By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Rencana Pemerintah Pakai Dana PEN untuk Bangun IKN Tuai Kritik
HeadlineNews

Rencana Pemerintah Pakai Dana PEN untuk Bangun IKN Tuai Kritik

akurasi 2019
Last updated: Januari 20, 2022 3:03 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Rencana Pemerintah Pakai Dana PEN untuk Bangun IKN Tuai Kritik
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). (Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO)
SHARE
Rencana Pemerintah Pakai Dana PEN untuk Bangun IKN Tuai Kritik
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). (Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO)

Akurasi.id, Jakarta – Rencana Menteri Keuangan Sri Mulyani yang akan menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 untuk tahap awal pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) menuai kritik. Pasalnya, PEN sejatinya untuk penanganan pandemi COVID-19, serta mendorong ekonomi masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak pandemi.

Setelah DPR tak setuju pembangunan ibu kota yang dinamai Nusantara tersebut pakai dana PEN atau masuk program PEN 2022, kini giliran kalangan ekonom menyampaikan komentar senada.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyoroti masuknya pembangunan infrastruktur IKN yang pakai dana PEN 2022. Ini menjadi semakin miris menurutnya lantaran masih banyak masyarakat yang tak tersentuh bantuan sosial (bansos) sampai hari ini.

“Masuknya anggaran IKN dalam PEN sangat tidak relevan. Masih banyak penerima bantuan sosial yang belum terjangkau pemerintah dengan alasan keterbatasan anggaran,” kata Bhima kepada kumparan, Rabu (19/1).

Bila alasannya pembangunan IKN mampu menggenjot perekonomian, Bhima menilai justru sumbangsihnya ke ekonomi sangat kecil atau di bawah 1 persen terhadap PDB.

[irp]

“Pemerintah perlu juga pastikan bahwa utang di APBN tidak meningkat signifikan akibat kesalahan alokasi anggaran di IKN. Sekarang defisit APBN harus ditekan di bawah 3 persen, tapi belanjanya boros untuk hal yang tidak berkaitan dengan pemulihan ekonomi, ini jelas aneh,” kata Bhima.

Pengamat Ekonomi IndiGo Network Ajib Hamdani mengingatkan agar jangan sampai pembangunan IKN justru menambah beban bagi perekonomian. Terlebih lagi, sebagai pengusaha, dia mengatakan saat ini dunia usaha masih dalam masa pemulihan.

“Jangan sampai program IKN ini menjadi beban masyarakat dan anak cucu kita di masa depan. Kita akan sama-sama melihat di masa depan apakah IKN ini akan menjadi momentum atau justru beban buat ekonomi nasional,” ujar Ajib.

Dengan diketuknya Undang-undang IKN, kata Ajib, bakalan menambah panjang daftar pekerjaan yang menjadi fokus pemerintah. Selain karena akan masuk momentum berakhirnya pelonggaran defisit fiskal di atas 3 persen, juga karena kian dekatnya momentum pemilihan umum.

Sebelumnya, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Hasan juga mengatakan rencana pendanaan IKN menggunakan anggaran PEN menyalahi Pasal 11 UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi COVID-19. Dalam pasal tersebut jelas dituliskan bahwa dana PEN tidak ditujukan untuk pembangunan IKN.

[irp]

“Saya ingatkan bahwa UU 2 tahun 2020 pasal 11 sangat jelas menyatakan bahwa program PEN dimaksudkan untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dari sektor riil dan sektor keuangan dalam menjalankan usahanya,” ujar Marwan.

“Jadi saya ingatkan Ibu, jangan sampai kita terjerumus pada pelanggaran peraturan perundang-undangan yang sudah kita susun. Kriteria mana IKN itu masuk pada pasal ini?” sambungnya.

Menurut Marwan, anggaran PEN pada mulanya disusun untuk menanggulangi dampak pandemi COVID-19. Dana PEN disediakan pemerintah atas restu DPR untuk menjadi bantalan agar masyarakat tidak semakin terpuruk akibat pandemi.

Sementara itu, wacana pemindahan dan pembangunan IKN menurut Marwan, tidak ada sangkut pautnya dengan dampak COVID-19. Rencana IKN tidak sejalan dengan tujuan pemerintah untuk melindungi perekonomian masyarakat.

“IKN itu sesuatu yang baru yang tidak berdampak apa-apa. Dia cuma kebon dan hutan saja yang mau kita bangun. Jadi saya ingatkan Ibu Menteri Keuangan dan kawan-kawan di Komisi XI agar kita tidak melanggar undang-undang yang sudah kita buat dan setujui bersama,” tegasnya. (*)

Sumber: Kumparan.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:BansosDana PENHardnewsIKN
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kedapatan Bawa Sabu-Sabu 5,52 Gram, Pria di Samarinda Terancam 20 Tahun Penjara
News

Kedapatan Bawa Sabu-Sabu 5,52 Gram, Pria di Samarinda Terancam 20 Tahun Penjara

By
Devi Nila Sari
Harga Emas Antam Naik Rp30.000, Sentuh Rp2,92 Juta per Gram Sabtu Ini
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Naik Rp30.000, Sentuh Rp2,92 Juta per Gram Sabtu Ini

By
Wili Wili
Sopir
News

Sopir Terancam Penjara 6 Bulan Akibat Kontainer Terguling di Jalan Letjen S Parman

By
akurasi 2019
Emak-Emak Curi Gelang Emas, Beralasan Mengejar Anak
News

Emak-Emak Curi Gelang Emas, Beralasan Mengejar Anak

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
  • Crumbl Cookies Week Menu
  • tonidunlap.com
  • Apk Slot Mahjong Terbaru Update
  • RK88 Apk Slot
  • Update Terbaru Link Slot Apk Mahjong Terbaru Simak Cara Paling Gacor Agar Bisa Maxwin
  • slot apk RK88
  • Kontak Agen Slot Resmi
  • Ketentuan Situs Slot Apk
  • Apk Slot Paling Gacor
  • Data Live Draw
  • Surga Langit
  • update apk slot Mahjong
  • Range Hood
  • link slot apk gacor hari ini
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?