By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Kaltim Kehilangan 120 Guru Selama Pandemi, 3 Tahun Mendatang 5 Ribu Tenaga Pendidik Purna Tugas
Trending

Kaltim Kehilangan 120 Guru Selama Pandemi, 3 Tahun Mendatang 5 Ribu Tenaga Pendidik Purna Tugas

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 4, 2021 11:54 am
By
Redaksi Akurasi.id
Share
3 Min Read
Kaltim Kehilangan 120 Guru Selama Pandemi, 3 Tahun Mendatang 5 Ribu Tenaga Pendidik Purna Tugas
Kepala Disdikbud Kaltim Anwar Sanusi saat diwawancarai media. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)
SHARE
Kaltim Kehilangan 120 Guru Selama Pandemi, 3 Tahun Mendatang 5 Ribu Tenaga Pendidik Purna Tugas
Kepala Disdikbud Kaltim Anwar Sanusi saat diwawancarai media. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Kaltim Kehilangan 120 Guru Selama Pandemi, 3 Tahun Mendatang 5 Ribu Tenaga Pendidik Purna Tugas. Bergugurnya ratusan tenaga pendidik itu, ternyata tidak berjalan seiring dengan tingkat perekrutan guru yang dilakukan pemerintah. Pada 2021 ini misalnya, Kaltim sedianya masih butuh 300 guru ASN.

Akurasi.id, Samarinda – Dunia pendidikan Kaltim tengah berduka. Lantaran kehilangan 120 guru selama pandemi. Ratusan guru tersebut meninggal dunia terindikasi terpapar Covid-19. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Anwar Sanusi, pada Sabtu (7/8/2021).

Ia mengatakan, mayoritas tenaga pendidik yang meninggal dunia merupakan guru yang mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tersebar di kabupaten/kota di Kaltim. “Hingga per 27 Juli 2021, Kaltim kehilangan 120 guru. Ratusan guru kita meninggal dunia,” kata Anwar Sanusi.

Menurutnya, kondisi ini tentu semakin memberatkan dunia pendidikan di Tanah Benua Etam, sebutan Kaltim. Lantaran, pada dasarnya kebutuhan tenaga pendidik di Kaltim memang terbatas. Belum mampu memenuhi setiap kebutuhan tenaga pengajar di sekolah-sekolah.

Di sisi lain, tiap tahunnya memang ada guru yang purna tugas atau pensiun. Berdasarkan data yang dikutip dari laman simpeg.kaltimbkd.info, jumlah guru PNS di Disdikbud Kaltim yang akan pensiun pada 2021 sebanyak 131 orang. Dalam tiga tahun ke depan,  ada sekitar 5 ribu guru PNS di Kaltim pada semua jenjang pendidikan akan pensiun. Sedangkan kemampuan pemerintah dalam merekrut tenaga pendidik PNS tergolong terbatas.

Untuk di Kaltim sendiri, jumlah keseluruhan guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) jumlahnya masih terbilang sedikit. Dikatakannya, kebutuhan guru PNS masih kurang 700 orang. Sehingga, hal inipun menyebabkan dunia pendidikan Kaltim makin diselimuti awan hitam.

Meskipun tahun ini telah dibuka pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan seandainya ada penambahan untuk guru sebanyak 400 orang. Hal itu dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan keseluruhan guru. “Jumlahnya masih kurang sekitar 300 guru. Inipun belum dikurangi 120 guru yang telah meninggal dunia,” paparnya.

Berkaca pada hal itu, ia mengungkapkan, perlu adanya kehati-hatian mengenai pemberian lampu hijau bagi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah. Dalam hal ini ia sepakat sepemikiran dengan keputusan Gubernur Kaltim Isran Noor yang melarang dilaksanakannya PTM selama pandemi. Lantaran tak ingin menambah daftar hitam terpaparnya guru hingga murid yang dapat berakibat fatal.

[irp]

“Tentu kita sedih dengan kondisi ini. Namun, hal ini menjadi kehati-hatian kami beserta guru-guru. Karena ini berkaitan dengan jaminan keselamatan anak didik kita jika tetap melakukan sekolah tatap muka,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Anawar SanusiDisdikbud KaltimKaltim Kekurangan GuruPandemi Covid-19Ratusan Guru MeninggalRibuan Guru Purna TugasTenaga Pendidik Kaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Adam Suseno Jalani Operasi Usai Pembuluh Darah Kaki Sobek, Inul Daratista Ungkap Kekhawatirannya
SelebritisTrending

Adam Suseno Jalani Operasi Usai Pembuluh Darah Kaki Sobek, Inul Daratista Ungkap Kekhawatirannya

By
Wili Wili
Firsta Yufi Amarta Putri dari Banyuwangi Raih Gelar Puteri Indonesia 2025
PeristiwaTrending

Firsta Yufi Amarta Putri dari Banyuwangi Raih Gelar Puteri Indonesia 2025

By
Wili Wili
Rumah Cawawali Bontang Diserang Puluhan Orang Tak Dikenal
Trending

Rumah Cawawali Bontang Diserang Puluhan Orang Tak Dikenal

By
akurasi 2019
Jonatan Christie Kalah dari Shi Yu Qi di BWF World Tour Finals 2024, Ini Kata Jojo Usai Pertandingan
OlahragaTrending

Jonatan Christie Kalah dari Shi Yu Qi di BWF World Tour Finals 2024, Ini Kata Jojo Usai Pertandingan

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?