By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Antisipasi Penularan Flu Burung, DKP3 Bontang Wanti-Wanti Peternak Lapor Bila Ada Unggas Mati
Birokrasi

Antisipasi Penularan Flu Burung, DKP3 Bontang Wanti-Wanti Peternak Lapor Bila Ada Unggas Mati

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 6:11 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Antisipasi Penularan Flu Burung, DKP3 Bontang Wanti-Wanti Peternak Lapor Bila Ada Unggas Mati
Petugas DKP3 Bontang melalui Puskeswas melakukan pemeriksaan terhadap unggas yang ada di sejumlah peternakan. (Istimewa)
SHARE

Antisipasi Penularan Flu Burung, DKP3 Bontang Wanti-Wanti Peternak Lapor Bila Ada Unggas Mati
Antisipasi penularan flu burung, Petugas DKP3 Bontang melalui Puskeswas melakukan pemeriksaan terhadap unggas yang ada di sejumlah peternakan. (Istimewa)

Antisipasi penularan flu burung, DKP3 Bontang wanti-wanti peternak lapor bila ada unggas mati. Sehingga petugas Puskeswas dapat segera melakukan pemeriksaan dan sterilisasi terhadap unggas maupun tempat di mana unggas itu dipelihara. Dengan begitu, virus itu tidak menyebar luas.

Akurasi.id, Bontang – Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanianan (DKP3) Bontang mewanti-wanti agar para peternak segera melaporkan bila ada unggas mereka yang mati. Sehingga deteksi dini terhadap penyebaran virus flu burung dapat dilakukan dengan cepat. Apalagi virus flu burung ini dapat menular pada manusia.

Baca juga: Ratusan Unggas Terjangkit Flu Burung di Bontang, DKP3 Melalui Puskeswan Lakukan Sterilisasi

Hal itu menyusul ditemukannya ratusan unggas milik sejumlah peternak ayam yang mati setelah terserang flu burung. Sebagai upaya antisipasi, DP3K Bontang bahkan telah melaksanakan pemeriksaan dan strelisasi sejumlah kandang unggas melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kesehatan Hewan DKP3 Bontang, Riyono mengatakan, saat ini diperkirakan masih banyak masyarakat yang memiliki unggas dan mati secara mendadak, namun tidak melaporkan kepada pihaknya.

“Diperkirakan masih ada terdapat kematian mendadak yang terjadi pada unggas milik warga, namun enggan melaporkan,” ucap Riyono saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/11/2020).

Ia berharap agar warga dapat bekerja sama dalam menangani virus yang berasal dari unggas ini atau dikenali dengan istilah H5N1 tersebut. Peternak diminta rutin menjaga kebersihan kandang dan juga menjaga kesehatan unggas miliknya.

“Jangan sampai penyebaran virus ini semakin meluas, untuk itu perlu kepedulian masyarakat dalam melaporkan, dan menjaga kebersihan kandang, apalagi saat ini virus tersebut belum ada vaksinnya,” jelasnya.

Dia mengaku, saat ini pihaknya pun telah berupaya keras dalam mengantisipasi penyebaran melalui sterilisasi dan pemeriksaan unggas yang berada di sekitar lokasi. “Kami juga melakukan sterilisasi dan pemeriksaan kepada hewan-hewan yang berada di sekitar lokasi penemuan virus ini,” katanya.

Sebagai upaya pencegahan atas virus itu, Riyono mencoba berbagi tips. Pertama, masyarakat harus selalu menjaga kebersihan tangan. Bagi peternak, rutin menjaga kebersihan kandang jika memelihara unggas.

“Kedua, memastikan untuk mengonsumsi daging atau telur unggas yang telah dimasak dengan baik, dan tidak mengonsumsi unggas liar hasil buruan. Pasalnya, belum terjamin kesehatannya,” jelasnya.

Ketiga, sebaiknya membeli daging unggas yang sudah dipotong di swalayan atau pasar tradisional yang kebersihannya terjaga dengan baik. Daging siap makan akan meminimalisir risiko terkena flu burung, karena tidak perlu repot-repot memotong, mencabuti bulu, atau membersihkan isi perut unggas.

“Keempat, sebisa mungkin, sebaiknya hindari lapak unggas hidup di pasar yang kurang menerapkan kebersihan dengan baik. Menggunakan masker dan sarung tangan ketika berdekatan dengan unggas, termasuk tempat pemeliharaanya,” paparnya.

Keenam, sebaiknya jarak antara tempat pemeliharaan unggas dengan pemukiman, minimal 25 meter. Mencuci tangga atau lebih baik mandi, setelah berdekatan atau memegang unggas. Serta jangan menyentuh secara langsung unggas yang sudah mati, kotoran maupun jeroannya.

“Terakhir, jika membeli daging ayam, sebaiknya tanpa jeroan dan bagian sayap. Pada saat memasak daging ayam atau telurnya, hendaknya dipastikan panas api mencapai lebih dari 70 derajat celsius,” sarannya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Antisipasi Penularan Flu BurungBahaya Flu BurungDKP3 Bontangkota BontangLapor Bila Unggas MatiRatusan Unggas MatiWanti-Wanti Peternak
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kerja Sama dengan Perusahaan, DPK Bontang Memberikan Pelayanan Aman untuk Pemustaka
Birokrasi

Kerja Sama dengan Perusahaan, DPK Bontang Memberikan Pelayanan Aman untuk Pemustaka

By
Devi Nila Sari
NJOP Bontang Naik Diprotes, Kepala Bapenda Jelaskan Manfaatnya
Birokrasi

NJOP Bontang Naik Diprotes, Kepala Bapenda Jelaskan Manfaatnya

By
Devi Nila Sari
Hadiri Ekspo Ikan Patin, Rusmadi Ingin Kenalkan Kuliner Khas Samarinda ke Nasional
Birokrasi

Hadiri Ekspo Ikan Patin, Rusmadi Ingin Kenalkan Kuliner Khas Samarinda ke Nasional

By
Devi Nila Sari
posbindu hidup sehat
Birokrasi

Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Posbindu, Dinkes Ingatkan Pentingnya Pola Hidup Sehat

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?