

Akurasi.id, Bontang – Dinas Pertahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) melakukan pengambilan sampel darah dari 50 ekor babi, di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, pada Selasa (22/9/20) lalu.
Baca juga: Dinilai Strategis, Tiga Pelabuhan di Bontang Jadi Primadona Nelayan Melakukan Pendaratan Ikan
Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kesehatan Hewan DPK3 Bontang drh Riyono menjelaskan penyakit yang dapat menyerang hewan ternak ini disebabkan oleh virus. Dikhawatirkan virus tersebut bisa menular ke sesama hewan ternak lainnya. Tentunya ini akan merugikan perekonomian peternak hewan di Kota Taman -sebutan Bontang-.
“Jadi kami mengambil sampel darah babi serta melakukan pemeriksaan mulut dan kuku,” ucap Riyono saat dihubungi Akurasi.id.
Dia menyebut, tanda-tanda jika hewan tersebut terkena virus antara lain demam tinggi, pincang, liur keluar berlebihan, dan lainnya. Hal ini juga dapat menimbulkan tingkat kematian 100 persen bagi hewan yang terkena virus tersebut. Riyono menyatakan di Kota Bontang belum ada tanda-tanda keberadaan virus hewan tersebut.
“Tetapi untuk meyakinkan bahwa peternakan di sini aman, kita harus melakukan pengambilan sampel terlebih dahulu. Namun saat ini dari tanda klinisnya belum ada tanda-tanda terjangkit virus tersebut,” beber dia.
Pria yang akrab disapa Yono ini juga menjelaskan untuk bahan pangan hewan ternak babi di Bontang tidak banyak yang berasal dari makanan alami. Melainkan banyak didapatkan dari limbah makanan yang dikhawatirkan sudah tercemar.
Oleh sebab itu penting untuk dilakukan pemeriksaan rutin agar para peternak di Bontang tidak dirugikan adanya penyakit pada hewan. Di mana syarat untuk pengambilan sampel darah ini, kata Riyono, minimal populasi per kendang terdapat 20 ekor babi.
“Sampel ini nantinya akan dikirim ke salah satu puskeswan di Surabaya untuk diteliti, karna ini juga temasuk agenda nasional,” jelasnya.
Untuk diketahui, virus penyakit ini tidak menular ke Manusia, tetapi sangat berbahaya untuk sesama hewan ternak lainnya. Penting juga untuk para peternak menjaga bahan pangan untuk hewat ternak tersebut. (*)
Penulis: Rezki Jaya
Editor: Suci Surya Dewi
