By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > Rusmadi, Menyisir Pembangunan dari Akademisi ke Politik (2)
Covered StoryKabar Politik

Rusmadi, Menyisir Pembangunan dari Akademisi ke Politik (2)

akurasi 2019
Last updated: Maret 5, 2019 2:31 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Rusmadi, Menyisir Pembangunan dari Akademisi ke Politik
Rusmadi saat mencoba langsung mesin pertanian yang disalurkan pemerintah.(ISTIMEWA)
SHARE
Rusmadi, Menyisir Pembangunan dari Akademisi ke Politik
Rusmadi saat mencoba langsung mesin pertanian yang disalurkan pemerintah.(ISTIMEWA)

Akurasi.id – Kemampuan Rusmadi di bidang perencanaan pembangunan tak perlu diragukan. Dengan latar belakang seorang akademisi hingga diamanahkan sebagai Kepala Bappeda Kaltim, membuat Rusmadi paham benar bagimana semestinya memajukan pembangunan Kaltim.

Bagi bapak dua anak ini, membangun Kaltim yang mandiri dan berperadaban tidak bisa dilakukan dengan cara ujuk-ujuk. Dengan luas wilayah Kaltim yang mencapai 129.066,64 kilometer persegi (km²) dan populasi sebesar 3,6 juta, maka menyusun perencanaan yang baik dalam jangka panjang menjadi suatu keharusan.

“Pembangunan itu perspektif jangka panjang. Kalau mau bilang, membangun Kaltim itu berat, apalagi bila dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Kaltim yang kaya akan sumber daya alam, ketika pejabatnya tidak pandai mengambil kebijakan dan mengelolanya sebaik mungkin, maka itu bisa lewat begitu saja,” kata dia.

Di sisi lain, bagi suami Herli Warsita ini, proyeksi pembangunan juga tidak boleh dilepaskan dari konsep partisipasi generasi muda. Sebab, setiap kebijakan dan program pembangunan yang dilaksanakan saat ini, yang akan menikmati baik dan buruknya adalah generasi selanjutnya.

“Problem terbesar Kaltim sampai sekarang yakni di bidang infrastruktur. Dalam 10 tahun ini sudah terlihat pembangunannya. Pembangunan infrastruktur sebagai akses pemanfaatan SDM sudah dilakukan. Misalnya, Kariangau, Buluminung, sudah mulai kelihatan,” katanya.

Pembangunan Pelabuhan Kariangau di Balikpapan dan Pelabuhan Buluminung di Penajam Paser Utara (PPU) sejatinya tak bisa dilepaskan dari peran Rusmadi. Karena semasa menjabat Kepala Bappeda Kaltim pada tahun 2009-2016, pembangunan kedua pelabuhan itu juga masuk dalam skema besar pembangunan Kaltim yang dirancang Rusmadi kala itu.

Tak hanya itu, upaya percepatan pembangunan Bandara APT Pranoto Samarinda juga tak bisa dilepaskan dari andil kerja-kerja yang dilakukan Rusmadi, baik saat menjabat Kepala Bappeda maupun Sekprov Kaltim.

Pria yang meraih gelar Doktor Bidang Production Economic and Farm Management di Universitas Los Banos, Filipina ini adalah salah satu yang getol mendorong penyelesaian bandara tersebut.

“Sekarang tinggal pembangunan KIPI Maloy yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Dan saya melihatnya memang pekerjaan jangka panjang. Karena itu investasi murni pemerintah. Apalagi infrastruktur di Kaltim yang jauh dari standar,” kata Rusmadi.

Dengan maju sebagai calon anggota DPR RI, Rusmadi ingin proyek pembangunan yang tidak sempat terselesaikan di masa ia menjabat Sekprov Kaltim bisa ia dukung melalui kebijakan anggaran maupun pembangunan yang ada di gedung Senayan Jakarta.

Rusmadi, Menyisir Pembangunan dari Akademisi ke Politik

Pemikiran Rusmadi Untuk Kaltim

Untuk dapat mewujudkan akselerasi pembangunan di 10 kabupaten/kota di Kaltim, gebrakan nyata dari pemerintah menjadi salah satu kuncinya. Baik melalui penyusunan perencanaan pembangunan yang baik hingga giat memperjuangkan alokasi anggaran pembangunan ke pemerintah pusat.

