Sunat 110 Anak, Baznas Bontang Melaksanakan Khitanan Massal di RSAB

![]()

Akurasi.id, Bontang – “Shalatullah salamullah alla toha rasullilah … Shalattullah sallamullah alla yasin habibillah … Tawassalna bibismillah wabil hadi rasulillah … Wakulli mujahidilillah bi ahlil badri ya allah …”
Sambil menangis, lantunan Salawat Badar mengalun dari bibir Ahmad Raihan. Sesekali bocah berusia 8 tahun ini meringis menahan sakit kala dokter dan perawat mengkhitan alat kelaminnya. Ya, hari itu Raihan –sapaannya- menjadi salah satu dari 110 peserta khitanan massal yang diadakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bontang di Rumah Sakit Amalia Bontang (RSAB), kamis (19/12/19).
Baca Juga: Baznas Bontang Serahkan Bantuan dan Beasiswa Senilai Ratusan Juta
Orang tua Raihan, Rudi Rusnawan (40) dan Laila (30) menunggu dengan harap-harap cemas proses pengkhitanan anak sulungnya tersebut. Di sisi lain mereka nampak gelisah lantaran tak tega mendengar tangisan Raihan. Setelah proses khitan selesai, akhirnya Raihan dan kedua orangtuanya merasa lega. Senangnya, Raihan juga mendapatkan bingkisan dan uang saku dari Baznas Bontang.
“Terima kasih Baznas Bontang sudah memfasilitasi khitanan massal. Kegiatannya sangat bagus buat masyarakat,” ucap Laila, kepada Akurasi.id.
Khitanan massal merupakan agenda rutin tahunan yang diadakan Baznas Bontang. Tahun ini, pelaksanaannya dilaksanakan Baznas bekerjasama dengan RSAB yang dilaksanakan Kamis (19/12/19) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang yang akan dilaksanakan Sabtu (21/12/19) mendatang.

Kepala Baznas Bontang Haji Kuba Siga mengatakan kegiatan khitanan massal ini seharusnya dilaksanakan Juni lalu. Namun jadwal diubah menyesuaikan hari libur panjang anak sekolah. Terdapat 110 peserta dari 5 kelurahan yang melaksanakan khitan di RSAB. Di antaranya Kelurahan Bontang Kuala, Berebas Tengah, Berbas Pantai, Tanjung Laut, dan Tanjung Laut Indah.
“Kami membagi wilayah sesuai zona kelurahan yang dekat dengan RS Amalia,” katanya.
Kuba berharap dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat menyadari peran Baznas Bontang bagi masyarakat. dia juga berharap para muzaki semakin bersemangat berzakat. Pelaksanaan khitanan massal menjadi saah satu wujud kecil yang sudah dilaksanakan Baznas Bontang melalui zakat dari masyarakat Bontang. Rencananya, ke depan pihaknya akan membuat program besar untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di Kota Taman –sebutan Bontang-.
“Ke depan akan kami besarkan program-program yang pro kepada kaum dhuafa dan mengangkat perekonomiannya. Sehingga Insya Allah kelak mereka yang biasa menerima zakat bisa menjadi orang yang mengeluarkan zakat. Insya Allah,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, melalui zakat Baznas Bontang memberikan santunan kepada anak-anak yang mengikuti khitanan massal. Mereka masing-masing mendapat sarung, peci, kaos, dan uang saku senilai Rp 250 ribu. Bahkan RSAB juga memberi obat-obatan dan celana dalam khitan. Sehingga total yang diterima setiap anak mencapai Rp 500 ribu.
“Supaya mereka gembira setelah disunat. Dan uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan mereka,” papar Kuba.
Tahun ini merupakan pertama kalinya Baznas Bontang bekerjasama dengan RSAB. RS Amalia merupakan muzaki yang menyalurkan zakat melalui Baznas. Direktur RSAB Yuniarti Arbain menuturkan pihaknya antusias menyambut kegiatan bakti sosial tersebut. Dia juga mengapresiasi karena Baznas turut melibatkan rumah sakit swasta, terutama RSAB dalam pelaksanaan khitanan massal.
“Terima kasih Baznas Bontang. Kami senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini sehingga kami bisa melaksanakan khitan kepada 110 anak,” ungkap perempuan yang karib disapa Yuyun ini.
Dalam proses sunat massal tersebut, kata Yuyun, pihaknya menerjunkan 10 dokter dan 30 perawat RSAB. Dia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan seterusnya di tahun mendatang.
“Semoga akan banyak lagi pesertanya di tahun mendatang,” harapnya. (adv)
Penulis: Suci Surya Dewi









