By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kesehatan > Frozen Food Bahaya untuk Anak, Ini Kata Ahli Gizi
Kesehatan

Frozen Food Bahaya untuk Anak, Ini Kata Ahli Gizi

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 2, 2021 12:36 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Frozen Food Bahaya untuk Anak, Ini Kata Ahli Gizi
Kata ahli gizi, frozen food bahaya untuk anak jika dikonsumsi terus menerus. (Getty Images/iStockphoto)
SHARE
Frozen Food Bahaya untuk Anak, Ini Kata Ahli Gizi
Kata ahli gizi, frozen food bahaya untuk anak jika dikonsumsi terus menerus. (Getty Images/iStockphoto)

Frozen Food Bahaya untuk Anak, Ini Kata Ahli Gizi. Makanan beku siap saji umumnya punya lebih banyak kandungan garam, gula, lemak, dan kalori.

Akurasi.id, Bontang – Bahan makanan beku (frozen food) kini menjadi salah satu menu popular yang gampang ditemui di supermarket sampai restoran. Cita rasanya yang gurih, dengan tekstur dan warna menarik, mengundang selera orang untuk menikmatinya. Tak terkecuali anak-anak.

Tidak Sehat

Dokter sekaligus ahli nutrisi, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.hum, mengingatkan, makanan olahan (frozen food)  instan tidak disarankan buat anak-anak. “Tidak banyak yang tahu, frozen food dan bakso-bakso beku yang disukai anak dibuat dari pasta ekstrak ikan. Tidak jelas ikannya,” jelas Tan.

Selain menggunakan bahan-bahan tersebut, Tan juga menyebut frozen food  tidak sehat karena lazim dibumbui MSG, tepung, garam, gula, pengawet, gum, dan sederet bahan biar rasanya enak “Tega kah orang tua memberikan pangan imitasi asal yang penting anaknya doyan makan?” ujar Tan, seperti dilansir Kompas.com

Menurut Tan, makanan beku siap saji umumnya punya lebih banyak kandungan garam, gula, lemak, dan kalori. Saat anak mengonsumsinya setiap saat, berat badan si kecil bisa naik namun tidak sehat. “Sebaiknya dihindari sejak kecil,” kata dia.

Tan menyebutkan alasan kepraktisan tidak bisa menjadi pembenaran bagi orang tua dalam memberikan asupan kepada buah hatinya. Apalagi beberapa bahan makanan imitasi tersebut minim atau nihil kandungan vitamin dan mineralnya.

[irp]

“Bahan makanan asli di mana-mana gizinya sama. Ikan kembung di mana-mana kandungan gizinya sama. Telur juga begitu. Enggak butuh merek,” katanya.

Proses Pembuatan

Salah satu frozen food yang populer adalah crab stick. Selain mudah untuk dimakan, dagisng kepiting juga gurih.

Melansir Healtline, banyak orang beranggapan crab stick merupakan bahan makanan sehat karena dibuat dari olahan laut. Padahal makanan imitasi ini tak ubahnya hot dog.

Proses pembuatan frozen food seperti crab stick dikerjakan dengan cara memilah daging, lemak, dan bahan lain dari bagian tubuh ikan. Bahan yang sudah dipilih lantas dicincang menjadi pasta. Pasta ini lalu dicampur dengan bahan lain sebelum dipanaskan dan dicetak menyerupai daging kepiting.

Kendati bentuknya serupa, kandungan nutrisi kepiting imitasi dan asli sangat berbeda. Dalam masing-masing 85 gram crab stick dan kepiting asli, perbandingan menunjukkan kepiting asli nutrisinya jauh lebih unggul. Hasil pengukuran menampilkan jumlah kalori keduanya mirip. Namun 61 persen kalori crab stick berasal dari karbohidrat. Sedangkan 85 persen kalori kepiting asli berasal dari protein murni, tanpa karbohidrat. Selain itu, kepiting asli lebih kaya kandungan vitamin B12, seng, dan selenium. Ada juga zat omega-3, yang komposisinya nyaris 10 kali lipat lebih banyak ketimbang crab stick.

Secara umum seafood asli punya lebih banyak gizi penting ketimbang frozen food. Kabar buruknya, gizi yang justru hilang tersebut sebetulnya sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Jadi, masih mau memberi makanan “imitasi” ini bagi anak? (*)

Editor: Rachman Wahid

TAGGED:Crab StickFrozen FoodFrozen Food Bahaya untuk AnakkesehatanKesehatan AnakMakanan Beku
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemerintah Cabut Protokol Covid-19, MUI Bolehkan Saf Rapat di Masjid
HeadlineKesehatanRagam

Pemerintah Cabut Protokol Covid-19, MUI Bolehkan Saf Rapat di Masjid

By
akurasi 2019
7 Manfaat Kencur untuk Kesehatan: Dari Batuk hingga Mencegah Sel Kanker
KesehatanTrending

7 Manfaat Kencur untuk Kesehatan: Dari Batuk hingga Mencegah Sel Kanker

By
Wili Wili
Sering Kesal Walau Masalahnya Sudah Lama, Itu Tanda Kamu Menyimpan Dendam, Awas Jadi Penyakit!
Kesehatan

Sering Kesal Walau Masalahnya Sudah Lama, Itu Tanda Kamu Menyimpan Dendam, Awas Jadi Penyakit!

By
Devi Nila Sari
the next band
DestinasiKesehatan

Sisi Lain Mahyunadi, Bina The Next Band, Bermain Profesional Tanpa Latihan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?