By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Warning!!! Kebakaran Lahan Mulai Hantui Kutim, Sangatta Masuk Daerah Paling Rawan Terbakar
News

Warning!!! Kebakaran Lahan Mulai Hantui Kutim, Sangatta Masuk Daerah Paling Rawan Terbakar

akurasi 2019
Last updated: September 18, 2019 3:01 pm
By
akurasi 2019
Share
6 Min Read
Kebakaran lahan mulai menghantui sebagian besar wilayah di Sangatta, Kutim, seiring musim kemarau berkepanjangan. (Ilustrasi)
SHARE
Kebakaran lahan mulai menghantui sebagian besar wilayah di Sangatta, Kutim, seiring musim kemarau berkepanjangan. (Ilustrasi)

Akurasi.id, Sangatta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengintai hampir semua daerah di Kaltim, tidak terkecuali di Kutai Timur (Kutim). Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah titik api dilaporkan muncul di daerah Bumi Untung Banua –sebutan Kutim. Akibatnya, kepekatan asap di daerah tersebut kian mengkhawatirkan.

Apalagi asap yang menyelimuti sejumlah daerah di Kutim dalam beberapa hari terakhir tidak hanya berasal di daerah itu saja, tetapi juga berasal dari asap kiriman daerah lainnya seperti di Berau. Ada juga yang merupakan dari asap kiriman dari Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kutim sendiri memang memiliki riwayat yang kurang baik dengan persoalan kebakaran lahan. Pada medio 2015 lalu, Kutim termasuk ke dalam kabupaten di Kaltim dengan tingkat titik api terbanyak. Asap bahkan hampir menutupi sebagian besar wilayah Sangatta dan sekitarnya kala itu.

Daerah yang memiliki luas setara Provinsi Jawa Barat (Jabar) itu, memiliki rekam jejak sebagai kawasan yang mudah terbakar. Apalagi kebanyakan lahan di daerah itu tergolong lahan gambut. Pada saat musim kemarau seperti saat ini, potensi kebakaran lahan cukup terbuka.

Sangatta Masuk Daerah Paling Rawan

Minimnya peralatan pemadam dan pelindung menjadi hambatan dalam upaya penggendalian kebakaran di Kutim (Ilustrasi)

Sebagai ibu kota Kabupaten Kutim, ternyata tidak lantas membuat Sangatta lantas terlepas dari potensi kebakaran lahan. Berdasarkan pemetaan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kutim, tercatat ada empat titik paling rawan terbakar di Sangatta, yakni daerah Kenyamukan, Jalan Poros Kilometer 1, Jalan Haji Masdar, dan kawasan Guru Besar.

“Kami berupaya mengingatkan bahaya karhutla, termasuk mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan membakar sampah, apalagi di dekat lahan terbuka. Tapi pelaku pembakaran sepertinya tak peduli,” ujar seorang petugas DPKP Kutim, Donny Malewa, Rabu (8/9/19).

Kemarau panjang seperti saat ini acap dimanfaatkan sebagian oknum masyarakat untuk membuka lahan. Padahal perbuatan jalan pintas mereka teramat membahayakan banyak orang. Tidak hanya dari sisi bahaya kebakaran, tetapi juga kesehatan masyarakat sebagai akibat asap.

“Sejauh ini, titik api terparah di Sangatta ada di daerah Kilometer 1. Di situ, kebanyakan adalah lahan gambut. Otomatis api pasti sangat susah dipadamkan,” tuturnya.

Petugas Pemadam Minim Peralatan

Minimnya peralatan yang dimiliki para petugas DPKP Kutim juga disebut-sebut menjadi batu sandungan tersendiri dalam melakukan upaya pengendalian terhadap kebakaran lahan. Donny Malewa menyebutkan, pada saat pemadaman, timnya acap kali kekurangan alat pelindung diri (APD) dan safety equipment.

