By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Bontang PPKM Level 3 Belum Jadi Garansi PTM Dibuka, Asa Anak Dalam Belajar Kian Meredup
Trending

Bontang PPKM Level 3 Belum Jadi Garansi PTM Dibuka, Asa Anak Dalam Belajar Kian Meredup

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 4, 2021 12:51 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
6 Min Read
Bontang PPKM Level 3 Belum Jadi Garansi PTM Dibuka, Asa Anak Dalam Belajar Kian Meredup
Ruhsanul Aliq hanya bisa melakukan pembelajaran daring lantaran pemerintah belum juga memberikan izin sekolah untuk melaksanakan PTM. (Fajri/Akurasi.id)
SHARE
Bontang PPKM Level 3 Belum Jadi Garansi PTM Dibuka, Asa Anak Dalam Belajar Kian Meredup
Ruhsanul Aliq hanya bisa melakukan pembelajaran daring lantaran pemerintah belum juga memberikan izin sekolah untuk melaksanakan PTM. (Fajri/Akurasi.id)

Bontang PPKM Level 3 Belum Jadi Garansi PTM Dibuka, Asa Anak Dalam Belajar Kian Meredup. Dalam perkara ini, Wali Kota Bontang Basri Rase tidak ingin berspekulasi dengan keadaan. Lantaran kasus terkonfirmasi positif masih mengkhawatirkan.

Akurasi.id, Bontang – Juli berganti Agustus. Pandemi seolah tiada berkesudahan. Mereda iya. Namun menghilang, tampaknya masih sukar dikatakan. Mimpi setiap anak dan guru menghelat pembelajaran tatap muka (PTM) sejak Juni-Juli lalu, masih sekadar angan. Mimpi yang tiada kunjung mengurai.

Hantaman gelombang kedua pandemi di Juni-Juli memudarkan harapan itu. Asa yang sempat menyala dalam diri setiap anak untuk bisa belajar bersama di sekolah memudar. PTM dalam skala terbatas sedianya sudah diutak-atik demi memenuhi syarat protokol kesehatan. Demi memastikan setiap anak dan guru terhindar dari wabah Covid-19. Tak terkecuali bagi setiap sekolah yang ada di Kota Bontang.

Kini harapan itu kembali muncul. Per tanggal 9 Agustus 2021, Bontang yang semula ada dalam zona merah Covid-19. Atau berstatus PPKM Level 4, kini perlahan keluar dari kawasan itu. Oleh pemerintah pusat, daerah yang dikenal dengan Kota Taman ini, ditetapkan hanya berada dalam PPKM Level 3. Angka Covid-19 yang turun signifikan jadi pertimbangan.

Embusan angin segar itu tentunya menyejukan semua pihak. Dunia pendidikan tak terkecuali. Di balik pandemi yang mereda, asa setiap anak, guru, dan orang tua untuk kembali melaksanakan PTM begitu besar. Pembelajaran online atau daring, selain dinilai tak maksimal, pun mulai kian menjenuhkan.

Hilangnya ruang interaksi dan komunikasi jadi alasan setiap anak merasa kian jenuh dengan sistem belajar via zoom atau google meet. Disusul rutinitas guru menutup pertemuan di layar gadget atau laptop dengan deretan tugas tambahan, yang harus dikerjakan sesuai waktu yang ditetapkan guru. Hal yang oleh para guru pun belum mendapatkan formula.

[irp]

Keluhan Anak yang Kian Jenuh dengan Belajar Daring

Ruhsanul Aliq (10), salah satu siswa kelas 3 SD di Kota Bontang, pada malam hari rajin mengecek telepon genggamnya untuk mendapat kabar di grup percakapan yang dibuat guru maupun Google Classroom. Dari situlah informasi diberikan guru apakah akan bertatap muka secara daring atau hanya diberi materi presentasi power point (PPT).

Rutinitas pagi dimulai Ruhsanul Aliq pukul 06.00 Wita, lalu dia bersiap membuka telepon genggamnya sesuai jadwal mata pelajaran pada pukul 07.30 Wita. Guru hadir di layar gadget sekitar 30 menit, memaparkan materi dalam bentuk PPT atau bersama mengerjakan soal. Kadang gangguan belajar datang karena sinyal yang tidak jelas. Kadang, ketika hendak bertanya lebih lanjut, waktu habis.

“Tiap hari ada tiga sampai empat mata pelajaran. Guru ya begitu saja, kasih penjelasan, lalu memberi tugas. Tidak ada hari tanpa tugas. Makin malas saya dengan PJJ (pembelajaran jarak jauh),” keluh bocah yang akrab disapa Aliq, Rabu (11/8/2021).

