By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > 12 Perusahaan Properti China Gagal Bayar Utang sampai US$3 Miliar
HeadlineTrending

12 Perusahaan Properti China Gagal Bayar Utang sampai US$3 Miliar

Devi Nila Sari
Last updated: Oktober 16, 2021 3:52 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
12 Perusahaan Properti China Gagal Bayar Utang sampai US$3 Miliar
Moody's menyebut 12 perusahaan properti di China gagal membayar utang obligasi mereka yang jatuh tempo. Nilainya mencapai US$3 miliar. (AFP/Peter Parks).
SHARE
12 Perusahaan Properti China Gagal Bayar Utang sampai US$3 Miliar
Moody’s menyebut 12 perusahaan properti di China gagal membayar utang obligasi mereka yang jatuh tempo. Nilainya mencapai US$3 miliar. (AFP/Peter Parks).

Akurasi.id — Moody’s Analytics menyebutkan 12 perusahaan properti atau real estate China gagal bayar utang obligasi sampai masa jatuh tempo selesai. Angkanya sekitar 19,2 miliar yuan atawa hampir US$3 miliar pada semester I 2021.

“Ini menyumbang hampir 20 persen dari total gagal bayar obligasi korporasi dalam enam bulan pertama tahun ini,” ungkap Ekonom Moody’s Analytics Christina Zhu, dilansir dari CNN Business, Jumat (15/10).

Zhu menyatakan seluruh kegiatan ekonomi berhenti sementara saat pandemi covid-19 menyerang China. Kemudian, ketika kasus penularan melandai dan kegiatan ekonomi mulai dibuka kembali, bisnis properti berhasil bangkit (rebound).

Sayang, kebangkitan pasar properti hanya sementara. Pasar properti di China kembali tersendat hingga saat ini. Gagal bayar utang pun terjadi.

Menurut Zhu, penjualan properti anjlok beberapa waktu terakhir. Berdasarkan catatan Moody’s, penjualan yang diukur dengan luas lantai turun 18 persen pada Agustus 2021.

Sementara, harga rumah hanya naik 3,5 persen pada Agustus 2021. Angka itu menjadi kenaikan terendah sejak pasar properti pulih dari dampak pandemi.

Senada, Kepala Ekonom Capital Economics Mark Williams mengatakan permintaan properti di China telah memasuki tren penurunan. Salah satu faktornya adalah kasus keuangan Evergrande, perusahaan properti terbesar di China.

[irp]

Selain Evergrande, masalah properti lainnya adalah proyek yang belum selesai.

30 Juta Properti di China Belum Terjual, Nasib Evergrande?

Capital Economics memperkirakan 30 juta properti di China belum terjual saat ini. Padahal, properti itu dapat menampung 80 juta orang atau hampir seluruh penduduk Jerman.

Kepala Ekonom Capital Economics Mark Williams menuturkan jumlah properti di China sedang kelebihan pasokan saat ini. Bukan hanya tak laku terjual, tetapi juga banyak properti yang tak ditempati oleh pemilik.

[irp]

Menurut William, seperti dilansir CNN Business, Jumat (15/10), 100 juta properti yang telah terjual belum ditempati. Padahal, ratusan properti itu bisa menampung sekitar 260 juta orang.

Proyek tersebut, kata William, menjadi perhatian banyak pihak selama bertahun-tahun. Beberapa pihak menyebutnya sebagai ‘kota hantu’ di China.

Ia menyebut real estate merupakan sektor usaha yang berperan penting bagi ekonomi China. Porsinya sekitar 30 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Proyek properti telah mendorong ekonomi China beberapa waktu terakhir. Namun, beberapa pihak mempertanyakan dampak dari kasus Evergrande terhadap industri properti di China.

[irp]

Evergrande merupakan salah satu perusahaan properti yang sedang berjuang menyelesaikan utang lebih dari US$300 miliar.

Ekonom Moody’s Analytics Christina Zhu mengatakan Evergrande bukan satu-satunya perusahaan yang sedang berjuang menyelesaikan masalah keuangannya.

Menurut Zhu, banyak pengembang properti yang meminta penambahan waktu jatuh tempo kepada pemberi utang dan memperingatkan potensi gagal bayar.

Dalam laporan Moody’s, ada 12 perusahaan properti China yang gagal bayar obligasi. Nilainya sekitar 19,2 miliar yuan atau hampir US$3 miliar pada semester I 2021.

[irp]

“Ini menyumbang hampir 20 persen dari total gagal bayar obligasi korporasi dalam enam bulan pertama tahun ini, tertinggi di semua sektor di daratan China,” kata Zhu.

Sementara, menurut analis terbaru dari Bank of America, Evergrande telah menjual 200 ribu unit rumah. Namun, belum ada serah terima kepada pembeli.

Hal ini memperburuk kekhawatiran bahwa tidak ada serah terima kunci kepada pembeli di tengah keuangan Evergrande yang memburuk.

[irp]

Meski begitu, People’s Bank of China (PoB) atau bank sentral China bersumpah untuk mempertahankan perkembangan pasar properti yang sehat dan melindungi hak konsumen. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: CNNIndonesia.com

TAGGED:ChinaHeadlinePropertyUtang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Heboh Selfie Pakai KTP, Kemendagri Jelaskan Bahayanya
HeadlineTrending

Heboh Selfie Pakai KTP, Kemendagri Jelaskan Bahayanya

By
akurasi 2019
Uang Pecahan Rp 10 Ribu Tahun Emisi 2005 Tidak Berlaku Lagi, BI Imbau Masyarakat untuk Koleksi
EkonomiTrending

Uang Pecahan Rp 10 Ribu Tahun Emisi 2005 Tidak Berlaku Lagi, BI Imbau Masyarakat untuk Koleksi

By
Wili Wili
Stok Menipis Picu Harga Pangan Naik Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit hinggga Ayam Paling Mencolok
Trending

Stok Menipis Picu Harga Pangan Naik Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit hinggga Ayam Paling Mencolok

By
Devi Nila Sari
Pemdes Donowarih Imbau Warga Mengungsi Sementara karena Karnaval Gunakan 11 Sound Horeg
PeristiwaTrending

Pemdes Donowarih Imbau Warga Mengungsi Sementara karena Karnaval Gunakan 11 Sound Horeg

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?