Padahal kedua alat itu menjadi syarat mutlak bagi seorang petugas pemadan dalam menjinakan si jago merah. Kedua alat itu diperlukan untuk menekan bahaya dan risiko yang ditimbulkan pada saat petugas pemadam kebakaran bekerja di lapangan.

Selain itu, petugas DPKP Kutim juga banyak kekurangan peralatan keselamatan seperti baju anti panas, sepatu safety, dan masker. “Sudah lama kami mengajukan APD, tapi sampai saat ini belum ada respons, helm yang ada sekarang ini sangat kurang di setiap pos, satu pos hanya diberikan empat helm saja,” keluhnya.

“Kewajiban bagi petugas pemadam menggunakan bermacam APD seperti pelindung wajah, hood, pakaian pelindung, sarung tangan, helm safety, dan alat keselamatan lainnya. Namun keadaan tidak mendukung sehingga kami gunakan yang ada saja yang penting warga tertolong,” sambung dia.

Masalah Klasik Personel yang Minim

Personel yang terbatas di DPKP maupun BPBD juga menjadi kendala tersendiri bagi Pemerintah Kutim. (Ilustrasi)

Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) atau personel juga masih menjadi masalah klasik dalam penanggulangan bencana kebakaran. Misalnya saja, di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, dari kebutuhan 150 personel, saat ini baru terpenuhi sebanyak 76 orang.

“Untuk menangani karhutla tidak mudah. Terlebih kami banyak perempuan dan tidak bisa dimaksimalkan,” kata Kepala BPBD Kutim Syafruddin kepada Akurasi.id.

Selain SDM, jumlah unit pemadam juga nyaris sama persoalannya. Contohnya, BPBD Kutim sangat minim tangki air. Namun saat ini, peralatan itu sedang dibeli. “Semoga bisa cepat datang September ini. Karena ancaman karhutla bisa sampai Desember,” ujarnya.

Syafruddin mengimbau agar semua elemen terlibat aktif dalam upaya penanggulangan bencana kebakaran. Sesuai amanat Undang-Undang (UU) nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, penangganan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

“Pada pasal 5, pemerintah bertanggungjawab atas bencana. Kemudian pada pasal 26, masyarakat diwajibkan ikut berpartisipasi. Sementara pada pasal 28, dunia usaha dan internasional juga mengambil andil (dalam penanggulangan bencana),” jabarnya.

Dinas Pertanian (Distan) Kutin juga diharapkan menjadi ujung tombak menyosialisasikan pada petani agar dapat menjaga lahannya. Sebab setiap hari petani berkebun, sehingga mereka bisa siap siaga. Apalagi mayoritas kebakaran terjadi rata-rata sekira pukul 16.00 Wita.

“Sekecil apapun titik api sangat perlu diwaspadai. Kami sering kesulitan tidak ada air, padahal titik api besar. Inginnya semua elemen bisa bahu-membahu,” pintanya.

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:Kabur asapKebakaran LahanKebakaran Lahan Kaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jujuran
Hukum & KriminalTrending

Viral!! Gagal Menikah Karena Uang Jujuran, Pria Sebar Video Mesum ke Keluarga Calon Istri

By
akurasi 2019
Gempa Sulbar, Barsanas Balikpapan Kirim Personel
News

Gempa Sulbar, Basarnas Balikpapan Kirim Personel

By
Devi Nila Sari
Mary Jane Veloso: Kisah Perjuangan Terpidana Mati Narkoba yang Akan Pulang ke Filipina setelah Lebih dari Satu Dekade Diplomasi
PeristiwaTrending

Mary Jane Veloso: Kisah Perjuangan Terpidana Mati Narkoba yang Akan Pulang ke Filipina setelah Lebih dari Satu Dekade Diplomasi

By
Wili Wili
Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Tuntut Kenaikan Upah dan Cabut UU Cipta Kerja
PeristiwaTrending

Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Tuntut Kenaikan Upah dan Cabut UU Cipta Kerja

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?