Kata Aliq, sebenarnya dia merasa tidak suka dengan sistem PJJ sekarang. “Soalnya dengan sistem belajar PJJ, saya jadi susah mengerti materi, susah untuk berdiskusi. Di rumah, mikirnya menyelesaikan tugas terus. Setiap mata pelajaran, semua guru ngasih tugas,” katanya.

Terkadang juga, alasan dirinya tak semangat saat layar laptopnya terbuka untuk zoom atau google meet. Ketika guru mengajarkan buku teks, menyuruh siswa gantian membaca, atau mengerjakan soal bersama, lalu guru memanggil siswa untuk bergantian membacakan jawaban soal. Sesudah itu, tugas pun menanti siswa, mengerjakan lembar kerja siswa, bisa 5-10 lembar tiap pertemuan. Kadang ditambah lagi dengan pembuatan video.

[irp]

Orangtua Pun Mulai Ikut Merasakan Bosan

Tak hanya siswa, orangtua pun merasakan emosi negatif dengan PJJ yang kadang memberi siswa banyak tugas. Seperti halnya ibu dari Aliq, Darmawati (45) setiap harinya dia harus bergelut dengan rasa malas anak bungsunya itu. Dia mengaku kesulitan setiap harinya harus memaksa anaknya untuk bangun mengikuti pembelajaran.

“Tiap hari harus ribut sama anak soal sekolah online. Bukan masuk pelajarannya, yang ada anak semakin tidak bersemangat,” kata Darmawati.

Dulu, saat proses pembelajaran masih berjalan offline. Anaknya itu cukup bersemangat. Setiap pagi selalu bangun dengan sendirinya. Bukan hanya itu, bertemu dengan teman-teman kelas dan belanja di kantin sekolah menjadi salah satu motivasi semangat anaknya menuju sekolah.

Kini, sang anak setiap harinya dihantui dengan tugas-tugas yang menumpuk. Belum habis satu, satu lagi yang datang. Darmawati juga cukup kesal dengan keadaan itu. “Terkadang saya kesal, karena saya juga harus bantu anak saya buat tugas sekolahnya. Belum lagi kerjaan rumah tangga lain masih banyak,” tukasnya.

[irp]

Walau PPKM Level 3, Bontang Belum Izinkan PTM Sekolah

Bulan Juni lalu, para pelajar sebenarnya menghirup nafas lega. Pasalnya, Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan segera berakhir. Pembelajaran tatap muka pun akan dilangsungkan. Tapi pagebluk pandemi Covid-19 ini melonjak lagi.

Kendati demikian, kebijakan terbaru dari Pemkot Bontang menyebutkan belum ada pelonggaran untuk pembelajaran tatap muka (PTM). Walaupun Bontang sudah masuk PPKM Level 3, tingkat kasus positif harian infeksi Covid-19 masih sangat tinggi.

“Bontang masih menerapkan pembelajaran daring untuk saat ini,” ungkap Wali Kota Bontang Basri Rase kepada media, setelah menggelar rapat evaluasi PPKM lanjutan di Pendopo Wali Kota, Selasa (10/8/2021).

Sebagai informasi, Kota Bontang terhitung 10 Agustus kemarin, hingga 23 Agustus 2021 mendatang ditetapkan berada dalam PPKM Level 3. Hal itu merujuk dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 32 Tahun 2021. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Basri RaseBontang PPKMPembelajaran Tatap MukaPemkot BontangPPKM Level 3PTM Belum DibukaPTM Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Helikopter Raffi Ahmad Sempat Oleng Diterjang Cuaca Buruk di Bali, Sempat Diselimuti Kabut Tebal
SelebritisTrending

Helikopter Raffi Ahmad Sempat Oleng Diterjang Cuaca Buruk di Bali, Sempat Diselimuti Kabut Tebal

By
Wili Wili
Rafael Struick Gabung Dewa United: Jan Olde Ungkap Isi Pertemuan di Belanda
OlahragaTrending

Rafael Struick Gabung Dewa United: Jan Olde Ungkap Isi Pertemuan di Belanda

By
Wili Wili
Timnas Indonesia Siap Tempur di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Menghadapi Irak
OlahragaTrending

Timnas Indonesia Siap Tempur di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Menghadapi Irak

By
akurasi 2019
Menko Polhukam Serukan Toleransi Pasca Pembubaran Paksa Ibadah Mahasiswa di Tangsel
Covered StoryPeristiwaTrending

Menko Polhukam Serukan Toleransi Pasca Pembubaran Paksa Ibadah Mahasiswa di Tangsel

By
Yori Akurasi
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?