By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Sempat Diterpa Isu Miring Ijazah Palsu, Ini Alasan Mahyunadi Tidak Pernah Memberi Respons
Kabar Politik

Sempat Diterpa Isu Miring Ijazah Palsu, Ini Alasan Mahyunadi Tidak Pernah Memberi Respons

akurasi 2019
Last updated: September 23, 2020 8:28 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Sempat Diterpa Isu Miring Ijazah Palsu, Ini Alasan Mahyunadi Tidak Pernah Memberi Respons
Calon Bupati Kutim Mahyunadi angkat bicara atas isu ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya. (Dok Redaksi Akurasi.id)
SHARE
Sempat Diterpa Isu Miring Ijazah Palsu, Ini Alasan Mahyunadi Tidak Pernah Memberi Respons
Calon Bupati Kutim Mahyunadi angkat bicara atas isu ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya. (Dok Redaksi Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Calon Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi memilih untuk tidak memberikan respons apapun atas isu miring ijazah palsu yang menderanya. Belakangan diketahui, di balik sikap diam yang dia lakukan ternyata memiliki alasan yang cukup kuat.

Baca juga: Tepis Isu Ijazah Palsu, KPU Tetapkan Mahyunadi-Kinsu Jadi Cabup-Cawabup Kutim

Kepada wartawan media ini, Mahyunadi menyampaikan alasan atas sikapnya tersebut. Menurutnya, dengan telah ditetapkannya dia dan Lulu Kinsu sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati oleh KPU Kutim pada Rabu (23/9/2020), secara tidak langsung telah menepis isu ijazah palsu yang dihembuskan dan dituduhkan kepadanya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur telah ada penetapan dari KPU secara resmi untuk saya dan Pak Lulu Kinsu sebagai calon bupati dan wakil bupati Kutim. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah melakukan berbagai proses tahapan pemilu hingga dengan penetapan hari ini,” ucapnya, Rabu (23/9/2020).

Calon bupati Kutim yang diusung 6 partai politik dengan keterwakilan 23 kursi di DPRD Kutim itu mengutarakan, bahwa dia selama ini memang sengaja memilih untuk diam dan tidak memberikan respons berlebihan atas isu ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya.

“Saya sengaja tidak ingin mengklarifikasi itu, karena memang isu itu tidak benar. Saya cukup berdiam diri saja. Biarkan proses aturan atau hukum yang mengklarifikasinya secara otomatis. Dengan telah ditetapkannya saya dan Pak Kinsu oleh KPU, itu sekaligus menepis isu yang beredar kalau saya melampirkan ijazah palsu dalam pendaftaran,” tuturnya.

Kendati diterpa isu miring atau black campaign, Mahyunadi tetap mengingatkan dan meminta kepada seluruh pendukungnya, supaya fokus bekerja dan berjuang. Kata dia, isu yang beredar jangan sampai membuat perpecahan dan memancing konflik.

“Kepada semua tim saya, saya minta untuk bekerja dengan santun, sopan, semangat, dan baik. Carilah simpati masyarakat.  Kita berjuang untuk menang. Dan menang memang tujuan pertama, tapi tujuan utama kita adalah berhasil melakukan pembangunan,” imbuhnya.

Dia mengingatkan, bahwa menang dengan cara-cara terhormat dan mengedepankan program pembangunan. Mengajak masyarakat cerdas memilih pemimpin bukan karena suku, agama, dan kelompok, apalagi karena politik uang, melainkan memilih karena visi dan misi pembangunannya.

“Menang dengan cara terhormat itu sangat penting. Menang dengan mencari simpati sangat penting. Karena di saat kita memang, kita memiliki tujuan utama membangun Kutim. kita perlu kebersamaan dan kekompakan, dan itu bisa dibangun dengan saling menghargai dan menghormati,” tandasnya. (*)

Penulis: Redaksi Akurasi.id
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Isu Miring Ijazah PalsuKlarifikasiMahyunadiPilkada Kutim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Presiden Prabowo Subianto Minta Maaf Terkait Program Makan Bergizi Gratis, Janjikan Percepatan Implementasi
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Subianto Minta Maaf Terkait Program Makan Bergizi Gratis, Janjikan Percepatan Implementasi

By
Wili Wili
Usai Terima SK Dukungan Partai NasDem, Andi Harun-Rusmadi Tatap Pilwalkot Samarinda Penuh Optimis
Kabar Politik

Usai Terima SK Dukungan Partai NasDem, Andi Harun-Rusmadi Tatap Pilwalkot Samarinda Penuh Optimis

By
akurasi 2019
Pelabuhan Loktuan Bontang Jadi Tempat Bongkar Muat Batu Bara Dianggap Hanya Akan Merugikan Masyarakat
BirokrasiKabar Politik

Pelabuhan Loktuan Bontang Jadi Tempat Bongkar Muat Batu Bara Dianggap Hanya Akan Merugikan Masyarakat

By
Devi Nila Sari
Perbedaan Hasil Survei Pilgub Jakarta 2024: LSI vs. Poltracking, Siapa yang Lebih Akurat?
HeadlineKabar Politik

Perbedaan Hasil Survei Pilgub Jakarta 2024: LSI vs. Poltracking, Siapa yang Lebih Akurat?

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?