By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Masih Ada Polisi Nakal dan Langgar Hukum di 2021, Kapolri Minta Maaf
Headline

Masih Ada Polisi Nakal dan Langgar Hukum di 2021, Kapolri Minta Maaf

akurasi 2019
Last updated: Januari 2, 2022 6:01 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Masih Ada Polisi Nakal dan Langgar Hukum di 2021, Kapolri Minta Maaf
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta. (Beritasatu.com)
SHARE
Masih Ada Polisi Nakal dan Langgar Hukum di 2021, Kapolri Minta Maaf
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta. (Beritasatu.com)

Akurasi.id, Jakarta – Kapolri Minta Maaf. Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas kinerja sejumlah anggota kepolisian yang melanggar hukum maupun mencederai rasa keadilan di tengah masyarakat sepanjang 2021. Hal itu disampaikan Listyo saat menyampaikan rilis akhir tahun 2021 di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/12).

Listyo menyampaikan bahwa dirinya memiliki program kerja transformasi di bidang pengawasan. “Tentunya, kami sekali lagi mohon maaf atas kinerja ataupun perilaku dari anggota-anggota kami yang mungkin belum sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Listyo.

[irp]

Kapolri minta maaf. Jenderal bintang empat itu menyampaikan dirinya dan seluruh pejabat utama Polri telah turun langsung untuk melakukan pengawasan terhadap anggotanya. Ia menyebutkan pimpinan harus menjadi teladan.

Data kepolisian, kata dia, menyimpulkan bahwa pelanggaran 2021 lebih menurun jika dibandingkan tahun lalu. Baik secara pelanggaran disiplin, kode etik, hingga pidana.

Namun fakta di lapangan memperlihatkan bahwa banyak kasus anggota polisi yang viral di tengah masyarakat sehingga merusak marwah institusi.

“Faktanya akhir-akhir ini kita juga dihadapkan dengan banyaknya viral yang muncul akibat penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh anggota. Tentunya ini juga membawa suasana yang merusak konsentrasi seluruh anggota yang sudah baik,” jelas dia.

[irp]

Oleh sebab itu, Listyo ingin menyelesaikan permasalahan tersebut sehingga tak merusak marwah dan citra Korps Bhayangkara. Polri, kata dia, berkomitmen memberikan penindakan secara tegas bagi anggota polisi yang melanggar aturan.

“Terhadap pelanggaran-pelanggaran seperti itu, khususnya asusila, narkoba, melakukan kejahatan yang mengakibatkan korban jiwa. Apalagi hal tersebut tidak layak dilakukan oleh polisi sebagai penegak hukum. Maka rekomendasinya saya pastikan untuk dipecat atau di-PTDH,” ucap Listyo menegaskan.

Di lain sisi, Listyo juga akan memberikan reward atau hadiah bagi anggota kepolisian yang bertugas dengan baik selama berada di Korps Bhayangkara. Komitmen tersebut, kata dia, ditanamkan di organisasi.

[irp]

Mantan Kabareskrim itu pun memastikan bahwa dirinya akan mendengar masukan ataupun kritik dari pihak-pihak lain sehingga dapat membawa Polri menjadi lebih baik lagi.

“Kami berkomitmen untuk membawa institusi ini menjadi institusi yang modern, institusi yang terbuka, institusi yang mau keluar dari zona nyaman, institusi yang harus terus memperbaiki setiap saat sehingga betul-betul memenuhi harapan masyarakat,” tandasnya.

Sebagai informasi, sejumlah kontroversi terkait kinerja Polri kerap muncul sepanjang 2021 ini. Meski demikian, hasil survei Indikator Politik memaparkan bahwa kepercayaan publik terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meningkat menjadi 80,2 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak delapan tahun terakhir.

[irp]

Kasus yang belakangan mencuat ialah saat cerita seorang mahasiswi, Novia Widyasari yang meninggal bunuh diri karena dipaksa aborsi oleh Bripda Randy Bagus Hari Sasongko viral di media sosial.

Kemudian, sempat mencuat juga anggota Polsek Pulogadung, Aipda Rudi Panjaitan yang menolak laporan warga korban pencurian. Kasus-kasus tersebut sudah diusut secara internal oleh Korps Bhayangkara.

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:HeadlineKapolri Minta MaafPolisi Langgar HukumPolisi Nakal
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Banjir Jakarta Rendam 148 RT Usai Hujan Deras, Pramono Anung: Mustahil Hilang Sepenuhnya
HeadlinePeristiwa

Banjir Jakarta Rendam 148 RT Usai Hujan Deras, Pramono Anung: Mustahil Hilang Sepenuhnya

By
Wili Wili
Meski Dilarang, 10 Ribu Lebih WNI ke Luar Negeri Selama 23-27 Desember
Trending

10 Ribu Lebih WNI ke Luar Negeri Selama 23-27 Desember 2021 Meski Telah Dilarang

By
akurasi 2019
BREAKING NEWS: Ketua KPU Terbukti Lakukan Hubungan Badan dengan Petugas PPLN
HeadlineHukum & Kriminal

BREAKING NEWS: Ketua KPU Terbukti Lakukan Hubungan Badan dengan Petugas PPLN

By
akurasi 2019
Pemerintah Indonesia Siapkan Penjara Keamanan Tinggi untuk Narapidana Narkotika
Headline

Pemerintah Indonesia Siapkan Penjara Keamanan Tinggi untuk Narapidana Narkotika

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?