By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Berawal Dari Renang, Kayla Adinda Siap “Memanah” di Sea Games
CorakTrending

Berawal Dari Renang, Kayla Adinda Siap “Memanah” di Sea Games

akurasi 2019
Last updated: Februari 6, 2019 6:07 pm
By
akurasi 2019
Share
6 Min Read
Kayla Adinda Utomo (baju hijau) berfoto bersama sesamanya atlet panahan usai seleksi Sea Games tahap pertama. (dok pribadi)
SHARE
Kayla Adinda Utomo (baju hijau) berfoto bersama sesamanya atlet panahan usai seleksi Sea Games tahap pertama. (dok pribadi)

Akurasi. id, Sangatta- Seluruh masyarakat Kutai Timur (Kutim) patut berbangga memiliki atlet panahan muda sekelas Kayla Adinda Utomo. Tak hanya muda dan cantik, namun juga memiliki bakat memanah di atas rata-rata. Potensi dimaksud menjadikan Dinda sapaan akrabnya, menjadi aset berharga Kutim di cabang olahraga (cabor) panahan.

Setelah dinyatakan lolos seleksi tahap satu menuju Pelatnas Sea Games 2019 dan Olympiade 2020, Kayla Adinda Utomo (16) kini sedang bersiap-siap mengikuti seleksi tahap kedua yang rencananya digelar Maret 2019.

Dari empat atlet Kalimantan Timur (Kaltim), Dinda satu-satunya atlet Kaltim asal Kutim yang berhasil lolos tahap pertama seleksi nasional (Seleknas) yang dilaksanakan di Lapangan GA Manulang, Yonkav 7/PS, Kodam Jaya, 25-27 Januari 2019 lalu.

Dinda panggilan akrabnya berada diperingkat kedua, setelah Sri Ranti dari Jawa Barat yang berhasil duduk diperingkat pertama. Peringkat ketiga ditempati oleh Triya Risky Adriyani dari DKI, dan terakhir atlet asal Jawa Timur Yurike Nina Bonita P. Membanggakan karena Dinda disejajarkan dengan tiga nama yang merupakan atlet Pemusatan Pelatihan Nasional (Pelatnas) papan atas compound wanita Indonesia.

“Bangga dan tidak percaya Dinda bisa berlaga bersama para atlet Pelatnas. Awalnya Dinda hanya bisa lihat di televisi, hanya bisa mengikuti aktivitas mereka lewat Instagram dan sekarang bisa satu lapangan itu benar-benar seperti mimpi,” ujar Dinda dengan wajah berseri-seri saat berbagi pengalamannya kepada Akurasi.id, Rabu (6/2/19).

Sebagai penggemar Dellie Threesyadinda atlet cantik compound Indonesia, Dinda mengaku kaget saat berada ditarget yang sama dengan dara cantik asal Jawa Timur tersebut. “Walaupun Dinda anak baru yang belum berpengalaman, semua atlet Pelatnas sangat baik dan ngemong (membimbing) Dinda banget,” kata Gadis kelahiran Samarinda ini.

Namun sebelum ini, Dinda sudah sering mengharumkan nama Kutim di luar daerah. Seperti saat pertama kali meraih prestasi di Kejurprov Samarinda pada nomor Compound Pelajar 30 meter, Olympic Rounds Compound Pelajar 30 meter dan Best Score pada 2017. Tiga medali emas kala itu menjadi torehan yang sedianya mendapat acungan jempol.

Kayla Adinda Utomo atlet panahan Kutim lolos seleksi Sea Games tahap pertama. (dok pribadi)

Ingin Ikuti Sunah Nabi Muhammad

Dinda juga sukses meraih beberapa medali di kejuaraan di Kota Balikapapan. Di antaranya Balikpapan Borneo Open dengan satu medali emas di nomor Compound Umum 18 meter dan Borneo Fiesta Balikpapan yang harus puas mendapatkan dua medali perak di nomor Compound Umum 30 meter dan Olympic Rounds Umum 30 meter.

