By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Jaksa Agung dan Sri Mulyani Ungkap Temuan Skandal Rp 2,5 Triliun di LPEI: Debitur Nakal Dalam Sorotan
HeadlineTrending

Jaksa Agung dan Sri Mulyani Ungkap Temuan Skandal Rp 2,5 Triliun di LPEI: Debitur Nakal Dalam Sorotan

akurasi 2019
Last updated: Maret 18, 2024 1:22 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Jaksa Agung dan Sri Mulyani Ungkap Temuan Skandal Rp 2,5 Triliun di LPEI: Debitur Nakal Dalam Sorotan
Jaksa Agung dan Sri Mulyani Ungkap Temuan Skandal Rp 2,5 Triliun di LPEI: Debitur Nakal Dalam Sorotan. Foto: Detikcom.
SHARE

Akurasi, Nasional. Jakarta, 18 Maret 2024 – Dalam sebuah langkah signifikan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan negara, Menteri Keuangan Sri Mulyani bertemu dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mengadakan konferensi pers bersama di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan. Pertemuan penting ini diadakan untuk mengungkap temuan terbaru terkait dugaan korupsi dan fraud oleh beberapa debitur di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dengan nilai kerugian yang mencapai Rp 2,5 triliun.

Dalam konferensi pers tersebut, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan tim terpadu, yang melibatkan beberapa instansi pemerintah termasuk LPEI, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Inspektorat Kementerian Keuangan, telah menemukan indikasi adanya praktik fraud yang dilakukan oleh empat debitur dengan total pinjaman bermasalah mencapai Rp 2,5 triliun. “Kami menemukan adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh debitur tersebut dalam penggunaan dana pembiayaan,” kata Sri Mulyani.

Jaksa Agung ST Burhanuddin, dalam kesempatan yang sama, merinci keempat perusahaan yang terindikasi melakukan fraud, yaitu RII dengan pinjaman bermasalah sebesar Rp 1,8 triliun, SMR Rp 216 miliar, SMI Rp 1,44 miliar, dan PRS Rp 305 miliar. Burhanuddin menegaskan, “Ini hanya tahap awal. Kami akan terus menggali lebih dalam untuk menemukan apakah ada lebih banyak kasus serupa.”

Selain mengungkap temuan ini, Burhanuddin juga memberikan peringatan keras kepada perusahaan-perusahaan yang saat ini sedang dalam pemeriksaan BPKP agar segera menyelesaikan masalah ini. “Kami tidak akan ragu untuk menindak tegas perusahaan-perusahaan yang terbukti melakukan tindakan korupsi dan merugikan keuangan negara,” tegasnya.

Konferensi pers ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memerangi korupsi dan meningkatkan integritas sistem keuangan negara. Pembentukan tim terpadu dan kolaborasi antarlembaga diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap korupsi di Indonesia.

Sri Mulyani juga menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki tata kelola dan pengawasan internal di lembaga-lembaga keuangan negara, termasuk LPEI, untuk menghindari kejadian serupa di masa depan. “Kami akan terus berupaya keras untuk memastikan bahwa dana negara digunakan dengan cara yang paling bertanggung jawab dan transparan,” ujar Sri Mulyani.

Penemuan ini tidak hanya menyoroti pentingnya pengawasan yang ketat atas penggunaan dana negara tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah untuk membasmi korupsi. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga keuangan negara dapat terus diperkuat.

Pertemuan antara Sri Mulyani dan Jaksa Agung ini memberikan pesan kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir segala bentuk korupsi dan akan terus berusaha keras untuk memulihkan kerugian negara. Masyarakat menantikan kelanjutan dari proses penyelidikan ini dan berharap akan ada tindakan konkret selanjutnya untuk memastikan keadilan dan kebenaran.(*)

Editor: Ani

TAGGED:Jaksa AgungLPEIMenkeu
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Vonis Banding Habib Rizieq Ricuh, Polisi Tangkap Sejumlah Orang
Trending

Vonis Banding Habib Rizieq Ricuh, Polisi Tangkap Sejumlah Orang

By
Devi Nila Sari
Giring Dua Kali DO dari Kampusnya Anies
HeadlineTrending

Giring Dua Kali DO dari Kampusnya Anies, Juru Bicara PSI Ariyo Bimmo Angkat Bicara

By
akurasi 2019
Ole Romeny Resmi Jadi WNI, Perkuat Lini Depan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
OlahragaTrending

Ole Romeny Resmi Jadi WNI, Perkuat Lini Depan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

By
Wili Wili
Kasus Pungli PTSL Terus Didalami, Korban Diimbau Melapor, Pelaku Diancam 20 Tahun Penjara
HeadlineNews

Kasus Pungli PTSL Terus Didalami, Korban Diimbau Melapor, Pelaku Diancam 20 Tahun Penjara

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?