By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Penyaluran BLT Kota Bontang Macet, Data Ganda Jadi Masalah Klasik yang Menjegal Distribusi
Trending

Penyaluran BLT Kota Bontang Macet, Data Ganda Jadi Masalah Klasik yang Menjegal Distribusi

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 4, 2021 11:57 am
By
Redaksi Akurasi.id
Share
4 Min Read
Penyaluran BLT Kota Bontang Macet, Data Ganda Jadi Masalah Klasik yang Menjegal Distribusi
Penyaluran bantuan sosial atau BLT berupa dana Rp250 ribu oleh Pemkot Bontang terganjal data ganda. (Ilustrasi)
SHARE
Penyaluran BLT Kota Bontang Macet, Data Ganda Jadi Masalah Klasik yang Menjegal Distribusi
Penyaluran bantuan sosial atau BLT berupa dana Rp250 ribu oleh Pemkot Bontang terganjal data ganda. (Ilustrasi)

Penyaluran BLT Kota Bontang Macet, Data Ganda Jadi Masalah Klasik yang Menjegal Distribusi. Bantuan dana sebesar Rp250 ribu itu, rencananya akan disalurkan ke sekitar 13 ribuan warga. Namun tumpang tindih data penerima membuat pendistribusian molor.

Akurasi.id, Bontang – Penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat sedianya bukan hal baru bagi pemerintah. Dari bertahun-tahun lamanya hal itu sudah berulang kali dilakukan. Namun selalu saja, persoalan data penerima bantuan acap muncul dari waktu ke waktu. Dari data ganda hingga data fiktif jadi masalah klasiknya.

Hal itu pun yang ikut dialami dalam penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) di Kota Bontang. Artinya, penyaluran BLT Kota Bontang macet. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang pun dipaksa kebut kerjaan untuk memastikan data warga penerima BLT Rp250 ribu.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan, bantuan tersebut tidak akan tersalurkan sebelum adanya validasi data warga yang berhak menerima. Apabila berkaca dari data tahun 2020 lalu jumlah penerima bantuan ada sebanyak 13.730 kepala keluarga.

“Kami mengacu pada data penerima tahun lalu. Data itulah yang kemudian kami verifikasi ulang. Jangan sampai ada lagi temuan data ganda seperti tahun sebelumnya,” ucapnya saat dihubungi Akurasi.id, melalui sambungan telepon, Rabu (4/8/2021).

Dia menjelaskan, data ganda yang dimaksud itu yakni, apabila terdapat warga yang tempat tinggalnya berbeda dengan domisili yang ada di KTP, kemudian warga tersebut mendaftar di dua kelurahan berbeda.

“Misalnya ada warga yang sudah terdata di satu kelurahan, kemudian mendaftar lagi di kelurahan lain, sehingga datanya dobel. Itu tidak sah, kami akan teliti secara detail. Agar pendistribusian bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Kata dia, tahun 2020 lalu, sempat ada temuan serupa. Yang mengakibatkan pihaknya mendatangi rumah warga, kemudian meminta bantuan tersebut dikembalikan. “Tahun sebelumnnya sempat ada temuan, kami langsung datangi rumahnya. Kami minta bantuan itu dikembalikan. Setelah itu kami berikan ke yang lebih berhak,” tukasnya.

[irp]

Lanjut Safa, saat ini proses verifikasi dan validasi sudah berlangsung di seluruh kelurahan Kota Bontang. Pihaknya sudah bersurat ke kelurahan untuk melakukan pengecekan ulang serta pendataan baru untuk warga terdampak. Yang kemudian data tersebut akan diserahkan kembali ke Dinsos-PM. “Sudah on progress. Kalau tidak ada kendala minggu ini datanya sudah kami terima,” jelasnya.

Setelah dilakukan verifikasi dan validasi data di kelurahan, pihak Dinsos-PM akan melakukan penapisan (penyaringan), setelah itu data warga penerima akan dikembalikan ke kelurahan untuk di rivew ulang. Kemudian, Dinsos-PM akan bersurat ke wali kota Bontang untuk dilakukan penetapan penerima. “Setelah data ditetapkan, kami akan lakukan permohonan pencairan. Semoga secepatnya dapat tersalurkan,” harapnya.

Pun dia meminta kepada masyarakat agar bersikap jujur dalam memberikan informasi data. Apabila sudah mendapat bantuan di satu kelurahan, tidak usah lagi mendaftar di kelurahan lain. Menurutnya, hal seperti itu hanya akan menghambat proses validasi data. “Jangan serakah, kalau sudah dapat bantuan tidak usah daftar lagi,” tegasnya.

[irp]

Sebagai informasi, BLT Rp 250 ribu tersebut akan menyasar masyarakat terdampak, seperti pedagang, penyandang disabilitas, dan lainnya. Dana bantuan tersebut diambil dari anggaran refocusing Rp20 miliar yang rencananya digunakan untuk penanganan Covid-19 Bontang.

Sementara untuk kriteria penerima bantuan Rp250 ribu itu, tak jauh berbeda dengan penerima bansos tahun 2020 lalu. Yakni orang yang terdampak, dan belum menerima atau mendapatkan program keluarga harapan (PKH) dan bantuan langsung tunai (BLT) lainnya dari pemerintah pusat. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Bantuan Langsung TunaiData Ganda BLTDonsos BontangKalimantan TimurPemkot BontangPenyaluran BLT
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Cek Penanganan Karhutla

Akurasi.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan pada Sabtu (22/08/2026)…

Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Buru Oknum Pemuda Pancasila Keroyok Aparat, Kapolres Jakpus: Serahkan Atau Kami Kejar
HeadlineTrending

Buru Oknum Pemuda Pancasila Keroyok Aparat, Kapolres Jakpus: Serahkan Atau Kami Kejar

By
Devi Nila Sari
Mantan Gubernur NTB TGB Jabat Komisaris Bank Syariah Indonesia
Trending

Mantan Gubernur NTB TGB Jabat Komisaris Bank Syariah Indonesia

By
Redaksi Akurasi.id
Refleksi Akhir Tahun, HIPMI Kaltim Bidik Perbaikan Pembangunan di 4 Sektor Ini Pada 2021
Trending

Refleksi Akhir Tahun, HIPMI Kaltim Bidik Perbaikan Pembangunan di 4 Sektor Ini Pada 2021

By
akurasi 2019
Rest Area Gunung Mas: Indah Secara Tampilan, Sepi Pengunjung
DestinasiTrending

Rest Area Gunung Mas: Indah Secara Tampilan, Sepi Pengunjung

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?