By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > Absensi Jokowi dan Simbol Api Perjuangan dalam Rakernas PDIP di Ancol
HeadlineKabar Politik

Absensi Jokowi dan Simbol Api Perjuangan dalam Rakernas PDIP di Ancol

Yori Akurasi
Last updated: Mei 17, 2024 9:30 pm
By
Yori Akurasi
Share
4 Min Read
Absensi Jokowi dan Simbol Api Perjuangan dalam Rakernas PDIP di Ancol
Absensi Jokowi dan Simbol Api Perjuangan dalam Rakernas PDIP di Ancol. Foto: Tribunnews.
SHARE

Akurasi.id – Rakernas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang akan dilaksanakan di Ancol, Jakarta Utara, pada tanggal 24-26 Mei 2024 menandai momen krusial dalam dinamika politik nasional. Acara ini tidak hanya penting karena agenda strategis yang akan dibahas, tetapi juga karena absensi dua figur penting negara, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Ketidakhadiran Presiden Jokowi, yang juga merupakan kader PDIP, pada Rakernas kali ini cukup mengejutkan banyak pihak. Djarot Saiful Hidayat, Ketua Steering Committee Rakernas, menyatakan bahwa keputusan untuk tidak mengundang Presiden dan Wakil Presiden didasarkan pada pertimbangan kesibukan yang dihadapi oleh kedua pemimpin negara tersebut. “Kami memahami bahwa Presiden dan Wakil Presiden memiliki agenda yang sangat padat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan politik yang saat ini melanda Indonesia,” ujar Djarot dalam konferensi pers.

Di sisi lain, PDIP mengambil langkah simbolis yang kuat dengan memulai Rakernas dengan menyalakan ‘Api Perjuangan’ yang bersumber dari Api Abadi Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. Tradisi menyalakan api ini tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai simbol harapan dan penerangan di tengah ‘kegelapan’ demokrasi yang dikhawatirkan oleh partai.

“Api ini merupakan simbol dari semangat yang tidak pernah padam untuk memperjuangkan keadilan dan demokrasi. Kami ingin menunjukkan bahwa dalam kondisi apa pun, PDIP tetap berkomitmen pada perjuangan untuk masyarakat,” lanjut Djarot.

Pemilihan Ancol sebagai lokasi Rakernas juga bukan tanpa alasan. Dengan latar belakang laut dan panorama kota Jakarta, tempat ini diharapkan memberikan inspirasi bagi para kader partai untuk memikirkan strategi dan inovasi baru dalam memenangkan hati rakyat Indonesia. Lebih dari itu, Ancol menyediakan ruang yang memadai untuk mengakomodir jumlah peserta yang besar, yang terdiri dari kader dan pengurus partai dari seluruh Indonesia.

Agenda Rakernas ini akan mencakup beberapa pembahasan kunci, termasuk evaluasi kinerja partai, strategi pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, dan persiapan untuk pemilihan umum yang akan datang. Dengan tema “Satyam Eva Jayate” atau “kebenaran pasti menang”, PDIP ingin menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai kejujuran dan transparansi dalam politik.

Keputusan untuk tidak mengundang Jokowi dan Ma’ruf Amin mungkin menimbulkan spekulasi di kalangan pengamat politik dan media, namun PDIP tampaknya berusaha keras untuk memastikan bahwa Rakernas ini tetap fokus pada tujuan strategis dan penyatuan visi para kader.

Absensi Jokowi juga mungkin memberikan ruang lebih bagi PDIP untuk mengeksplorasi berbagai calon pemimpin baru yang dapat muncul sebagai figur sentral dalam politik Indonesia masa depan. Kehadiran berbagai tokoh dan potensi calon gubernur dalam Rakernas ini diharapkan akan menjadi kesempatan untuk melihat lebih jauh ke dalam bakat-bakat politik yang dimiliki oleh PDIP.

Dalam konteks yang lebih luas, Rakernas PDIP di Ancol ini tidak hanya akan menjadi forum strategis, tetapi juga platform demonstrasi kekuatan dan solidaritas partai menjelang tahun-tahun pemilihan yang penting. Di tengah tantangan politik dan ekonomi, simbol api perjuangan yang dinyalakan di Ancol diharapkan menjadi beacon harapan untuk masa depan demokrasi Indonesia yang lebih cerah.(*)

Penulis: Ivan
Editor: Ani

TAGGED:DemokrasiPDIPpolitik indonesiapolitik nasionalRakernas PDIP
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bisnis Ilegal Briptu Hasbudi: Tambang Emas hingga Pakaian Bekas
HeadlineHukum & Kriminal

Bisnis Ilegal Briptu Hasbudi: Tambang Emas hingga Pakaian Bekas

By
akurasi 2019
Viral Kayu Gelondongan Hanyut di Banjir Sumatera, Mendagri Tito Karnavian Minta Investigasi Mendalam
HeadlinePeristiwa

Viral Kayu Gelondongan Hanyut di Banjir Sumatera, Mendagri Tito Karnavian Minta Investigasi Mendalam

By
Wili Wili
Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan 66 RS Baru dan Tambah 30 Fakultas Kedokteran untuk Atasi Krisis Tenaga Medis
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan 66 RS Baru dan Tambah 30 Fakultas Kedokteran untuk Atasi Krisis Tenaga Medis

By
Wili Wili
Duduk Perkara Tenggelamnya Warga Samarinda di Eks Kolam Tambang yang Belum Juga Ditemukan
HeadlineNews

Duduk Perkara Tenggelamnya Warga Samarinda di Eks Kolam Tambang yang Belum Juga Ditemukan

By
Redaksi Akurasi.id
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?