By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Irwan: Sebaiknya Bukit Soeharto Tak Dijadikan Ibu Kota Negara
Trending

Irwan: Sebaiknya Bukit Soeharto Tak Dijadikan Ibu Kota Negara

akurasi 2019
Last updated: Juni 9, 2019 9:53 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Irwan: Sebaiknya Kutim Dijadikan Ibu Kota Negara
Irwan (istimewa)
SHARE

Irwan: Sebaiknya Kutim Dijadikan Ibu Kota Negara

Akurasi.id, Samarinda – Bukit Soeharto yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) diusulkan sebagai kandidat kuat ibu kota Indonesia. Pasalnya, wilayah tersebut memiliki lahan yang luas serta didukung infrastruktur yang memadai.

Diketahui, Bukit Soeharto adalah wilayah taman hutan raya yang menyimpan beragam sumber daya. Di wilayah tersebut terdapat beragam flora dan fauna yang dilindungi negara.

Presiden Joko Widodo pernah meninjau ketersediaan lahan dan infrastruktur di Bukit Soeharto. Mantan Wali Kota Solo itu menilai, wilayah tersebut layak dijadikan pusat pemerintahan.

Sejumlah pihak ikut berkomentar atas pendapat presiden. Kelompok yang pro berpendapat jika Kaltim dipilih sebagai ibu kota negara, maka akan mempercepat pembangunan infrastruktur daerah. Secara umum, baik pemerintah provinsi (pemprov) maupun DPRD Kaltim, sependapat dengan usulan Kaltim sebagai ibu kota negara.

Belakangan, muncul penolakan dari beragam pihak atas pilihan Bukit Soeharto sebagai ibu kota negara. Jajak pendapat yang diadakan beberapa lembaga dan media massa lokal menunjukkan, sebagian besar masyarakat Kaltim tak sependapat jika Bukit Soeharto dijadikan ibu kota.

Seturut dengan itu, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI terpilih, Irwan menyebut, Bukit Soeharto memang tidak cocok untuk dijadikan ibu kota negara. Dia beralasan, wilayah tersebut warisan masa depan yang mesti tetap dijadikan kawasan konservasi.

“Saya pikir mengonversinya menjadi wilayah ibu kota juga tidak bijak dan tidak strategis. Karena kita pahami, potensi di bawahnya terkait batu bara dan potensi di atasnya terkait konservasi,” ucapnya, Sabtu (8/6/19).

Meski begitu, politisi Partai Demokrat itu mendukung wacana pemerintah yang ingin menjadikan Kaltim sebagai ibu kota negara. Dia menyarankan Kutai Timur (Kutim) atau Kutai Barat (Kubar) sebagai wilayah yang strategis. Jika daerah ini dijadikan ibu kota negara, maka akan memberikan efek positif bagi pembangunan Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara).

“Karangan dan Sangkulirang itu cukup bagus buat pengembangan ibu kota baru. Bisa juga Barong Tongkok. Saya pikir itu sangat-sangat bagus,” imbuhnya.

Apabila Kaltim terpilih sebagai ibu kota, Pemprov Kaltim diminta menyiapkan lahan dan infrastruktur pendukung. Tak kalah penting pula kesiapan masyarakat menerima migrasi besar-besaran penduduk seiring pemindahan ibu kota.

“Jumlah pegawai yang datang itu ratusan ribu. Mereka berasal dari pegawai-pegawai departemen dan kementerian. Tentunya membutuhkan penerimaan yang baik. Jangan sampai menimbulkan ancaman-ancaman baru terkait sosial budaya, ekonomi, dan ancaman bagi masyarakat lokal,” sebutnya.

Penolakan sebagian masyarakat atas usulan Kaltim sebagai ibu kota negara perlu direspons pemerintah dengan menegaskan kepada publik bahwa pembangunan infrastruktur ibu kota tidak mengganggu lingkungan.

“Caranya jangan tempatkan ibu kota di areal-areal yang memang secara eksisting ditunjuk sebagai kawasan konservasi. Misalnya taman hutan raya, taman nasional, dan cagar alam. Masih banyak kawasan budi daya dan kawasan lain di Kaltim yang bisa dijadikan ibu kota,” sarannya.

Irwan mengaku akan membantu pemprov untuk memperjuangkan Kaltim sebagai ibu kota negara. Bersama anggota DPR RI terpilih lainnya dia akan berjuang di pusat dan mengambil langkah-langkah politik.

“Karena kalau kita telaah dan analisis manfaat serta mudaratnya, saya pikir lebih besar manfaatnya apabila ibu kota dipindah ke Kaltim,” tutupnya. (*)

Penulis: Ufqil Mubin
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:IrwanPemindahan Ibu Kota Negara
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

ODP dan PDP
Trending

Jadi Perhatian!! 2.666 Warga Kaltim Masuk ODP dan 213 PDP Corona

By
akurasi 2019
Sinergi PWI dan SMSI, Insan Pers Bontang Buka Bersama Forkopimda
Trending

Sinergi PWI dan SMSI, Insan Pers Bontang Buka Bersama Forkopimda

By
Devi Nila Sari
Balita di Sukabumi Meninggal Akibat Cacingan Akut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Maaf
PeristiwaTrending

Balita di Sukabumi Meninggal Akibat Cacingan Akut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Maaf

By
Wili Wili
Martin Berjaya di MotoGP Prancis 2024, Marquez dan Bagnaia Bersaing Ketat
OtomotifTrending

Martin Berjaya di MotoGP Prancis 2024, Marquez dan Bagnaia Bersaing Ketat

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?