PeristiwaTrending

Mensos Soroti Kasus Siswa SD di NTT Yang Mengakhiri Hidupnya Diduga Tak Mampu Beli Alat Tulis

Mensos Tekankan Pentingnya Penguatan Data dan Pendampingan Keluarga Miskin

Loading

Akurasi.id – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyoroti serius kasus meninggalnya seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial YBS di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bocah berusia 10 tahun itu diduga nekat mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pulpen seharga Rp10 ribu.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis siang (29/1/2026). YBS, yang merupakan siswa kelas IV SD, ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon cengkih dekat sebuah pondok tempat ia tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.

Menurut keterangan saksi mata, Gregorius Kodo, kondisi keluarga korban sangat memprihatinkan. YBS memilih tinggal bersama sang nenek karena keterbatasan ekonomi keluarga. Saat kejadian berlangsung, nenek korban sedang berada di rumah tetangga.

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius Kementerian Sosial (Kemensos) bersama pemerintah daerah.

Jasa SMK3 dan ISO

“Ini menjadi atensi kita bersama. Kita harus memperkuat pendampingan dan data agar tidak ada keluarga tidak mampu yang luput dari perhatian,” ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Mensos menekankan pentingnya penguatan data sosial, khususnya untuk menjangkau masyarakat kategori miskin ekstrem (desil-1) dan miskin (desil-2). Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci agar negara dapat memberikan perlindungan, rehabilitasi, serta pemberdayaan secara tepat sasaran.

“Bagaimana data ini kita perbaiki sebaik mungkin, sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga yang memang memerlukan perlindungan dan pendampingan,” tambahnya.

Diketahui, ayah YBS telah meninggal dunia sejak korban masih dalam kandungan. Ibunya yang bekerja sebagai petani dan buruh serabutan harus menafkahi lima orang anak. Sebelum kejadian, YBS sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli alat tulis, namun permintaan itu tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang ditujukan kepada ibu korban. Surat tersebut ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan kemiskinan ekstrem yang berdampak langsung pada anak-anak, sekaligus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan pendampingan bagi keluarga rentan, khususnya di daerah tertinggal.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button