By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Gerak Cepat Pansus Pengelola Aset Daerah, Syafruddin: Yang Tidak Lagi Produktif Lebih Baik Dilelang
Kabar Politik

Gerak Cepat Pansus Pengelola Aset Daerah, Syafruddin: Yang Tidak Lagi Produktif Lebih Baik Dilelang

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 25, 2021 7:24 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Gerak Cepat Pansus Pengelola Aset Daerah, Syafruddin: Yang Tidak Lagi Produktif Lebih Baik Dilelang
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin yang juga menjabat anggota Pansus Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah saat dijumpai awak media. (Istimewa)
SHARE
Gerak Cepat Pansus Pengelola Aset Daerah, Syafruddin: Yang Tidak Lagi Produktif Lebih Baik Dilelang
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin yang juga menjabat anggota Pansus Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah saat dijumpai awak media. (Istimewa)

Gerak Cepat Pansus Pengelola Aset Daerah, Syafruddin: Yang Tidak Lagi Produktif Lebih Baik Dilelang. Agar aset-aset yang membebani keuangan daerah dan tidak berkontribusi buat peningkatan PAD, sebaiknya diserahkan kepada kabupaten/kota.

Akurasi.id, Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengelolaan Barang Milik Daerah, mulai bergerak cepat. Terlebih ketika pansus usai menerima draf dan langsung melanjutkan agenda kerja dengan menyusun Daftar Inventaris Masalah (DIM).

Tujuannya, jelas untuk menginventarisasi dan merapikan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Gerak cepat ini pun diungkapkan Syafruddin selaku anggota Komisi III DPRD Kaltim yang juga menjabat anggota pansus raperda tersebut.

Mengetahui banyaknya aset Kaltim yang tak terurus dan tidak diketahui keberadaan serta pemanfaatannya. Legislator Fraksi PKB ini mengaku telah siap bekerja, sebab telah menerima draf raperda yang dibutuhkan.

Karenanya, pansus akan bergerak cepat melakukan rapat internal untuk identifikasi DIM. Kemudian, koordinasi dengan instansi terkait terutama kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim dan dilanjutkan dengan berkoordinasi ke 10 pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim.

“Setelah itu baru menentukan langkah selanjutnya,” kata Udin sapaan akrabnya saat dijumpai awak media di ruang Fraksi PKB DPRD Kaltim, Selasa (23/3/2021) lalu.

Setelah rapat dan koordinasi dengan berbagai pihak, pansus akan mengkaji. Dan coba menyarankan agar aset-aset yang membebani keuangan daerah tidak berkontribusi buat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebaiknya diserahkan kepada kabupaten/kota agar lebih bisa dimanfaatkan produktivitasnya.

[irp]

Penyerahan aset provinsi kepada kabupaten/kota ini bukan tanpa alasan. Sebab mengingat anggaran yang tak sedikit untuk mengelola aset daerah menjadi jawaban diserahkannya suatu aset kepada otoritas setempat.  “Inilah bayangan kerja pansus ke depan,” ungkapnya.

Salah satu muatan yang kelak menjadi pembahasan yaitu mengenai aset bergerak. Seperti kendaraan dinas yang masih digunakan mantan pejabat pensiunan. Lanjut Udin, jika memang aset tidak produktif lebih baik didorong untuk dilelang saja.

[irp]

“Karena kendaraan dinas itu membebani daerah untuk dibayar pajaknya. Jadi kalau tidak produktif mending dilelang agar bisa jadi uang,” tukasnya.

Dari langkah yang akan dilakukan pansus raperda ini, harapannya kelak dapat mengatur pengelolaan aset secara produktif dan tidak membebani keuangan daerah dengan mempertahankan aset yang tak lagi produktif. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:#DPRD KaltimAset Lebih Baik DilelangAset Tidak Lagi ProduktifDPRD Kaltim SyafruddinPansus Pengelola Aset Daerah
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Ketimpangan Pembangunan Kaltim Masih Tinggi, Makmur Ingatkan Isran-Hadi Fokus Urus Wilayah Terpencil
Kabar Politik

Ketimpangan Pembangunan Kaltim Masih Tinggi, Makmur Ingatkan Isran-Hadi Fokus Urus Wilayah Terpencil

By
Devi Nila Sari
Dana Jamrek Kaltim Triliunan Diduga Bermasalah, BPK Harus Buka Data ke Publik!
HeadlineLingkunganParlemen

Dana Jamrek Kaltim Triliunan Diduga Bermasalah, BPK Harus Buka Data ke Publik!

By
Redaksi Akurasi.id
Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Kertanegara Sore Ini
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Kertanegara Sore Ini

By
Wili Wili
MoU Pelabuhan Sangatta Dengan Pelindo Dinilai Tidak Tepat, Agus Aras: Pemkab Kutim Sebaiknya Tinjau Ulang
Kabar Politik

Dari LKPj Gubernur Kaltim, Agus Aras Ingatkan 3 Proyek Prioritas Wilayah Utara, Termasuk Pelabuhan

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?