By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Peredaran Elpiji 3 Kg di Bontang Capai 123.760 Tabung, Sayangnya Masih Banyak Salah Sasaran
Trending

Peredaran Elpiji 3 Kg di Bontang Capai 123.760 Tabung, Sayangnya Masih Banyak Salah Sasaran

Devi Nila Sari
Last updated: Februari 4, 2021 9:49 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Peredaran Elpiji 3 Kg di Bontang Capai 123.760 Tabung, Sayangnya Masih Banyak Salah Sasaran
Jumlah pengguna gas elpiji di Bontang mencapai 123.760 tabung, hanya saja pemakaian gas itu masih banyak yang salah sasaran. (Ilustrasi)
SHARE
Peredaran Elpiji 3 Kg di Bontang Capai 123.760 Tabung, Sayangnya Masih Banyak Salah Sasaran
Jumlah pengguna gas elpiji di Bontang mencapai 123.760 tabung, hanya saja pemakaian gas itu masih banyak yang salah sasaran. (Ilustrasi)

Peredaran elpiji 3 kg di Bontang capai 123.760 tabung, sayangnya masih banyak salah sasaran. Lewat program trade in atau penukaran tabung gas, para ASN yang masih menggunakan elpiji 3 kg dapat beralih ke Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg.

Akurasi.id, Bontang – Meski menjadi masalah klasik, penyaluran dan pemanfaatan gas elpiji 3 kilogram (kg) tampaknya belum benar-benar tepat sasaran. Masih banyak kalangan yang semestinya tidak menggunakan itu, malah tanpa sungkan menggunakan gas elpiji 3 kg. Tidak terkecuali di Kota Bontang.

Untuk diketahui, berdasarkan Undang-Undang nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM, penggunaan LPG (liquefied petroleum gas) atau elpiji bersubsidi 3 kg hanya diperuntukkan bagi usaha kecil yang beromzet maksimal Rp833 ribu per hari.

Sedang untuk memenuhi kebutuhan energi kalangan pengusaha, PNS dan warga berpenghasilan tinggi lainnya, PT Pertamina telah menyiapkan LPG jenis Bright Gas. Bahkan, Pertamina memberikan diskon sebesar Rp17.000 hingga Rp45.000 untuk pembelian tabung perdana dan isi ulang Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg.

Namun faktanya, masih banyak orang mampu tidak malu-malu memakai elpiji bersubsidi 3 kg, baik kalangan pengusaha maupun kalangan pegawai negeri. Hal ini yang ditengarai menjadi pemicu kelangkaan elpiji 3 kg.

Hal itu pun diakui Sales Branch Manager 3 PT Pertamina wilayah Kaltimtara Roby Kurniawan. Dikatakan dia, bahwa elpiji 3 kg ditujukan bagi masyarakat miskin. Akan tetapi, pemanfaatan itu menurutnya belum sepenuhnya tepat sasaran, termasuk di Bontang.

Sebagai upaya agar penggunaan elpiji 3 kg bisa tepat sasaran, Roby mengaku, PT Pertamina meluncurkan program Trade in Bright atau penukaran tabung gas subsidi ke tabung non subsidi Bright Gas 5,5 kg. Salah satu sasarannya yakni para aparatur sipil negara (ASN).

[irp]

“Kami juga mencoba menyosialisasikan itu kepada para CASN, pegawai BUMN, BUMD, pelaku usaha non mikro, dan seluruh masyarakat berpenghasilan di atas Rp1,5 juta,” ucapnya, Senin (1/2/2021) lalu.

Namun program Trade in Bright tahap awal telah dilaksanakan sejak 1-6 Januari 2021. Sasaran utama yakni mengajak ASN di Kota Bontang beralih menggunakan gas non subsidi. “ASN ini memang menjadi prioritas kami. Tapi masyarakat umum juga sudah bisa melakukan,” ujarnya.

Untuk menukarkan gas melon ke tabung 5,5 kg, kata dia, sekarang sudah bisa dilakukan di agen-agen resmi yang menjadi kerja sama dengan PT Pertamina.“Gampang saja tinggal bawa tabung, teknisnya nanti ada di agen. Di Bontang agen ada dua,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang, Asdar Ibrahim membenarkan, jika penggunaan tabung gas subsidi di Bontang masih belum sepenuhnya tepat sasaran.

“Meski banyak yang sudah menggunakan jaringan gas (jargas), tapi peminat gas melon ini tidak ada penurunan,” terang Asdar.

[irp]

Berdasarkan data yang dimiliki Diskop-UKMP Bontang, diketahui kalau peredaran tabung gas elpiji 3 kg yang digunakan masyarakat Kota Taman –sebutan Bontang- mencapai 123.760 tabung. Dengan adanya program trade in atau penukaran tabung gas, diharapkan pemanfaatan elpiji bisa tetap sasaran ke depan.

“Mudah-mudahan dengan adanya program ini bisa mengurai pemakaian tabung melon (3 kg) (sehingga tidak ada lagi kelangkaan seperti yang sering kita jumpai selama ini),” harapnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Dilengkapi: Dirhanuddin
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Diskop-UKMP BontangElpiji Capai 123.760 TabungElpiji di BontangMasih Banyak Salah SasaranPeredaran Elpiji 3 KgPT Pertamina
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

PSSI Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Patrick Kluivert dan Tim Kepelatihan Timnas Indonesia
OlahragaTrending

PSSI Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Patrick Kluivert dan Tim Kepelatihan Timnas Indonesia

By
Wili Wili
Peningkatan Kasus Infeksi Menular Seksual Tantangan Serius Bagi Kesehatan Global
KesehatanTrending

Peningkatan Kasus Infeksi Menular Seksual Tantangan Serius Bagi Kesehatan Global

By
akurasi 2019
Rafael Struick Gabung Dewa United: Jan Olde Ungkap Isi Pertemuan di Belanda
OlahragaTrending

Rafael Struick Gabung Dewa United: Jan Olde Ungkap Isi Pertemuan di Belanda

By
Wili Wili
Mary Jane Veloso: Kisah Perjuangan Terpidana Mati Narkoba yang Akan Pulang ke Filipina setelah Lebih dari Satu Dekade Diplomasi
PeristiwaTrending

Mary Jane Veloso: Kisah Perjuangan Terpidana Mati Narkoba yang Akan Pulang ke Filipina setelah Lebih dari Satu Dekade Diplomasi

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?