By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Banyak Kepala OPD “Bolos” Paripurna, Nursalam: Bagaimana Bisa Menjalankan Perda dengan Baik?
Kabar Politik

Banyak Kepala OPD “Bolos” Paripurna, Nursalam: Bagaimana Bisa Menjalankan Perda dengan Baik?

Devi Nila Sari
Last updated: April 28, 2021 7:19 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Banyak Kepala OPD “Bolos” Paripurna, Nursalam: Bagaimana Bisa Menjalankan Perda dengan Baik?
Anggota komisi ll DPRD Bontang, Nursalam. (Istimewa)
SHARE
Banyak Kepala OPD “Bolos” Paripurna, Nursalam: Bagaimana Bisa Menjalankan Perda dengan Baik?
Anggota komisi ll DPRD Bontang, Nursalam. (Istimewa)

Banyak Kepala OPD “Bolos” Paripurna, Nursalam: Bagaimana Bisa Menjalankan Perda dengan Baik? Ini disampaikan ketika Rapat Paripurna ke-6 masa sidang lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang.

Akurasi.id, Bontang – Pada pelaksanaan Rapat Paripurna ke-6 masa sidang lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang yang diselenggarakan di lantai 3 gedung sekretariat DPRD Bontang, Rabu (28/4/2021).

Di dalam rapat tersebut membahas 11 Raperda. Di antaranya enam Raperda yang berasal dari DPRD Bontang dan lima Raperda yang berasal dari Pemerintah Kota Bontang.

Adapun, 6 Raperda yang berasal dari DPRD Bontang, di antaranya, Raperda tentang anak jalanan, gelandangan dan pengemis. Selain itu, perlindungan dan pengembangan ekonomi kreatif. Rencana pembangunan industri, keolahragaan, penataan, dan pembangunan menara telekomunikasi. Kemudian penanggulangan banjir.

Sementara untuk 5 Raperda dari Pemkot Bontang, tentang cadangan pangan pemerintah daerah, pajak daerah, penyelenggara kearsipan, pengarusutamaan gender dalam pembangunan daerah. Serta pencabutan Perda nomor 3 tahun 2011 tentang organisasi dan tata kerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang.

Anggota Komisi ll DPRD Bontang, Nursalam mengeluhkan banyaknya kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang absen dalam rapat paripurna tersebut. Karena menurutnya rapat ini penting untuk membahas kemajuan kota Bontang.

“Bagaimana bisa menjalankan Perda dengan baik kalau Kepala OPD saja banyak yang tidak hadir. Agar tidak mubazir dalam membuat perda nantinya. Mungkin nanti pak Wali Kota bisa cek langsung daftar hadir yang ada saat ini,” keluh Nursalam dalam rapat.

[irp]

Tak hanya itu, Nursalam juga menyayangkan tak hadirnya Kepala OPD digantikan oleh staf biasa. Menurutnya alangkah lebih baik jika pejabat struktural yang menghadiri.

“Saya tidak tahu persis apa alasan Kepala OPD berhalangan. Setidaknya jangan staf biasa yang hadir. Ya percuma juga rasanya kalau nanti mereka tidak tahu apa isinya,” imbuhnya.

Politisi partai Golkar itu meminta kepada Wali Kota Bontang, Basri Rase agar memperhatikan masalah tersebut karena rapat paripurna kali ini berkaitan dengan kepala OPD selaku pengguna anggaran.

“Mungkin hal ini jadi catatan kita semua terlebih untuk pak Wali Kota. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali,” harapnya.

Diketahui yang menghadiri rapat kali ini yakni, Kepala OPD yang hadir terdiri dari Kepala Dinas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Kota (PUPRK).

[irp]

Selain itu ada juga Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar), Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3).

Kemudian turut hadir Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang). Selebihnya diwakili oleh perwakilan atau staf OPD Pemkot Bontang. (*)

Penulis: Rezki Jaya 

Editor: Rachman Wahid

 

TAGGED:DPRD BontangKepala OPD “Bolos” Paripurnanursalam
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemerintah Terapkan WFA Lebaran 2026, 16–17 dan 25–27 Maret, Bukan Cuti Tahunan
HeadlineKabar Politik

Pemerintah Terapkan WFA Lebaran 2026, 16–17 dan 25–27 Maret, Bukan Cuti Tahunan

By
Wili Wili
Menteri Pertanian Copot Pejabat Eselon II Terlibat Korupsi, Tekankan Pentingnya Integritas
HeadlineKabar Politik

Menteri Pertanian Copot Pejabat Eselon II Terlibat Korupsi, Tekankan Pentingnya Integritas

By
Wili Wili
Pemerintah Resmi Batasi Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
HeadlineKabar Politik

Pemerintah Resmi Batasi Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026

By
Wili Wili
5 Intisari Program Mahyunadi-Kinsu yang Wajib Dicatat Bila Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kutim
HeadlineKabar Politik

5 Intisari Program Mahyunadi dan Kinsu yang Wajib Dicatat Bila Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kutim

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?