By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Hukum & Kriminal > Bejat!! Ayah Kandung Tega Cabuli Anaknya yang Masih Berusia 13 Tahun hingga 21 Kali
Hukum & KriminalNews

Bejat!! Ayah Kandung Tega Cabuli Anaknya yang Masih Berusia 13 Tahun hingga 21 Kali

akurasi 2019
Last updated: Desember 21, 2019 5:06 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Berusia 13 Tahun
PB hanya tertunduk lemas saat diamankan di kantor polisi karena diduga mencabuli anak kandungnya. (Dok Polsekta)
SHARE
Berusia 13 Tahun
PB hanya tertunduk lemas saat diamankan di kantor polisi karena diduga mencabuli anak kandungnya. (Dok Polsekta)

Akurasi.id, Samarinda – Bejat, mungkin salah satu kata yang paling tepat menggambarkan perilaku seorang pria 54 tahun yang bermukim di kawasan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Bagaimana tidak, di usianya yang telah menginjak separuh abad itu, pria dengan tiga orang anak ini tega mengagahi buah hatinya sendiri yang masih berusia 13 tahun.

Tak hanya sekali, ia melampiaskan nafsunya kepada putri sulungnya yang berusia 13 tahun ini sampai sebanyak 21 kali. Terhitung dari Maret 2019, hingga teranyar pada 7 Desember 2019 kemarin.

Baca Juga: Efek Tenggak Alkohol, Bapak Tiga Anak Tak Sungkan Layangkan Balok ke Remaja SMA

Bahkan dalam melakukan aksinya, pria berinisial PB ini tak sungkan bila harus menggunakan cara kekerasan. Korban pun diketahui kerap dipukul menggunakan tangan kosong dan tali jemuran.

Usut punya usut, pria yang berkeseharian sebagai tukang reparasi jok kendaraan ini, mulai melancarkan aksinya sejak bercerai dengan istri pada awal 2019 silam.

Dari pernikahannya, PB diketahui memiliki tiga orang buah hati. Yang pertama korban, yang kedua masih duduk di bangku kelas 5 SD, dan si bungsu masih berusia balita. Sejak perceraiannya, sang istri dikabarkan telah menikah dengan lelaki lainnya. Sedangkan PB harus mengurus ketiga anaknya seorang diri.

Untuk membantu ayahnya, korban terpaksa harus putus sekolah dan mengambil alih peran sang ibu, untuk sekedar mengurus rumah dan kedua adiknya.

“Inilah awal mula kejadiannya. Diduga karena kesepian setelah bercerai dan si anak (korban) tinggal bersama, akhirnya terjadilah hal seperti itu,” ucap Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan.

Sementara itu, kejadian ini mulai terkuak saat korban yang tak lagi kuat menahan perlakuan ayahnya dan menceritakan semuanya kepada teman sebayanya.

Terkejut dengan perkataan korban, temannya yang juga mengenal si ibu langsung melaporkan apa yang telah didengarnya. Sang ibu pun sontak terkejut. Laporan pun langsung dibuat di kantor kepolisian.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menghimpun keterangan saksi dan korban,” imbuh Ridwan.

Selanjutnya, polisi langsung mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan visum. Hasilnya didapati, kalau pada kemaluan korban ditemukan sobekan pada semua bagiannya. “Patut diduga pernah terjadi hubungan suami istri,” jelasnya.

Dengan dua alat bukti yang kuat, polisi kemudian bergegas mendatangi PB yang bermukim tak begitu jauh dari kantor polisi untuk segera mempertanggungjawabkan perbuatannya, pada 9 Desember lalu. Tepatnya dua hari setelah laporan yang diterima polisi.

Kepada polisi, PB mengelak semua tudingan tersebut. Ia mengaku baru melakukannya sebanyak tiga kali. Itu pun tak sampai memasukkan kemaluannya pada bagian kewanitaan putri sulungnya. “Hanya menggesek gesek, tidak sampai masuk,” kata Ridwan menirukan perkataan PB.

Lebih jauh dijelaskan polisi berpangkat balok satu ini, PB kerap melakukan aksinya pagi malam dan pagi hari. Saat pagi, tepatnya setelah adik korban berangkat sekolah.

“Setelah mengantar adiknya sekolah kemudian korban mandi. Nah setelah mandi itu tersangka melakukannya,” sambungnya.

Sedangkan saat malam, PB benar-benar bertindak di luar nalar dan akal sehat. Ketika itu, korban sedang kedatangan tamu, yakni rekan sebayanya yang tengah menginap di rumah kontrakannya.

Saat korban dan rekannya tengah terlelap, PB melancarkan aksinya. Rekan korban sempat terbangun, namun karena kondisi ruangan yang begitu gelap, ia tidak bisa melihat apa-apa.

“Hanya mendengar seperti suara mendesah, tapi dia (teman korban) tidak berani berbuat apa-apa,” beber Ridwan.

MAHYUNADI

Tua-tua keladi. Makin tua makin jadi. PB yang seharusnya berperan sebagai pelindung dan tempat bernaung bagi buah hatinya, justru tega melampiaskan hawa nafsunya.

Bahkan saat dijumpai awak media PB terus berkilah. Jika sebelumnya kepada polisi ia mengaku baru tiga kali, namun di hadapan pewarta ia mengaku baru satu kali melakukan perbuatan kejinya itu. “Cuma sekali saja,” singkatnya sambil tertunduk lemas.

Meski terus mengelak tapi polisi tak ambil pusing. Karena alat bukti yang kuat. PB kini harus menghabiskan sisa usia senjanya di balik kurungan besi. Kini si ayah cabul itu harus mendekam di balik jeruji besi. PB dijerat pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat 1 dan 3 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2002 dengan ancaman 15 tahun penjara. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:Kekerasan pada anakKekerasan Seksual pada AnakKriminalPencabulan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

World App Dihentikan Sementara di Indonesia, TFH Siap Tindaklanjuti Izin dan Klarifikasi Regulasi
PeristiwaTrending

World App Dihentikan Sementara di Indonesia, TFH Siap Tindaklanjuti Izin dan Klarifikasi Regulasi

By
Wili Wili
Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan 100 Ribu Paket Sembako untuk Warga
HeadlinePeristiwa

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan 100 Ribu Paket Sembako untuk Warga

By
Wili Wili
Laju Motor Kebablasan, Kecelakaan Jalan Poros Samarinda-Tenggarong Makan Korban
News

Laju Motor Kebablasan, Kecelakaan Jalan Poros Samarinda-Tenggarong Makan Korban

By
Devi Nila Sari
Oknum Prajurit TNI Pratu TS Jadi Tersangka Pembunuhan di Tangerang Selatan, Motif Masih Misteri
Hukum & KriminalTrending

Oknum Prajurit TNI Pratu TS Jadi Tersangka Pembunuhan di Tangerang Selatan, Motif Masih Misteri

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?