By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Air Sungai Hitam dan Berbau, Diduga karena Limbah Perusahaan
Trending

Air Sungai Hitam dan Berbau, Diduga karena Limbah Perusahaan

akurasi 2019
Last updated: April 22, 2019 8:17 pm
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
Air Sungai Hitam dan Berbau, Diduga karena Limbah Perusahaan
Kondisi air sungai Kecamatan Bengalon berubah menjadi hitam dan berbau. Hal ini diduga karena tercemar limbah perusahaan. (Ella Ramlah/Akurasi.id)
SHARE
Air Sungai Hitam dan Berbau, Diduga karena Limbah Perusahaan
Kondisi air sungai Kecamatan Bengalon berubah menjadi hitam dan berbau. Hal ini diduga karena tercemar limbah perusahaan. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Air sungai di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), berubah menjadi hitam dan berbau. Perubahan bentuk air ini diduga tercemar limbah perusahaan.

Setelah banjir surut, air di sungai tersebut masih keruh dan berbau tak sedap. Kondisi demikian kerap terlihat di Sungai Bengalon. Bedanya, kali ini tidak ada ikan mati dan mengapung terbawa arus.

Rusman (37), seorang warga di RT 21 Desa Sepaso Induk, Kecamatan Bengalon, mengungkapkan, biasanya perubahan warna air disebabkan limbah perusahaan. Diduga limbah itu berasal dari perusahaan yang beraktivitas di sekitar Sungai Bengalon.

“[Air yang] keruh dan berbau seperti ini biasanya karena ada air limbah yang masuk ke sungai dan tidak akan hilang sebelum ada hujan,” ucapnya, Minggu (21/4/19).

Air Sungai Hitam dan Berbau, Diduga karena Limbah Perusahaan
Nampak air sungai bengalon warnanya hitam dan terlihat ikan-ikannya mati.(Istimewa)

Dia menyebut di hulu Sungai Bengalon, air tidak berwarna keruh kecokelatan. Air hanya berwarna kemerah-merahan. Pun demikian, tidak berbau seperti air Sungai Bengalon.

Warga lainnya, Hasman (44) berharap, pemerintah melakukan investigasi penyebab bau tidak sedap di Sungai Bengalon. Pasalnya, sungai tersebut dijadikan sumber air baku bagi PDAM. “Semoga cepat ada tindakan untuk menelusuri sumber masalah pada air di Sungai Bengalon,” pintanya.

Kata dia, biasanya satu atau dua hari paska banjir, bau air sungai sudah hilang. “Ini sudah beberapa hari. Tapi sama sekali tidak berkurang aroma menyengat air Sungai Bengalon,” jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Andi Palesangi menyatakan, pihaknya telah mengecek kondisi air sungai di Bengalon pada Senin (15/4/19). Pihaknya belum bisa menyampaikan hasilnya pada publik.

Dia juga belum dapat menerangkan penyebab puluhan ikan yang mati dan bau air di sungai tersebut. “Yang jelas kami sudah turun ke lokasi untuk mencari sampel dan mencari tahu apa penyebabnya. Nanti kalau ada hasil akan kami paparkan,” ujarnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:Limbah PerusahaanPencemaran Lingkungan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemakaman Epy Kusnandar di Jeruk Purut Dipenuhi Suasana Haru, Karina Ranau Sampaikan Pesan Perpisahan Menyentuh
SelebritisTrending

Pemakaman Epy Kusnandar di Jeruk Purut Dipenuhi Suasana Haru, Karina Ranau Sampaikan Pesan Perpisahan Menyentuh

By
Wili Wili
Netanyahu Semakin Mangkir, Perang Israel Menjadi Membabi Buta: Eskalasi Konflik di Gaza
HeadlineTrending

Netanyahu Semakin Mangkir, Perang Israel Menjadi Membabi Buta: Eskalasi Konflik di Gaza

By
akurasi 2019
Pencemaran
Trending

Sungai Perak di Kubar Diduga Tercemar Limbah Perusahaan, Puluhan Ribu Ikan Ditemukan Mati, Dua Desa Ikut Terancam

By
akurasi 2019
Momen Spesial Imlek 2026: Tina Toon Perkenalkan Anak Pertama ke Publik
SelebritisTrending

Momen Spesial Imlek 2026: Tina Toon Perkenalkan Anak Pertama ke Publik

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?