By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Antisipasi Penularan Virus, DPK3 Bontang Ambil Sampel 50 Ekor Babi
Birokrasi

Antisipasi Penularan Virus, DPK3 Bontang Ambil Sampel 50 Ekor Babi

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 17, 2021 6:11 pm
By
Devi Nila Sari
Share
2 Min Read
Antisipasi Penularan Virus, DPK3 Bontang Ambil Sampel 50 Ekor Babi
Petugas DPK3 Bontang mengambil sampel darah babi di Kelurahan Kanaan. (Dok DPK3 Bontang)
SHARE

Antisipasi Penularan Virus, DPK3 Bontang Ambil Sampel 50 Ekor Babi
Petugas DPK3 Bontang mengambil sampel darah babi di Kelurahan Kanaan. (Dok DPK3 Bontang)

Akurasi.id, Bontang – Dinas Pertahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) melakukan pengambilan sampel darah dari 50 ekor babi, di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, pada Selasa (22/9/20) lalu.

Baca juga: Dinilai Strategis, Tiga Pelabuhan di Bontang Jadi Primadona Nelayan Melakukan Pendaratan Ikan

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kesehatan Hewan DPK3 Bontang drh Riyono menjelaskan penyakit yang dapat menyerang hewan ternak ini disebabkan oleh virus. Dikhawatirkan virus tersebut bisa menular ke sesama hewan ternak lainnya. Tentunya ini akan merugikan perekonomian peternak hewan di Kota Taman -sebutan Bontang-.

“Jadi kami mengambil sampel darah babi serta melakukan pemeriksaan mulut dan kuku,” ucap Riyono saat dihubungi Akurasi.id.

Dia menyebut, tanda-tanda jika hewan tersebut terkena virus antara lain demam tinggi, pincang, liur keluar berlebihan, dan lainnya. Hal ini juga dapat menimbulkan tingkat kematian 100 persen bagi hewan yang terkena virus tersebut. Riyono menyatakan di Kota Bontang belum ada tanda-tanda keberadaan virus hewan tersebut.

“Tetapi untuk meyakinkan bahwa peternakan di sini aman, kita harus melakukan pengambilan sampel terlebih dahulu. Namun saat ini dari tanda klinisnya belum ada tanda-tanda terjangkit virus tersebut,” beber dia.

Pria yang akrab disapa Yono ini juga menjelaskan untuk bahan pangan hewan ternak babi di Bontang tidak banyak yang berasal dari makanan alami. Melainkan banyak didapatkan dari limbah makanan yang dikhawatirkan sudah tercemar.

Oleh sebab itu penting untuk dilakukan pemeriksaan rutin agar para peternak di Bontang tidak dirugikan adanya penyakit pada hewan. Di mana syarat untuk pengambilan sampel darah ini, kata Riyono, minimal populasi per kendang terdapat 20 ekor babi.

“Sampel ini nantinya akan dikirim ke salah satu puskeswan di Surabaya untuk diteliti, karna ini juga temasuk agenda nasional,” jelasnya.

Untuk diketahui, virus penyakit ini tidak menular ke Manusia, tetapi sangat berbahaya untuk sesama hewan ternak lainnya. Penting juga untuk para peternak menjaga bahan pangan untuk hewat ternak tersebut. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:50 Ekor BabiDKP3 Bontangkesehatan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemberlakuan Jam Malam Bontang, PAD Bisa Terimbas
Birokrasi

Pemberlakuan Jam Malam Bontang, PAD Bisa Terimbas

By
akurasi 2019
DPK Bontang Dijamin Steril, Retno: Jangan Ragu Datang ke Perpustakaan
Birokrasi

DPK Bontang Dijamin Steril, Retno: Jangan Ragu Datang ke Perpustakaan

By
Devi Nila Sari
Penyusunan Produk Hukum Daerah, Raking: Target Desember Paripurna
Birokrasi

Penyusunan Produk Hukum Daerah, Raking: Target Desember Paripurna

By
akurasi 2019
Peringati Hari Pangan Dunia, DKP3 Bontang Ajak Masyarakat Bertanam di Pekarangan Rumah
Birokrasi

Peringati Hari Pangan Dunia, DKP3 Bontang Ajak Masyarakat Bertanam di Pekarangan Rumah

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?