By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > PPKM Level 3, Sekolah di Bontang Masih Daring, Abdul Haris Minta Evaluasi di Sekolah
Kabar Politik

PPKM Level 3, Sekolah di Bontang Masih Daring, Abdul Haris Minta Evaluasi di Sekolah

Devi Nila Sari
Last updated: Agustus 12, 2021 4:25 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
PPKM Level 3, Sekolah di Bontang Masih Daring, Abdul Haris Minta Evaluasi di Sekolah
Anggota Komisi I DPRD Bontang, Abdul Haris. (Rezki Jaya/Akurasi.id)
SHARE
PPKM Level 3, Sekolah di Bontang Masih Daring, Abdul Haris Minta Evaluasi di Sekolah
Anggota Komisi I DPRD Bontang, Abdul Haris. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Meski turun Level 3, sekolah di Bontang masih daring, Abdul Haris minta evaluasi di sekolah. Alasan kenapa Tim Satgas belum membuka pembelajaran tatap muka (PTM) lantaran siswa-siswi di Bontang belum ada yang diberi vaksin. Hal itu membuat Ketahanan dan imun tubuh belum kuat.

Akurasi.id, Bontang – Wali Kota Bontang Basri Rase menyebutkan, walau Kota Taman saat ini beralih status menjadi PPKM Level 3. Tetapi untuk pembelajaran tetap menerapkan daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Walaupun sudah PPKM Level 3, tetapi kota sekitar Bontang masih berstatus, PPKM Level 4. Itu yang menjadi salah satu alasan kenapa pembelajaran masih daring,” ucap Basri, Kamis (12/8/2021).

Lanjut Basri, alasan kenapa Tim Satgas belum membuka pembelajaran tatap muka (PTM) lantaran siswa-siswi di Bontang belum ada yang diberi vaksin. Hal itu membuat Ketahanan dan imun tubuh belum kuat.

“Kami khawatir jika tetap PTM, akhirnya muncul kluster baru. Karena tidak bisa disamakan dengan orang dewasa yang sudah paham tentang protokol kesehatan,” tuturnya.

Lanjut, dia memahami betapa inginnya masyarakat Kota Taman untuk melaksanakan sekolah tatap muka, tetapi Basri menilai untuk saat ini kesehatan jauh lebih penting.

“Walaupun keduanya penting (pendidikan dan kesehatan), tetapi untuk saat ini kesehatan yang lebih utama untuk anak-anak kita. Karena Covid ini tidak mengenal usia, siapa pun bisa kena,” bebernya.

[irp]

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Bontang Abdul Haris setuju dengan pendapat Basri. Tetapi dia memberikan solusi agar pembelajaran online tetap dilaksanakan tetapi kualitas pendidikan tidak menurun pada kondisi pandemi saat ini.

“Kalau untuk menilai efektivitas pembelajaran itu bisa dari sekolah dengan cara bergantian masuk untuk murid-muridnya, diatur kelompoknya. Tetapi hanya untuk evaluasi atau pada pelaksanaan ulangan saja,” ucapnya.

Dia membeberkan, saat ini, pembelajaran daring dinilai tidak maksimal lantaran pada saat evaluasi. Soal-soal ulangan banyak dibantu atau bahkan dikerjakan oleh orang tua. Hal itu membuat guru tidak bisa melihat sejauh mana siswa menyerap pelajaran.

“Artinya tidak bisa dinilai daya serap siswa sejauh mana pemahamannya dalam menerima pembelajaran dari guru,” ungkap Abdul Haris.

Dengan demikian, dia menegaskan di saat pandemi yang angka penyebarannya masih terbilang tinggi di Bontang, untuk pembelajaran boleh di lakukan secara daring. Tetapi pada saat evaluasi atau sejenis ulangan, diharapkan dilaksanakan offline di sekolah dengan sistem bergantian.

[irp]

“Supaya guru benar-benar bisa melihat siswa yang mengerjakan soal yang diberikan. Karena kalau dilaksanakan secara daring, tidak ada jaminan siswa yang mengerjakan sendiri. Semoga dengan cara seperti itu, kualitas belajar mengajar daring bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Redaksi

TAGGED:Abdul HarisBasri RaseDPRD BontangWali Kota Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tanda PTM di Juli Belum Terlihat, DPRD Kaltim: Pak Gubernur, Sekolah Daring Jangan Terlalu Lama
Kabar Politik

Tanda PTM di Juli Belum Terlihat, DPRD Kaltim: Pak Gubernur, Sekolah Daring Jangan Terlalu Lama

By
Devi Nila Sari
Imbas Pajak Daerah Banyak Bocor ke Daerah Lain, Reza: Jalan Cepat Rusak, PAD Stagnan
Kabar Politik

Imbas Pajak Daerah Banyak Bocor ke Daerah Lain, Reza: Jalan Cepat Rusak, PAD Stagnan

By
akurasi 2019
Kongkow Bareng Media, Mahyunadi-Kinsu Yakinkan Bisa Selesaikan Utang dan Defisit Setahun Memimpin
Kabar Politik

Kongkow Bareng Media, Mahyunadi-Kinsu Yakinkan Bisa Selesaikan Utang dan Defisit Setahun Memimpin

By
akurasi 2019
Diam-Diam Makmur HAPK “Didepak” dari Kursi Ketua DPRD Kaltim, Kursi Diambil Alih Hasanuddin Mas’ud
Kabar Politik

Diam-Diam Makmur HAPK “Didepak” dari Kursi Ketua DPRD Kaltim, Kursi Diambil Alih Hasanuddin Mas’ud

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?