By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Covered Story > Pandemi Corona Juga Mewabah ke APBD Kaltim, Siap-siap 25 Persen Anggaran Dirasionalisasi
Covered StoryTrending

Pandemi Corona Juga Mewabah ke APBD Kaltim, Siap-siap 25 Persen Anggaran Dirasionalisasi

akurasi 2019
Last updated: April 8, 2020 2:49 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
pandemi corona
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat menyampaikan kondisi Kaltim kepada pemerintah pusat dalam menangani wabah corona. (Dok Humas Pemprov Kaltim)
SHARE
pandemi corona
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat menyampaikan kondisi Kaltim kepada pemerintah pusat dalam menangani wabah corona. (Dok Humas Pemprov Kaltim)

Akurasi.id, Samarinda – Pandemi wabah virus corona atau Covid-19, seolah menjadi badai sapu jagat. Tidak hanya menebar teror bagi masyarakat. Wabah ini juga menginjeksi hingga ke keuangan pemerintah.

Sejak wabah itu diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), wabah corona telah menjelma menjadi makhluk baru yang begitu superior. Hampir seluruh sektor ekonomi dibuatnya lumpuh. Akibatnya, sektor pendapatan bagi keuangan pemerintah ikut dibuat kocar-kacir.

baca juga: Kabar Baik, Pasien Positif Corona Asal Kutim Dinyatakan Sembuh, Tidak Ada Pasien Covid-19 Baru

Akibat yang ditimbulkan kemudian, yakni anjloknya serapan pendapatan pajak. Hal itu berimbas ke keuangan di daerah. Salah satunya yakni bagi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kaltim 2020.

Impaknya kini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, mau tidak mau, dipaksa mengambil langkah efisiensi hingga rasionalisasi atas rencana belanja pembangunan yang telah disusun sebelumnya. Musababnya, dana bagi hasil (DBH) dan beberapa sumber pendapatan lain dari pemerintah pusat bakal dipangkas sekitar 25 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim M Sabani mengakui jika memang akan ada penundaan atas transfer dari pusat sebesar 25 persen. Penundaan itu pun belum dapat dipastikan hingga kapan baru akan direalisasikan.

“Akan ada penundaan transfer sekitar 25 persen dari pusat ke APBD Kaltim sampai ada recovery yang bagus,” sebut dia saat dijumpai di depan ruang kerjanya di kantor Pemprov Kaltim beberapa hari lalu.

Jika pandemi corona tidak kunjung berlalu, maka tidak menutup kemungkinan Pemprov Kaltim akan melakukan reschedule terhadap semua perencanaan program pembangunan yang sudah disusun bersama DPRD Kaltim. Sebab akan ada banyak di antara program yang telah disusun harus dievaluasi ulang.

“Semua akan dievaluasi ulang (jika pemangkasan 25 persen dari pusat dilakukan). Tetapi masalah ini nanti akan kami bahas lagi dengan semua dinas,” katanya.

Upaya efisiensi dan rasionalisasi itu sudah menjadi konsekuensi. Karena, ketika pendapatan pemerintah pusat maupun daerah turun, tidak mencapai apa yang telah ditargetkan, maka otomatis belanja juga harus dikurangi.

“Kalau untuk DAK (dana alokasi khusus) sementara dihentikan semua dulu. Karena sumber keuangan di pusat juga sedang turun,” sebutnya.

Dari semua perencanaan belanja yang akan dievaluasi ulang atau diotak-atik keuangannya, hanya sektor pendidikan dan kesehatan yang diupayakan tidak terganggu. Khususnya anggaran kesehatan, karena sifatnya urgen dalam menanggulangi wabah corona.

“Kecuali alokasi dana pendidikan dan kesehatan (diupayakan tidak akan dikurangi). Kalau untuk lelang, semua sudah kami hentikan dulu. Terus yang sudah terlanjur lelang, nanti akan kami lihat lagi mana yang mesti harus ditunda dan dibatalkan,” tuturnya.

