By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > Angka Kemiskinan Kaltim Capai 230.270 Jiwa, Isran-Hadi Dinilai Gagal, Sutomo Jabir: Pandemi Jangan Jadi Alasan
Kabar Politik

Angka Kemiskinan Kaltim Capai 230.270 Jiwa, Isran-Hadi Dinilai Gagal, Sutomo Jabir: Pandemi Jangan Jadi Alasan

Devi Nila Sari
Last updated: April 13, 2021 10:13 am
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Angka Kemiskinan Kaltim Capai 230.270 Jiwa, Isran-Hadi Dinilai Gagal, Sutomo Jabir: Pandemi Jangan Jadi Alasan
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir menilai kinerja Pemprov Kaltim gagal menekan angka kemiskinan yang terus melonjak. (Istimewa)
SHARE
Angka Kemiskinan Kaltim Capai 230.270 Jiwa, Isran-Hadi Dinilai Gagal, Sutomo Jabir: Pandemi Jangan Jadi Alasan
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir menilai kinerja Pemprov Kaltim gagal menekan angka kemiskinan yang terus melonjak. (Istimewa)

Angka Kemiskinan Kaltim Capai 230.270 Jiwa, Isran-Hadi Dinilai Gagal, Sutomo Jabir: Pandemi Jangan Jadi Alasan. Angka kemiskinan itu melonjak bahkan sebelum ledakan kasus pandemi Covid-19. Kaltim sendiri mengalami kenaikan 6,1 persen angka kemiskinan dan itu di semester satu 2020.

Akurasi.id, Samarinda – Gempuran wabah pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak setahun silam tentu berdampak serius bagi perekonomian. Namun demikian, wabah pagebluk ini tak bisa begitu saja dijadikan dalil pembenaran ketika angka kemiskinan terus merangkak naik.

Meski Kalimantan Timur (Kaltim) telah menyandang status sebagai Ibu Kota Negara, tak membuatnya seketika terbebas dari angka kemiskinan. Bahkan ironinya, daerah berjulukan Benua Etam ini memiliki angka peningkatan kemiskinan yang tertinggi jika dibandingkan daerah lain disekitarnya seperti Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Di tahun 2019 penduduk miskin di Kaltim itu mencapai 219.920 jiwa. Kemudian di tahun 2020 meningkat jadi 230.270 jiwa. Enggak bisa kalau pemerintah bilang ini imbas dari pandemi yang melanda,” tegas anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir, Selasa (6/4/2021).

Jika lonjakan kemiskinan diakibatkan pandemi, Sutomo Jabir menekankan jika wabah tersebut pasalnya tak hanya terjadi di Kaltim. Melainkan terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. Namun, daerah lain seperti Kalsel justru angka kemiskinannya malah bisa ditekan.

“Pandemi ini terjadi di seluruh Indonesia bahkan dunia. Kalau dikatakan karena pandemi, buktinya di Kalsel mampu menangkal itu. Kalbar bisa. Kalteng juga. Jadi coba lihat datanya, Kalbar, Kalteng, Kalsel itu tidak bertambah penduduk miskinnya, malah berkurang dari sekian persen menjadi sekian persen. Tetapi Kaltim? Malah bertambah sekian banyak,” geram politikus Fraksi PKB ini.

Menurutnya, langkah kongkrit pemerintah menjadi jawaban yang belum bisa diberikan Kaltim untuk menjawab keterpurukan masyarakatnya. Seperti memanfaatkan berbagai potensi yang ada, dengan memaksimalkan berbagai macam bantuan dari pemerintah pusat untuk mengurangi angka kemiskinan.

[irp]

“Nah ironinya, kenapa saya katakan begitu imbasnya, karena kita sedang melakukan dana recofusing. Kan kita bisa lihat semua banyak yang berteriak kapan bantuan turun. Padahal ini sudah dialokasikan. Ini ibaratnya sudah sekarat, sudah mati, baru turun itu bantuan,” ketusnya.

Selain sistem anggaran recofusing, permasalahan lainnya dinilai Sutomo ada pada lambannya pengelolaan data di dalam internal pemerintah daerah. Menilik dari data yang dimiliki Sutomo, dikatakan pada bulan ketiga di tahun ini, anggaran penanggulangan dan penanganan imbas Covid-19 senilai Rp570 miliar baru terealisasi tak sampai dari Rp100 miliar saja.

“Yang mana artinya kita punya duit tapi membiarkan masyarakat kelaparan. Artinya pemerintah tidak mampu mengelola dan mengurangi penderitaan masyarakat,” tekannya.

Pemerintah Kaltim pun sejatinya harus bisa bercermin dari daerah lain, agar mampu hadir menjawab kesengsaraan masyarakat yang kian terpuruk akibat wabah pandemi. Lonjakan angka kemiskinan di Kaltim pasalnya menjadi fakta tak terelakkan yang harus membuat pemerintah berbenah diri.

Buktinya? Masih kata Sutomo, angka kemiskinan di Kaltim terus melonjak bahkan sebelum ledakan kasus pandemi Covid-19. Kaltim sendiri mengalami kenaikan 6,1 persen angka kemiskinan dan itu di semester satu 2020. Pada September 2020, semester dua, kenaikan kembali terjadi dengan presentase akhir 6,85 persen.

“Itu pertumbuhannya. Dan kenaikan angka itu sebelum ada ledakan angka pandemi. Karena ada pandemi jadi bisalah ada yang dijadikan alasan,” singgungnya.

Kehadiran pemerintah dalam bentuk nyata dirasa akan menjadi jawaban terbaik menanggulangi semua keterpurukan yang ada. Sebab pemerintah adalah harapan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan di tengah gempuran wabah pandemi Covid-19.

[irp]

“Kalau dikatakan pandemi membuat kita miskin, terus apa gunanya pemerintah? Itulah seharusnya guna pemerintah untuk memastikan semua, untuk mengatur kemudian membenahi melayani masyarakat dengan kekuatan yang kita miliki,” pungkasnya. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:#DPRD KaltimAngka Kemiskinan 230.270 JiwaAngka Kemiskinan KaltimIsran Hadi Dinilai GagalPandemi Covid-19sutomo jabir
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Bebas Impor BBM Bensin 2029, Dorong Swasembada Energi dan Pangan dari Papua
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Bebas Impor BBM Bensin 2029, Dorong Swasembada Energi dan Pangan dari Papua

By
Wili Wili
DPRD Bontang Minta Insentif Guru Swasta Segera Dicairkan, Basri Rase: Sudah Saya Minta ke Disdikbud
Kabar Politik

DPRD Bontang Minta Insentif Guru Swasta Segera Dicairkan, Basri Rase: Sudah Saya Minta ke Disdikbud

By
Devi Nila Sari
Masa Depan Parlemen Kukar di Tangan Wakil Rakyat Terpilih
Kabar Politik

Masa Depan Parlemen Kukar di Tangan Wakil Rakyat Terpilih

By
akurasi 2019
Paloh: Anies Baswedan Dominasi Elektabilitas, Jadi Tantangan Berat di Pilgub Jakarta
HeadlineKabar Politik

Paloh: Anies Baswedan Dominasi Elektabilitas, Jadi Tantangan Berat di Pilgub Jakarta

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?