“Awalnya terjun dalam olahraga renang dan sempat menjuarai lomba renang antar daerah di Kaltim. Namun semakin hari (dewasa), karena saya ingin menjalankan sunah Rasul lainnya (memanah), maka bersama adik laki-laki saya Muhammad Dandy Caezarido Utomo, kami belajar memanah dari dasar sejak 2016,” kata Dinda menjelaskan awal dirinya mulai mengenal panahan.

Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Deddy Utomo dan Indah Winarni ini harus melalui suka duka selama menggeluti olahraga panahan. Dari merasakan tangan memar terkena tali busur (string), kulit memerah terbakar sinar matahari hingga pengalaman memecahkan kaca jendela rumah karena terbidik anak panah (arraow) yang salah sasaran.

Dinda yang lahir di Samarinda, 30 September 2002 silam, saat ini masih berstatus pelajar kelas XI di SMA 2 Sangatta. Meski disibukkan dengan kegiatan memanah, Dinda tidak melupakan tugas utamanya yakni sekolah. Manajemen membagi waktu antara sekolah dan berlatih panah mesti dijalani hingga saat ini. Namun ketika Dinda harus bertanding ke luar kota, terpaksa harus izin mengorbankan jadwal sekolahnya.

“Saya melalui orangtua selalu menjaga komunikasi yang baik dengan pihak sekolah. Bagi saya mengejar pelajaran yang tertinggal atau harus ujian seorang diri memang sangat tidak menyenangkan. Tapi membawa medali demi nama harum sekolah, klub dan Kutim adalah impian saya juga,” sebut gadis berzodiak libra tersebut dengan nada bangga.

Rela Rogoh Isi Kantong Sendiri

Perjalanan menjadi atlet panahan tak selamanya berjalan mulus. Dinda mengaku kadang juga menemui kendala. Tak jarang harus keluar modal terlebih dahulu, untuk membeli peralatan memanah. Apalagi Compound bow yang menjadi spesialisasi Dinda membutuhkan biaya dan perawatan yang tidak murah.

Harga Compound bow beserta perlengkapnnya bila ditotal bisa seharga satu unit mobil. Beruntung orang tua selalu memberikan dukungan terhadap dirinya. Walaupun biaya masih menjadi kendala utama, akan tetapi Dinda sadar jika berkeinginan kuat, terus berlatih, berdoa, dan berusaha, semua pasti terlewati. Untuk saat ini Dinda menjadi pemanah termuda dari total 40 atlet seluruh Indonesia yang ikut seleknas.

Untuk bisa melaju ketahap seleksi lanjutan, Gadis yang mendapatkan penghargaan sebagai “best archer women of the year 2018” ini berharap doa dan dukungan seluruh masyarakat. Atlet binaan Mas Archery Club Kutim berharap bisa membanggakan. Serta membawa nama Cabor Panahan Kaltim dan Kutim pada khususnya ke ajang Nasional hingga Internasional.

Tak hanya sampai di situ, demi menggapai cita-cita sebagai atlet panahan nasional, Dinda merasa harus berlatih lebih giat lagi. Bersama Mas Archery Club Kutai Timur sebagai klub yang menaunginya, Dinda menambah latihanya setiap hari. “Kalau tidak hujan Dinda latihan terus, bahkan Sabtu dan Minggu latihannya full day,” tutupnya.

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:prestasi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Simpang Al Hijrah Sering Terendam Air, DPRD Bontang Usul Normalisasi Drainase
CorakNewsRagam

Simpang Al Hijrah Sering Terendam Air, DPRD Bontang Usul Normalisasi Drainase

By
Devi Nila Sari
Tiga Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SMP di Palembang Dipulangkan, Pakar: Sesuai Prosedur Hukum
Hukum & KriminalTrending

Tiga Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SMP di Palembang Dipulangkan, Pakar: Sesuai Prosedur Hukum

By
Wili Wili
korban tabrakan beruntun
Trending

Dari Insiden Tabrakan Beruntun, 9 Orang Dipastikan Jadi Korban, Dua Orang Dinyatakan Meninggal

By
akurasi 2019
5 M
Corak

Dari Gelaran Syukuran 5M, Mahyudin dan Mahyunadi Komitmen Berjuang untuk Rakyat, Bagikan Hadiah 15 Unit Motor kepada Masyarakat

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?