Birokrasi

Permudah Mengurus Perpustakaan, DPK Bontang Gelar Webinar Aplikasi Inlislite

Loading

Permudah Mengurus Perpustakaan, DPK Bontang Gelar Webinar Aplikasi Inlislite
DPK Bontang adakan Webinar Aplikasi Inlislite. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Permudah mengurus perpustakaan, DPK Bontang gelar Webinar Aplikasi Inlislite. Aplikasi ini cocok bagi mereka yang bertugas dalam pengelolaan perpustakaan baik dari tingkat SD hingga SLTA, kecamatan maupun kelurahan.

 Akurasi.id, Bontang – Guna meningkatkan pemahaman aplikasi Inlislite yang digunakan untuk pengurus perpustakaan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang mengadakan Web Seminar (webinar) Perpustakaan melalui zoom meeting yang bertajuk “Dengan Indonesia 4.0 Mari Kita Tingkatkan Cara Pelayanan Konvensional Menjadi Pelayanan Digital Melalui Aplikasi Gratis Inlislite 3.2. Belajar dari Pemasangan Hingga ke Pengimputan Serta Cetak Barcode.”

Kepala DPK Bontang Retno Febriaryanti melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan Alifia Rizkiyanti menjelaskan, aplikasi ini dapat digunakan untuk mengelola database buku di perpustakaan.

Maka kata dia, sangat cocok bagi mereka yang bertugas dalam pengelolaan perpustakaan baik dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), kecamatan maupun kelurahan.

Jasa SMK3 dan ISO

“Untuk peserta yang mengikuti webinar kali ini sebanyak 120 orang yang kebanyakan pengurus perpustakaan sekolah di Kota Bontang,” ucap perempuan yang kerap disapa Alif itu, Rabu (7/7/2021).

Sementara untuk narasumbernya, Yunif Azfah Diar. Pria tersebut berprofesi sebagai pengurus perpustakaan di SMPN 9 Probolinggo sejak 2019 hingga saat ini.

“Nantinya Webinar ini akan diadakan 2 kali. Ini juga permintaan dari narasumber agar peserta bisa lebih paham tentang aplikasi ini,” katanya.

Sementara tujuan diadakan webinar ini lanjut Alif, karena sering adanya laporan bahwa pengurus perpustakaan sekolah kecamatan maupun kelurahan yang terkendala akreditasi perpustakaan, lantaran tidak memahami penggunaan aplikasi tersebut.

“Sempat ada beberapa kendala yang dialami pengurus perpustakaan sekolah di Bontang sehingga  tidak ikut akreditasi, salah satunya karena tidak paham dalam penggunaan Inlislite,” bebernya.

Sehingga, peran perpustakaan daerah yang bertugas untuk memberi bimbingan untuk memberikan fasilitas untuk pengurus perpustakaan layaknya webinar kali ini.

“Nanti kami akan buatkan grup untuk mereka, jika ada kendala tinggal hubungan narasumber. Sehingga jika pengurus perpustakaan paham dalam menggunakan aplikasi ini, memudahkan dalam memasang barcode pada buku. Tentu untuk mendukung era digitalisasi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button