By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Banjir Bandang Terjang Kabupaten Kupang, Satu Orang Tewas dan Enam Kecamatan Terendam
PeristiwaTrending

Banjir Bandang Terjang Kabupaten Kupang, Satu Orang Tewas dan Enam Kecamatan Terendam

Wili Wili
Last updated: Februari 1, 2025 5:12 pm
By
Wili Wili
Share
4 Min Read
Banjir Bandang Terjang Kabupaten Kupang, Satu Orang Tewas dan Enam Kecamatan Terendam
Banjir Bandang Terjang Kabupaten Kupang, Satu Orang Tewas dan Enam Kecamatan Terendam. Foto: Ist.
SHARE

Akurasi.id – Banjir bandang menerjang permukiman warga di Desa Naitae, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (31/1/2025). Akibat bencana ini, 23 rumah terendam, lima warga terseret arus, dan satu di antaranya ditemukan tewas.

Contents
  • Penyebab Banjir dan Dampaknya
  • Jembatan Termanu Putus, Empat Kecamatan Terisolasi
  • Enam Kecamatan Terdampak Banjir
  • BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga 3 Februari 2025

Kapolsek Fatuleu, Ipda David Fangidae, mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia adalah Thobias Oetemusu (72), warga RT 07, RW 04, Dusun II, Desa Naitae. “Dia ditemukan tewas sekitar 200 meter dari lokasi awal terseret arus banjir,” ujar David, Sabtu (1/2/2025).

Selain korban meninggal, empat warga lainnya yang sempat terseret banjir berhasil selamat, yakni:

  • Orpa Nenobahan (50)
  • Yahya Nenobahan (5)
  • Marta Nenobahan (65)
  • Asnad Ate Faitmoes (58)

Keempatnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.

Penyebab Banjir dan Dampaknya

Banjir bandang ini dipicu oleh hujan deras yang terjadi sejak Jumat dini hari pukul 03.00 WITA. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Siumate meluap dan merendam rumah warga. Selain itu, material banjir berupa kayu dan ranting pohon menyumbat gorong-gorong di Jembatan Siumate, membuat air meluap dan menghantam permukiman warga di sekitarnya.

Dalam kepanikan, warga berusaha menyelamatkan diri, namun banjir semakin deras dan menyeret lima orang korban bersama rumah mereka. Setelah banjir mereda, tim SAR, aparat TNI-Polri, serta warga setempat langsung melakukan pencarian dan menemukan Thobias Oetemusu dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini, jenazahnya disemayamkan di kantor Desa Naitae karena rumahnya mengalami kerusakan.

Banjir juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas umum dan lahan pertanian warga. Warga terdampak kini mengungsi ke tempat yang lebih aman, baik di rumah kerabat maupun posko darurat yang telah didirikan oleh BNPB dan pemerintah setempat. Bantuan darurat telah disalurkan ke lokasi bencana untuk membantu warga yang terkena dampak.

Jembatan Termanu Putus, Empat Kecamatan Terisolasi

Selain merendam pemukiman warga, banjir juga menyebabkan putusnya Jembatan Termanu yang menghubungkan Desa Tuakau di Fatuleu Barat dan Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya. Bagian tengah jembatan mengalami kemiringan hingga akhirnya putus dan terbawa banjir pada Sabtu (1/2/2025). Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.

Akibat putusnya jembatan, empat kecamatan di Kabupaten Kupang mengalami isolasi, yaitu:

  1. Amfoang Barat Daya
  2. Amfoang Barat Laut
  3. Amfoang Utara
  4. Amfoang Timur (masih bisa diakses melalui Eban, Kabupaten Timor Tengah Utara)

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kupang, Smith Fanggi, menyatakan bahwa kejadian ini sudah dilaporkan kepada Dinas PUPR NTT untuk segera ditindaklanjuti.

Enam Kecamatan Terdampak Banjir

BPBD Kabupaten Kupang melaporkan bahwa enam kecamatan di wilayah tersebut terdampak banjir akibat tingginya curah hujan sejak Jumat (31/1/2025). Enam kecamatan tersebut adalah:

  1. Fatuleu Barat (Desa Naitae dan Desa Tuakau)
  2. Amfoang Barat Laut (Desa Saukibe dan Desa Honuk)
  3. Amfoang Utara (Desa Fatunaus)
  4. Sulamu (Desa Pariti)
  5. Kupang Timur (Desa Nunkurus dan Kelurahan Naibonat)
  6. Kupang Tengah (Desa Oebelo, Desa Tanah Merah, dan Desa Oelpuah)

Kecamatan Kupang Tengah menjadi lokasi terparah dengan jumlah korban terdampak mencapai 41 kepala keluarga (KK).

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga 3 Februari 2025

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait dengan cuaca ekstrem yang terjadi di NTT. Diperkirakan cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga 3 Februari 2025 dan dapat menyebabkan banjir serta longsor di berbagai daerah. BMKG juga memperingatkan dampak cuaca buruk terhadap transportasi udara, laut, dan darat di wilayah tersebut.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu mengikuti informasi terbaru terkait kondisi cuaca guna menghindari risiko yang lebih besar.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Amfoang Barat Daya terisolasibanjir bandang Kupangbanjir Fatuleu Baratbanjir NTT 2025banjir Sulamubencana alam NTTBMKG peringatan cuacacuaca ekstrem NTTjembatan putus Kupangkorban banjir Kupang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Harga Emas Hari Ini 23 November 2025: Antam dan UBS Stagnan, Galeri24 Turun
PeristiwaTrending

Harga Emas Hari Ini 23 November 2025: Antam dan UBS Stagnan, Galeri24 Turun

By
Wili Wili
Risma Hampir Pingsan saat Tinjau Longsor di Sibolangit
HeadlineTrending

Risma Hampir Pingsan saat Tinjau Longsor di Sibolangit

By
Devi Nila Sari
Kabar Baik !! Arab Saudi Buka Pintu bagi Jamaah Indonesia, Kemenag Bontang Tunggu Regulasi
Trending

Kabar Baik !! Arab Saudi Buka Pintu bagi Jamaah Indonesia, Kemenag Bontang Tunggu Regulasi

By
Devi Nila Sari
Pengurus DPK Mengaku Kaget Tiba-Tiba Ada Musda KNPI Kutim, Nyaris Tak Ada Informasi
Trending

Pengurus DPK Mengaku Kaget Tiba-Tiba Ada Musda KNPI Kutim, Nyaris Tak Ada Informasi

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?