By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Hacker PDNS Minta Maaf dan Akan Beri Kunci Dekripsi Gratis
HeadlinePeristiwa

Hacker PDNS Minta Maaf dan Akan Beri Kunci Dekripsi Gratis

akurasi 2019
Last updated: Juli 2, 2024 1:02 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Hacker PDNS Minta Maaf dan Akan Beri Kunci Dekripsi Gratis
Hacker PDNS Minta Maaf dan Akan Beri Kunci Dekripsi Gratis. Foto: Photo by Mika Baumeister on Unsplash.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya menjadi sasaran serangan ransomware oleh kelompok hacker bernama Brain Chiper Gang. Dalam pernyataan terbarunya, kelompok tersebut meminta maaf kepada masyarakat Indonesia dan berjanji untuk memberikan kunci dekripsi data secara gratis.

Contents
  • Pemerintah Tangani Serangan dengan Langkah Strategis
  • Pemulihan dan Langkah Lanjutan
  • Persiapan Pusat Data Nasional di Empat Lokasi

Kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas peretasan ini mengungkapkan permintaan maaf mereka melalui sebuah forum gelap. “Kami meminta maaf atas dampak yang ditimbulkan dari serangan ini kepada semua orang. Kami telah memutuskan untuk memberikan kunci dekripsi data secara cuma-cuma,” ujar pernyataan dari akun pengguna brain chiper, yang dikutip dari perusahaan intelijen siber StealthMole pada Selasa (2/7).

Brain Chiper Gang juga berharap bahwa serangan ini bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk lebih serius dalam mendanai sektor teknologi dan merekrut ahli yang kompeten. “Kami berharap serangan ini menunjukkan betapa pentingnya pendanaan dan rekrutmen ahli di sektor ini,” tambah mereka.

Pemerintah Tangani Serangan dengan Langkah Strategis

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa identitas pelaku peretasan sudah diketahui melalui analisis forensik. Pelaku diduga sering menggunakan password yang sama, yang menjadi celah utama dalam serangan ini. “Kami sudah mengetahui siapa pengguna yang menggunakan password tersebut dan menyebabkan masalah ini,” jelas Hadi dalam konferensi pers di kantornya, Senin (1/7).

Sebagai langkah pencegahan, PDNS 2 akan diawasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memastikan penggunaan password yang aman dan menghindari serangan serupa di masa depan. Selain itu, pemerintah akan menerapkan empat lapis pencadangan data untuk menjamin keamanan data.

“Setiap kementerian wajib memiliki backup data. Jika terjadi gangguan, data akan aman di Disaster Recovery Center (DRC) atau hot site di Batam,” kata Hadi. Pemerintah juga akan menyediakan penyimpanan data cadangan berbasis cloud secara zonasi untuk data umum dan statistik, guna mencegah overload di pusat data nasional.

Pemulihan dan Langkah Lanjutan

Pusat Data Nasional Sementara 2 diharapkan kembali aktif pada Juli 2024. “Sesuai arahan Presiden, seluruh layanan publik harus kembali normal pada bulan Juli,” tambah Hadi. Data yang ada akan dicadangkan di situs dingin (cold site) untuk pemulihan jarak jauh dan ditingkatkan menjadi hot site khusus untuk layanan strategis.

Menparekraf Sandiaga Uno memastikan bahwa serangan ransomware ini tidak mengganggu layanan pariwisata. “Kunjungan wisatawan tetap berjalan dengan baik, dan sistem pelayanan di sektor pariwisata masih berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Persiapan Pusat Data Nasional di Empat Lokasi

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan Pusat Data Nasional (PDN) di empat lokasi: Cikarang, Batam, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Labuan Bajo. Proyek ini diharapkan selesai pada Oktober 2024 dengan bantuan pendanaan dari Pemerintah Prancis sebesar 164.679.680 Euro atau setara Rp 2,7 triliun.

“PDN yang kami siapkan berada di empat tempat, pertama di Cikarang, kemudian Batam, IKN, dan Labuan Bajo. Telkom di Serpong juga memenuhi syarat untuk dijadikan PDN,” ungkap Suharso. Bappenas akan mengatur standarisasi data yang dikelola PDN, termasuk metadata dan data referensi.

Serangan ransomware terhadap PDNS 2 mengungkap kelemahan dalam sistem keamanan siber nasional. Namun, langkah cepat dan strategis dari pemerintah diharapkan dapat memulihkan layanan publik dan meningkatkan keamanan data di masa depan. Dengan persiapan pusat data di beberapa lokasi, Indonesia diharapkan dapat mengatasi tantangan siber dengan lebih baik.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:backup dataBappenasBrain Chiper GangBSSNcloud storagecybersecuritydata decryptionkeamanan dataMenko PolhukamPDNPDNSPemerintah IndonesiaransomwareTeknologi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Update BNPB: Korban Meninggal Gempa NTT Capai 105 Orang

Akurasi.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait dampak…

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: dari Tradisi hingga Hari Besar Umat Islam

Akurasi.id - Setiap bulan Rabiul Awal, umat Islam di seluruh dunia memperingati…

Kualitas Udara Memburuk, Malaysia dan Brunei Bawa Kasus Kabut Asap ke ASEAN

Akurasi.id, Jakarta - Kabut asap lintas batas kembali menjadi sorotan utama di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kehadiran NasDem di Pemerintahan Membuat Koalisi Perubahan di Ujung Tanduk
HeadlineKabar Politik

Kehadiran NasDem di Pemerintahan Membuat Koalisi Perubahan di Ujung Tanduk

By
Yori Akurasi
Ruang pejabat publik di PPU disegel KPK. Dugaan, KPK OTT Bupati PPU. (istimewa)
HeadlineNews

KPK OTT Bupati PPU, Sekkab dan Kepala DPUPR Juga Terseret

By
Devi Nila Sari
Syarat Pindah Dipermudah, Tidak Perlu Surat Pengantar RT dan RW Lagi
HeadlineNews

Syarat Pindah Dipermudah, Tidak Perlu Surat Pengantar RT dan RW Lagi

By
akurasi 2019
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Januari 2026 Naik, Galeri24 dan UBS Kompak Menguat
PeristiwaTrending

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Januari 2026 Naik, Galeri24 dan UBS Kompak Menguat

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?