By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Aliansi Pekerja Seni Kaltim Sambangi Komisi IV DPRD
Birokrasi

Aliansi Pekerja Seni Kaltim Sambangi Komisi IV DPRD

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 6:18 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Aliansi Pekerja Seni Kaltim Sambangi Komisi IV DPRD
Aliansi Pekerja Seni Kaltim minta solusi, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh turut berikan komentar. (Ist)
SHARE
Aliansi Pekerja Seni Kaltim Sambangi Komisi IV DPRD
Aliansi Pekerja Seni Kaltim minta solusi, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh turut berikan komentar. (Ist)

Aliansi Pekerja Seni Kaltim sambangi Komisi IV DPRD. Mereka meminta solusi agar tetap bisa tampil di masa pandemi Covid-19.

Akurasi.id, Samarinda – Puluhan seniman yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Seni (APS) se-Kaltim menyambangi DPRD Kaltim dan menyampaikan aspirasinya kepada Komisi IV. Pertemuan digelar pada Selasa (26/10/2020) di gedung E lantai 1 sekira pukul 15.00 Wita.

Baca juga: Proyek Bendungan Marangkayu Mangkrak Diminta Diusut, Komisi III Janji Segera Lakukan Tinjauan

Perwakilan aliansi seniman yang terdiri dari 15 orang tersebut menyampaikan keluhan. Bahwa pertunjukan atau penampilan yang biasa mereka adakan perihal seni jadi terbatas dan tidak leluasa seperti kondisi normal dahulu akibat Covid-19.

Ditemui selepas rapat, Fitri Maisyaroh anggota Komisi IV ini menjelaskan bahwa 15 orang perwakilan APS Kaltim merasa para seniman saat ini kehilangan sumber mata pencahariannya. Karena penampilan yang biasa mereka lakukan di acara-acara atau hajatan berkurang.

APS Kaltim mengatakan bahwa kondisi saat ini semakin mencekik. Sehingga mereka pun meminta adanya solusi agar mereka tetap bisa memperoleh pemasukan. Sembari menjalankan protokol kesahatan.

“Kami dari Komisi IV siap memfasilitasi mereka untuk menyampaikan ini. Sebenarnya keputusan yang mengizinkan atau tidak itu ada pada Satgas Covid-19. Termasuk juga izin keramaian di kepolisian. Kami hanya sebagai fasilitator,” ungkap Fitri.

Fitri menjelaskan bahwa sebenarnya Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim sudah menyediakan program-program bagi pekerja seni untuk menggelar penampilan secara daring. Namun, pekerja seni tetap berkeinginan untuk tampil secara langsung. Sehingga, pilihan untuk tampil secara daring tetap disampaikan oleh Dispar Kaltim, meskipun APS Kaltim tetap ingin diberikan ruang agar bisa melakukan aktivitas secara langsung.

Fitri berpendapat bahwa diadakannya suatu penampilan juga harus memerhatikan kondisi tiap daerah. Mengingat ini bergantung pada keputusan Satgas Covid-19 serta kepolisian. Terlebih lagi, jumlah kasus positif Covid-19 di daerah seluruh Kaltim berbeda-beda. Sehingga jika satu daerah kasus pandeminya tinggi, tentu akan diberlakukan pengawasan yang sangat ketat.

“Ini kembali lagi kepada kesiapan setiap pihak. Dari APS Kaltim sendiri, mereka siap untuk mengikuti aturan protokol kesehatan. Tak cukup kalau APS saja yang siap, tapi para penonton yang menyaksikan penampilan pun juga,” sambungnya.

Artinya, kata dia, bahwa semua pihak harus bersinergi dan kompak. Fitri menjelaskan bahwa kondisi saat ini menyebabkan banyaknya pertimbangan terhadap berbagai aspek dan variabel yang diperhitungkan.

Senada dengan Fitri, Sri Wahyuni selaku Kepala Dispar Kaltim yang hadir ditempat juga menyampaikan bahwa APS Kaltim ingin ruang kerja seni yang biasanya tampil dihajatan tetap diberikan. Meskipun saat ini, hampir semua kegiatan yang mengumpulkan orang banyak belum memperkenankan adanya hiburan.

“Dengan hiburan itu ada potensi, misalkan ada penonton yang berdiri atau duduk berjarak, justru menjadi berdekatan karena menikmati penampilan yang ada. Tadi sudah disampaikan oleh pimpinan rapat Komisi IV, ini masih harus dibahas oleh Satgas Covid-19,” pungkasnya. (*)

Penulis: Samuel Gading
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:#DPRD KaltimAliansi Pekerja Seni KaltimAPS KaltimKaltimKomisi IV DPRD KaltimPandemi Covid-19
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Komisi III DPRD Bontang Menggali Informasi Raperda Terkait Limbah Covid-19
Birokrasi

Komisi III DPRD Bontang Menggali Informasi Raperda Terkait Limbah Covid-19

By
Devi Nila Sari
Tidak Ingin Ada Lahan Tidur, Reza Fachlevi Dorong Pemerintah Serius Garap Pertanian Kaltim
Kabar Politik

Tidak Ingin Ada Lahan Tidur, Reza Fachlevi Dorong Pemerintah Serius Garap Pertanian Kaltim

By
Devi Nila Sari
11 mei 2020
Birokrasi

Mulai 11 Mei 2020, Pelayanan Poliklinik RSUD Taman Husada Bontang Dibuka Kembali

By
akurasi 2019
Dari Koordinasi dengan Pemprov, Bapemperda DPRD Kaltim Target Ada 15 Raperda Dibahas di 2021
BirokrasiKabar Politik

Dari Koordinasi dengan Pemprov, Bapemperda DPRD Kaltim Target Ada 15 Raperda Dibahas di 2021

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?