By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Birokrasi > Refleksi Hari Anak Sedunia, Rusman: Kasus Kekerasan Anak Layaknya Fenomena Gunung Es (2)
Birokrasi

Refleksi Hari Anak Sedunia, Rusman: Kasus Kekerasan Anak Layaknya Fenomena Gunung Es (2)

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 6:19 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
anak
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub. (Dok Akurasi.id)
SHARE
anak
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub. (Dok Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Rentetan demi rentetan kasus kekerasan seksual maupun fisik terhadap anak dan perempuan memang menjadi pekerjaan rumah pemerintah kabupaten/kota dan Provinsi Kaltim. Berbagai rangkaian kasus kekerasan seksual terhadap anak dan remaja yang terungkap dari waktu ke waktu misalnya, dinilai hanya sedikit dari perkara itu yang diketahui dan tertangani.

Baca Juga: Refleksi Hari Anak Sedunia, Rusman: Persoalan Ekonomi Kerap Picu Kekerasan Pada Anak (1)

“Kasus seperti ini bagaikan fenomena gunung es. Di atas permukaan tampak kecil, tetapi di bawah permukaan, kasusnya sangat masif,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub, Kamis (22/11/19).Logo dprd Kaltim

Dia berpandangan, masih banyaknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kaltim dikarenakan beberapa faktor. Antara lain, masyarakat merasa terbentur dan malu dengan kebudayaan yang mereka miliki ketika harus mengungkapkan persoalan itu.

Selain itu, ada rasa keengganan dari masyarakat untuk melaporkan kasus tersebut. Namun dapat juga karena masyarakat merasa frustrasi sehingga memilih membiarkannya. Selain karena masyarakat tidak tahu harus mengadu dan menyalurkan ke mana perkara tersebut.

“Makanya, kita semua perlu sama-sama mengedukasi masyarakat agar tidak malu melaporkan ketika memang ada kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak. Apalagi itu berkaitan dengan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan,” katanya.

Persoalan lain di balik masih adanya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kaltim, lanjut Rusman, tidak lepas dari sikap pemerintah yang masih gagap mengatasi persoalan itu. Contohnya saja, pemerintah baru bergerak ketika sudah ada kasus dilaporkan.

“Kadang-kadang di dalam persoalan seperti ini, pemerintah tergopoh-gopoh. Setelah kejadian baru ribut. Kalau sudah viral baru pemerintah bergerak. Setelah itu, semuanya pada akhirnya diam juga,” ketusnya.

Bagi politikus Partai PPP ini, persoalan kekerasan hingga eksploitasi terhadap anak dan perempuan di Kaltim belum menjadi program utama yang digalakkan pemerintah. Buktinya, hampir setiap tahun, kasus serupa kerap terjadi. Utamanya terhadap kasus kekerasan seksual yang dialami para remaja perempuan.

Kata dia, semestinya Pemerintah Kaltim maupun kabupaten/kota benar-benar membangun komitmen yang kuat terhadap pentingnya perlindungan keamanan dan kenyamanan bagi setiap anak dan perempuan. Selain itu, dari program yang dijalankan pemerintah, setiap anak dan perempuan harus merasa benar-benar diperhatikan dan mendapatkan haknya.

“Saya kira, program pengentasan terhadap kasus kekerasan anak dan perempuan di Kaltim belum menjadi sebuah program yang sustainabel atau berkelanjutan. Yang benar-benar berjalan secara terus menerus,” imbuhnya. (*)

Penulis: Muhammad Aris
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:#DPRD KaltimHari Anak SeduniaKekerasan pada anakRusman Yaqub
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Wali Kota Samarinda Instruksikan OPD Bersinergi Jelang Lebaran, Fokus Antisipasi Kerumunan Masyarakat
Birokrasi

Wali Kota Samarinda Instruksikan OPD Bersinergi Jelang Lebaran, Fokus Antisipasi Kerumunan Masyarakat

By
Devi Nila Sari
Komisi III DPRD Bontang Sidak
Birokrasi

Komisi III DPRD Bontang Sidak, Jembatan dan Drainase di Gunung Telihan Jadi Sorotan

By
akurasi 2019
DPK Kedatangan Direktur Kearsipan Daerah I ANRI, Sebut Pengelolaan Arsip di Bontang Baik
Birokrasi

DPK Kedatangan Direktur Kearsipan Daerah I ANRI, Sebut Pengelolaan Arsip di Bontang Baik

By
Devi Nila Sari
belajar dirumah
Birokrasi

Belajar di Rumah, Anggota Komisi I Minta Adanya Penambahan Wireless Hotspot Wifi

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?