By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Bicara Persoalan Banjir Samarinda, Andi Harun: Tata DAS-nya dan Redesain Pemukimannya (1)
Birokrasi

Bicara Persoalan Banjir Samarinda, Andi Harun: Tata DAS-nya dan Redesain Pemukimannya (1)

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 6:19 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Banjir Samarinda
Wakil Ketua II DPRD Kaltim Andi Harun. (Muhammad Aris/Akurasi.id)
SHARE
Banjir Samarinda
Wakil Ketua II DPRD Kaltim Andi Harun. (Muhammad Aris/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Dari waktu ke waktu, membahas persoalan banjir di Kota Samarinda memang seakan tidak ada habisnya. Namun solusi nyata untuk mengurai persoalan klasik itu belum ada yang benar-benar ampun. Selain karena memang ada segudang perkara yang berselimut di dalamnya.

Persoalan tersebut juga tidak luput dari pembicaraan Wakil Ketua II DPRD Kaltim Andi Harun. Politikus Partai Gerindra itu mengakui, untuk menyelesaikan persoalan banjir di Kota Tepian –sebutan Samarinda- bukan perkara mudah.

Baca Juga: Kampanyekan Stop Kekerasan dan Eksploitasi Anak, Syafruddin Harapkan Orangtua Lebih Peka Pada Kebutuhan Anak

Selain karena memang membutuhkan dukungan pendanaan yang tidak sedikit, menyelesaikan masalah itu juga butuh satu konsep yang utuh dan keberanian dari kepala daerah, baik itu Pemerintah Samarinda maupun Pemprov Kaltim. Karena ada masalah sosial yang jadi tantangan dalam perkara itu.

Logo dprd Kaltim

Andi Harun juga menyadari, persoalan terbesar dari banjir Samarinda terletak pada Sungai Karang Mumus (SKM). Selain karena memang sudah menjadi masalah klasik, untuk menata SKM diperlukan satu langkah yang cukup holistik.

“Banjir Samarinda harus diselesaikan secara holistik. Tidak dilakukan dengan parsial. Pemerintah kota dan provinsi memang telah melakukan berbagai upaya untuk itu. Cuman memang butuh kesabaran, karena ini masalah yang sudah sangat klasik,” kata dia belum lama ini.

Dari sisi penanganan jangka pendek, Andi Harun menyebut, pemerintah tidak boleh berhenti melakukan kegiatan pengerukan SKM. Begitu juga dengan semua anak sungai SKM, misalnya Sungai Karang Asam Besar dan Kecil, Sungai Gunung Lingai, termasuk Sungai Gunung Kapur.

“Muara air dari curah hujan dan dari rumah tangga, masuk ke drainase, kemudian berujung ke sungai. Makanya, masalah utama sungai ini yang dibenahi lebih awal dulu. Program normalisasi sungai harus dipastikan tetap berlanjut,” tuturnya.

Solusi jangka menengahnya, yakni mulai menyelesaikan problem sosialnya. Sulitnya penataan SKM dan anak sungai yang lainnya, tidak luput dari persoalan pemukiman warga yang telah berdiri di atas bantaran sungai. Akibatnya, daerah aliran sungai (DAS) menjadi semakin sempit.

Warga yang bermukim di atas bantaran sungai harus mulai direlokasi. Memindahkan mereka dari bantaran SKM ke wilayah lain. Atau bisa juga dengan melakukan redesain terhadap pemukiman yang bersisian di sekitar wilayah sungai.

“Kalau misalnya dapur rumah warga selama ini berada di bagian sungai, maka kita rubah posisinya dari dapur menjadi teras. Akan menjadi house water. Karena selama ini memang ada faktor atau kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai. Dan itu yang perlu kita rubah,” imbuhnya.

Andi Harun cukup yakin, kalau redesain itu sudah dilakukan dan ditata layaknya kota maju lainnya di Indonesia bahkan luar negeri, maka pelan-pelan persoalan banjir akan bisa teratasi di Samarinda. Karena kebiasaan masyarakat membuat sampah akan semakin berkurang dan makin peduli terhadap kebersihan sungai.

“Karena sungai akan menjadi halaman rumah warga. Kalau relokasi itu membutuhkan biaya besar dan anggaran belum cukup. Ketika uang cukup tetapi problem sosial sulit diatasi, maka kita siapkan redesain terhadap model pemukiman warga di SKM,” usulnya. (*)

Penulis: Muhammad Aris
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:#DPRD KaltimBanjir Samarinda
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tanam Seribu Pohon Pepaya, Rusmadi Apresiasi Kemandirian Kampung Tangguh RT 82
Birokrasi

Tanam Seribu Pohon Pepaya, Rusmadi Apresiasi Kemandirian Kampung Tangguh RT 82

By
Devi Nila Sari
Percepat Vaksinasi Covid-19 di Masyarakat, Jahidin Imbauan Pemerintah Gencarkan Sosialisasi
Kabar Politik

Percepat Vaksinasi Covid-19 di Masyarakat, Jahidin Imbauan Pemerintah Gencarkan Sosialisasi

By
Devi Nila Sari
Program Betah Pemkot Bontang, Bapenda Turut Apresiasi
Birokrasi

Program Betah Pemkot Bontang, Bapenda Turut Apresiasi

By
Devi Nila Sari
Janji PAD Rp32 Triliun Jauh dari Harapan, Hadi Mulyadi: Itu Janji Selama 5 Tahun Jabatan
Trending

Janji PAD Rp32 Triliun Jauh dari Harapan, Hadi Mulyadi: Itu Janji Selama 5 Tahun Jabatan

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?