By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Presiden Prabowo Dorong Penyelesaian Damai Sengketa Laut Ambalat dengan Malaysia
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Dorong Penyelesaian Damai Sengketa Laut Ambalat dengan Malaysia

Wili Wili
Last updated: Agustus 7, 2025 3:44 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Presiden Prabowo Dorong Penyelesaian Damai Sengketa Laut Ambalat dengan Malaysia
Presiden Prabowo Dorong Penyelesaian Damai Sengketa Laut Ambalat dengan Malaysia. Foto: Sekpres.
SHARE

Akurasi.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan sengketa penyebutan wilayah maritim antara Indonesia dan Malaysia secara damai. Pernyataan ini merespons penolakan Pemerintah Malaysia terhadap penggunaan istilah “Laut Ambalat” dalam merujuk wilayah perairan yang mencakup Blok ND6 dan ND7.

Contents
  • Penolakan Malaysia terhadap Nama “Ambalat”
  • Sejarah Sengketa Ambalat

Dalam Peta Baru Malaysia tahun 1979, Kuala Lumpur hanya mengakui nama “Laut Sulawesi”, sementara Indonesia kerap menggunakan istilah “Laut Ambalat” untuk wilayah tersebut.

“Ya kita cari penyelesaian yang baik, yang damai. Ada iktikad baik dari dua pihak. Kita jangan, biasalah ada mungkin. Intinya kita mau penyelesaian yang baik,” ujar Presiden Prabowo di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung, Kamis (7/8/2025), seusai menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025.

Presiden Prabowo menekankan bahwa perbedaan persepsi antara kedua negara tidak perlu menimbulkan ketegangan. Ia menyatakan bahwa penyelesaian harus dilakukan secara kepala dingin dan melalui jalur diplomasi.

Penolakan Malaysia terhadap Nama “Ambalat”

Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato’ Seri Mohamad Hasan, menyatakan bahwa pemerintahnya menolak istilah “Ambalat” yang digunakan oleh Indonesia. Menurutnya, wilayah yang dimaksud adalah bagian dari Laut Sulawesi dan berada dalam kedaulatan Malaysia, berdasarkan hukum internasional dan diperkuat oleh putusan Mahkamah Internasional (ICJ) tahun 2002 terkait Kepulauan Sipadan dan Ligitan.

“Setiap terminologi harus mencerminkan posisi kedaulatan dan hak hukum Malaysia atas wilayah tersebut,” ujar Mohamad Hasan dalam pernyataan resmi di parlemen Malaysia.

Ia juga menambahkan bahwa segala diskusi terkait wilayah ini akan dibahas melalui mekanisme diplomatik, hukum, dan teknis dalam kerangka bilateral yang telah disepakati. Hal ini sejalan dengan komitmen Malaysia terhadap Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.

Sejarah Sengketa Ambalat

Wilayah Ambalat merupakan blok maritim kaya sumber daya yang sebelumnya disengketakan oleh kedua negara. Meski sempat memicu ketegangan, Indonesia dan Malaysia kini tengah menjajaki kerja sama ekonomi melalui mekanisme joint development atau pengelolaan bersama di kawasan tersebut.

Penyebutan istilah dalam wilayah maritim ini menjadi isu penting dalam kedaulatan nasional masing-masing negara. Namun, kedua belah pihak sepakat untuk menanganinya dengan cara yang damai dan konstruktif.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa penyelesaian masalah ini memerlukan niat baik dari kedua negara dan ia optimistis hubungan diplomatik Indonesia–Malaysia tetap berjalan harmonis.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:berita terkini PrabowoBlok ND6 ND7diplomasi Indonesia MalaysiaICJkonflik perbatasan IndonesiaLaut AmbalatLaut SulawesiMahkamah InternasionalMalaysia tolak Ambalatpenyelesaian damaiPeta Baru Malaysia 1979Prabowo Subiantosengketa Ambalatsengketa maritim Indonesia MalaysiaUNCLOS 1982
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Ali Mustofa Diciduk Tim Tabur Kejaksaan dari Pelarian Setelah Tersandung Korupsi Rp13 Miliar
HeadlineHukum & KriminalNews

Ali Mustofa Diciduk Tim Tabur Kejaksaan dari Pelarian Setelah Tersandung Korupsi Rp13 Miliar

By
Devi Nila Sari
Catat!!! Jika Jadi Bupati Kutim, Ini 3 Persoalan Pembangunan yang Mau Dituntaskan Mahyunadi
Kabar PolitikTrending

Catat!!! Jika Jadi Bupati Kutim, Ini 3 Persoalan Pembangunan yang Mau Dituntaskan Mahyunadi

By
akurasi 2019
LDII Temui Presiden Jokowi di Istana: Bukan Bahas Tambang, Diinstruksikan Segera Temui Prabowo
HeadlineKabar Politik

LDII Temui Presiden Jokowi di Istana: Bukan Bahas Tambang, Diinstruksikan Segera Temui Prabowo

By
Wili Wili
PKS, PKB, dan PDI-P Berikan Sinyal Kuat Dukung Anies pada Pilkada DKI Jakarta
HeadlineKabar Politik

PKS, PKB, dan PDI-P Berikan Sinyal Kuat Dukung Anies pada Pilkada DKI Jakarta

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?