Sudah Dibahas Bersama DPRD Kaltim

Rencana pemangkasan terhadap belanja daerah itu, diakui Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi telah didiskusikan dengan para wakil rakyat Karang Paci –sebutan DPRD Kaltim. Saat ini, pemerintah dan dewan masih merumuskan lebih lanjut kebijakan dengan adanya rencana efisiensi dan rasionalisasi APBD Kaltim hingga 25 persen.

Dalam video telekonferensinya kepada awak media yang sehari-hari meliput di Pemprov Kaltim, Senin (6/4/20) lalu, Hadi Mulyadi menerangkan, akan ada sejumlah sektor yang terkena imbas pemangkasan itu. Di antaranya belanja langsung di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) atau organisasi perangkat daerah (OPD).

“Iya, memang ada penurunan pendapatan sekitar 25 persen. Begitu juga dengan dana perimbangan, ada turun 25 persen. DBH (dana bagi hasil) juga 25 persen. Belanja langsung SKDP 25 persen,” ungkap Hadi.

Penurunan terhadap pendapatan dan belanja itu, diakui Hadi, memang menjadi pekerjaan rumah dan tantangan yang harus bisa dicarikan solusinya. Karena itu terjadi bukan karena sepenuhnya keinginan pemerintah. Melainkan sebagai imbas atas pandemi corona yang melanda Indonesia bahkan dunia.

“Dengan adanya pemangkasan atau efisiensi masing-masing 25 persen di semua sektor belanja, kita ingin agar menjadi balance,” tuturnya.

Kebijakan melakukan efisiensi dan rasionalisasi itu, tambah Hadi, juga bakal dilakukan terhadap dana perimbangan atau bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Kaltim ke pemerintah kabupaten/kota. Dan itu sudah menjadi konsekuensi yang harus dipahami bersama di tengah pandemi corona sekarang ini.

“Iya, belanja ke kabupaten/kota juga akan dikurangi sebesar 25 persen. Dan itu sudah ada MoU (memorandum of understanding) antara Pak Gubernur dengan bupati dan wali kota,” sebutnya.

Untuk teknis dari pemangkasan itu, masih akan dibahas lebih lanjut dengan DPRD Kaltim. Termasuk dengan pemerintah kabupaten/kota. Dalam waktu dekat, pemerintah juga akan segera membahas secara mendalam dengan DPRD Kaltim.

“Sekarang, (kebijakan ini akan) kami serahkan ke dewan dan pemerintah kabupaten/kota. Tinggal bagaimana teknisnya yang perlu dibicarakan lagi atas pemotongan itu,” ujarnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

TAGGED:APBD KaltimCovid-19Rasionalisasi Anggaran
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Rizky Febian dan Mahalini Jalani Ibadah Umrah Bersama, Momen Kebersamaan dengan Sahabat Jadi Sorotan
SelebritisTrending

Rizky Febian dan Mahalini Jalani Ibadah Umrah Bersama, Momen Kebersamaan dengan Sahabat Jadi Sorotan

By
Wili Wili
PPATK Temukan Kejanggalan Penerimaan Dana Kampanye: Kritik terhadap Transparansi dan Pengawasan Dana Pemilu
HeadlineTrending

PPATK Temukan Kejanggalan Penerimaan Dana Kampanye: Kritik terhadap Transparansi dan Pengawasan Dana Pemilu

By
akurasi 2019
Viral, Selebgram Anastasia Noor Diduga Alami KDRT oleh Mantan Suami di Depan Anak
Hukum & KriminalTrending

Viral, Selebgram Anastasia Noor Diduga Alami KDRT oleh Mantan Suami di Depan Anak

By
Wili Wili
Kasus Korupsi di Kementan Mengungkap Pemerasan oleh Syahrul Yasin Limpo dan Dampaknya
Covered StoryHeadlineHukum & Kriminal

Kasus Korupsi di Kementan Mengungkap Pemerasan oleh Syahrul Yasin Limpo dan Dampaknya

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?