepalaMisteri Yusuf
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Viral Video Perempuan Bersuami Dua di Cianjur Diusir Warga, Begini Kronologinya
HeadlinePeristiwa

Viral Video Perempuan Bersuami Dua di Cianjur Diusir Warga, Begini Kronologinya

By
akurasi 2019
KPK Periksa Khofifah dan Kusnadi Terkait Korupsi Dana Hibah Jatim, 21 Tersangka Sudah Ditetapkan
PeristiwaTrending

KPK Periksa Khofifah dan Kusnadi Terkait Korupsi Dana Hibah Jatim, 21 Tersangka Sudah Ditetapkan

By
Wili Wili
Nekat Berbuat Asusila, Petinju Ini Terancam Mendekap di Hotel Prodeo
Hukum & KriminalTrending

Nekat Berbuat Asusila, Petinju Ini Terancam Mendekap di Hotel Prodeo

By
akurasi 2019
pilkada ismu
Kabar PolitikNews

Ogah Bahas Pilkada, Ismu Fokus Tangani Covid-19

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?