Tindakan itu dinilai Rusmadi sangat penting untuk diambil Pemerintah Kaltim. Termasuk untuk mewujudkan program pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasioanl (KIPI) Maloy di Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur dalam lima tahun ke depan.

“Kalau pemerintah nggak memberikan perhatian khusus, maka Maloy nggak akan bisa terwujud. Potensi sawit yang begitu luar biasa juga pasti nggak akan bisa terkelola. Bisa dibilang, ekonomi Kaltim selain tambang yakni sektor pertanian, terutama perkebunan sawit,” sebutnya.

Mengiring setiap industri ke arah hilirisasi perlu dilakukan. Sebab dari program itu terdapat nilai tambah yang cukup besar bagi spot pendapatan Kaltim. Apalagi untuk pengolahan minyak goreng dari crude palm oil (CPO).

“Kalau kita ndak punya pabrik dan ndak punya CPO, maka harga pasar luar negeri turun. Dan tentunya hal itu akan berdampak pada masyarakat. Kalau kita punya industri, paling ndak CPO yang dimanfaatkan, bisa diolah untuk minyak goreng dan olahan lain untuk pasar Indonesia,” jelasnya.

Rusmadi, Menyisir Pembangunan dari Akademisi ke Politik

Selain itu, untuk mendorong program percepatan pembangunan di Kaltim, Rusmadi menilai pemerintah perlu fokus menentukan arah pembangunan. Atas alasan itu, Rusmadi mengaku, bakal berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan plot anggaran pembangunan bagi Kaltim bila nantinya dipercaya duduk di DPR RI.

“Pembangunan infrastuktur harus fokus. Membangun komunikasi dengan dewan (ketika saya menjabat Sekprov Kaltim) itu nggak gampang. Karena kita harus menghadapi banyak kepala dan kepentingan,” ujarnya.

Namun demikian, Rusmadi merasa, sepanjang apa yang dia lakukan itu benar dan sesuai aturan, maka akan terus ia suarakan dan perjuangkan. Karena bagi Rusmadi, ia sangat menjunjung tinggi keterbukaan dan kejujuran dalam sebuah pekerjaan. Kedua prinsip itu telah mengakar kuat di sanubarinya.

“Yang saya jaga, yang penting kita nggak bermain (anggaran atau proyek). Ketika kita main proyek, ya selesailah itu. Kita nggak bisa menjaga konsistensi kita. Dan itu yang 10 tahun ini saya jaga. Ketika saya selesai menjabat, ya selesai. Alhamdulillah nggak ada masalah sampai sekarang,” imbuhnya. (bersambung)

Penulis : Muhammad Aris
Editor : Yusuf Arafah

TAGGED:#gosenayan2019#PEJUANG PEMBANGUNANRusmadi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Menakar Keinginan Irwan Bawa Demokrat 3 Besar di Kaltim, Bidik Suara Partai Capai 20 Persen
HeadlineKabar PolitikRagam

Menakar Keinginan Irwan Bawa Partai Demokrat 3 Besar di Kaltim, Bidik Suara Partai Capai 20 Persen

By
Devi Nila Sari
Komisi III DPRD Bontang “Dicuekin” PT GPK, Dewan Kecewa Manajemen Perusahaan Sering Tak Hadir Rapat
Kabar Politik

Komisi III DPRD Bontang “Dicuekin” PT GPK, Dewan Kecewa Manajemen Perusahaan Sering Tak Hadir Rapat

By
Devi Nila Sari
Jaring Atlet Terbaik, DPRD Bontang Gelar Turnamen E-Sport
Kabar Politik

Jaring Atlet Terbaik, DPRD Bontang Gelar Turnamen E-Sport

By
Devi Nila Sari
PPKM Level 3, Sekolah di Bontang Masih Daring, Abdul Haris Minta Evaluasi di Sekolah
Kabar Politik

PPKM Level 3, Sekolah di Bontang Masih Daring, Abdul Haris Minta Evaluasi di Sekolah

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?