By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Hukum & Kriminal > Dugaan Desainer Arnold Putra Terlibat Sindikat Pengiriman Organ Manusia Ilegal
HeadlineHukum & Kriminal

Dugaan Desainer Arnold Putra Terlibat Sindikat Pengiriman Organ Manusia Ilegal

akurasi 2019
Last updated: Maret 6, 2022 3:30 pm
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
Dugaan Desainer Arnold Putra Terlibat Sindikat Pengiriman Organ Manusia Ilegal
Arnold Putra masih belum mengkonfirmasi terkait kebenaran berita ini. (Suara.com)
SHARE

Desainer Arnold Putra terlibat sindikat pengiriman organ manusia ilegal. Namun berita Arnold Putra terlibat sindikat pengiriman organ manusia ilegal ini masih belum terkonfirmasi oleh yang bersangkutan.

Contents
  •  Menyeret Nama Arnold Putra
  • Belum Terkonfirmasi Secara Jelas

Akurasi.id, Jakarta – Kepolisian Federal Brazil mengungkap sindikat jual beli organ manusia. Kemasan dan pengiriman menuju Singapura. Tiga paket organ manusia tersebut berisikan tangan dan plasenta manusia.

Operasi anti perdagangan manusia terjadi pada Selasa pagi waktu setempat dengan menggerebek Universitas Negeri Amazonas di kota Manaus. Pihak berwenang menyebut terdapat sejumlah organ manusia yang merupakan pesanan dari desainer terkanal Indonesia yang menjual aksesori dan pakaian menggunakan tubuh manusia.

Mengutip dari Vice, berdasarkan pernyataan Polisi Federal Brasil, seorang profesor anatomi mengawetkan organ-organ tersebut menggunakan metode plastinasi. Metode ini menggunakan cairan dan lemak tubuh dengan bahan seperti silikon dan epoksi.

Seorang pop culture Enthusiast, Tom Fraud, menyebut dalam Twitter-nya, sindikat jual beli organ ini telah berlangsung selama dua tahun dan tidak ada pertanggungjawaban. Hingga akhirnya seorang profesor dinyatakan bersalah karena memperdagangkan organ-organ manusia kepada desainer Arnold Putra.

[irp]

 Menyeret Nama Arnold Putra

“Laboratorium anatomi universitas setempat melakukan ekstraksi cairan tubuh,” bunyi pernyataan polisi.

“Ada indikasi bahwa paket berisi tangan dan tiga plasenta asal manusia dikirim dari Manaus ke Singapura.”

Polisi Federal Brasil menduga desainer kenamaan Indonesia Arnold Putra terlibat dalam kasus ini. Pasalnya polisi menemukan bukti terdapat nama Arnold Putra yang menjadi penerima paket organ tubuh manusia tersebut.

[irp]

Belum Terkonfirmasi Secara Jelas

Namun hingga kini belum terkonfirmasi secara jelas apakah benar desainer Indonesia Arnold Putra yang menjadi pemesan dari tiga paket organ tubuh manusia tersebut.

Arnold Putra sendiri mulai dikenal pada 2020 ketika dirinya membuat tas tangan dari tulang manusia. Ia pun mengklaim secara etis dan bersumber secara medis dari Kanada.

Arnold Putra juga menimbulkan kontroversi ketika hadir di Paris Couture Fashion Week dengan mengenakan seragam organisasi masyarakat Indonesia. (*)

Sumber: Fimela.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Arnold PutraHardnewsJual Beli OrganSindikat Organ Manusia
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6% pada 2026, Kuartal IV 2025 Diprediksi Melesat
HeadlineKabar Politik

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6% pada 2026, Kuartal IV 2025 Diprediksi Melesat

By
Wili Wili
Kubu Arifin Bantah Dukung Jokowi 3 Periode: Surtawijaya Catut Nama Apdesi
HeadlineTrending

Kubu Arifin Bantah Dukung Jokowi 3 Periode: Surtawijaya Catut Nama Apdesi

By
akurasi 2019
Kesalahpahaman Bea Cukai dan SLB Selesai, Hibah Pendidikan Kini Aman
Covered StoryHeadline

Kesalahpahaman Bea Cukai dan SLB Selesai, Hibah Pendidikan Kini Aman

By
Yori Akurasi
Jokowi Temui Puan Maharani di Peluncuran Danantara: Singkat dan Hanya Saling Sapa
HeadlinePeristiwa

Jokowi Temui Puan Maharani di Peluncuran Danantara: Singkat dan Hanya Saling Sapa

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?