Wakil Rakyat Hadiri Demo, Andi Faiz: DPRD Bontang Menolak Tegas Omnibus Law

![]()


Akurasi.id, Bontang – Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faisal Sofyan Hasdam turut memberikan tanggapan perihal aksi massa yang tergabung dalam Aliansi Ormas Bontang saat demo menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law di pertigaan depan Plaza Taman Ramayana, Jumat (9/10/20).
Baca juga: Agus Haris: Saya Tidak Setuju dengan UU Omnibus Law
Tujuan demo tersebut untuk meminta persetujuan dari anggota DPRD Bontang untuk menolak undang-undang tersebut. Mengingat undang-undang tersebut dianggap merugikan buruh, termasuk di Bontang.
“Tadi kita sudah melakukan tanda tangan secara simbolis bersama beberapa perwakilan masyarakat, bahwa kami DPRD Bontang menolak dengan tegas Omnibus Law tersebut dan untuk itu akan kami sampaikan ke pemerintah pusat,” ucap Andi Faiz -sapaannya- di hadapan awak media.
Andi Faiz menegaskan DPRD Bontang akan segera berkomukasi dengan Pjs Wali Kota Bontang Riza Indra Riadi untuk membuat surat penolakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bersama DPRD Bontang. Kata dia, untuk dijadikan acuan bahwa masyarakat Bontang menolak UU Cipta Kerja tersebut.
“Saya pikir untuk teman-teman yang ada di DPRD secara hati nurani semua sepakat untuk tidak mendukung yang namanya undang-undang tersebut. Tetapi tentu dalam menyatakan sikap tidak harus turun ke lapangan, tetapi banyak hal yang bisa kami lakukan mungkin lewat surat dan lain sebagainya,” tegasnya.
Andi Faiz juga mengimbau untuk seluruh masyarakat dan seluruh elemen yang ada untuk memercayakan hal tersebut ke DPRD Bontang. Dia juga menjelaskan bahwasanya hal itu rananya dari pemerintah pusat. Sedangkan DPRD hanyalah perpanjangan tangan aspirasi masyarakat daerah untuk disampaikan ke pemerintah pusat, dalam hal ini DPR RI.
Dia juga berpesan untuk masyarakat yang melakukan demonstrasi agar tetap menjaga ketertiban, tidak besrikap anarkis, dan menghindari adanya kekerasan untuk menjaga ketentraman di Kota Taman -sebutan Bontang- tetap terjaga.
“Jaga sikap, jangan anarkis, dan jangan sampai ada kekerasan. Apabila itu terjadi maka akan diproses secara hukum, cukup percayakan kepada kami agar tidak terjadi pergoncangan di Bontang. Kita semua bertanggung jawab untuk menjaga kota kita tetap stabil,” pungkasnya. (*)
Penulis: Rezki Jaya
Editor: Suci Surya Dewi









