By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Pandemi Covid-19 Bikin Pedagang Bendera di Kutim Menjerit, Omset Terjun Bebas hingga 50 Persen
Corak

Pandemi Covid-19 Bikin Pedagang Bendera di Kutim Menjerit, Omset Terjun Bebas hingga 50 Persen

akurasi 2019
Last updated: Agustus 15, 2020 12:29 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Pandemi Covid-19 Bikin Pedagang Bendera di Kutim Menjerit, Omset Terjun Bebas hingga 50 Persen
Cang seorang pedagang bendera di Jalan Margo Santoso, Sangatta Utara, Kutim. (Ella/Akurasi.id)
SHARE
Pandemi Covid-19 Bikin Pedagang Bendera di Kutim Menjerit, Omset Terjun Bebas hingga 50 Persen
Cang seorang pedagang bendera di Jalan Margo Santoso, Sangatta Utara, Kutim. (Ella/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Masa pandemi Covid-19 ini benar-benar memberikan banyak dampak bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya terbatasnya aktivitas masyarakat, tetapi juga berpengaruh pada ekonomi. Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-75 tahun ini saja misalnya, banyak di antara pedagang bendera merah putih yang dibuat menjerit.

Baca juga: Pelaku Tabrakan Beruntun di Sangatta Mantan Residivis, Terancam Dijerat 2 Perkara Berbeda

Jika pada tahun lalu, momentum perayaan Hari Kemerdekaan menjadi sumber rezeki yang cukup menjanjikan bagi pedagang, maka di masa pandemi ini mereka harus dibuat berpikir ekstra keras bagaimana menjual bendera merah putih yang jadi jualan mereka agar bisa laku.

Bagaimana tidak, di masa pandemi Covid-19 ini, hampir seluruh pedagang bendera merah putih senada mengeluhkan sulitnya menjual dagangan mereka. Bahkan, akibat dari pandemi Covid-19 ini, omset jualan mereka terjun bebas hingga 50 persen.

Satu di antara pedagang yang mengeluhkan itu adalah warga Sangatta Selatan bernama Cang (39). Pria yang berjualan bendera merah putih dan umbul-umbul di Jalan Margo Santoso itu mengaku jika penjualan dalam tahun ini sangat kurang.

“Beda dari tahun lalu, omset tahun ini merosot 50 persen, jika tahun lalu mampu saya dapatkan keuntungan Rp6 juta, maka tahun ini hanya bagi duanya saja,” ujarnya saat disambangi Akurasi.id, Kamis (12/8/2020) lalu.

Cang sudah berjualan sejak tanggal 26 Juli 2020 lalu. Dalam kurun waktu itu hingga dengan menjelang perayaan Hari Kemerdekaan, omset yang ia dapatkan baru Rp 3,5 juta. “Sejak tanggal 26 Juli lalu saya jualan di sini, sehari paling hanya ada satu pembeli saja, hari ini saja sudah menjelang sore baru satu yang datang membeli bendera,” keluhnya.

Ia menganggap pandemi Covid-19 membatalkan semua acara khas 17 Agustus sehingga berdampak ke penjualan bendera. “Omsetnya berkurang ya karena tidak ada kesibukan hiburan, panggung hiburan dan lainnya akhirnya mengurangi penjualan bendera,” kata Cang.

Jika di hari biasa ia hanya berprofesi sebagai pedagang aksesoris keliling, tahun ini merupakan tahun kedua Cang menjadi pedagang bendera. “Kalau bulan biasanya saya jualan aksesoris keliling, namun setiap menjelang Agustus saya coba berjualan bendera,” katanya.

Barang-barang itu pun ia pesan dari luar Kalimantan yakni daerah Bandung, Jawa Barat. “Bendera dan lainnya saya pesan dari kampung halaman saya langsung dan di kirim ke sini, harganya pun beragam dan masih bisa nego,” tutupnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:17 AgustusCovid-19Hari Kemerdekaan RIOmset PedagangPandemi Covid-19Pedagang Bendera
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Infografis

Kenali Gejala Covid-19 Varian Delta

By
Devi Nila Sari
warga samarinda
Trending

Sudah 2 Warga Samarinda Positif Corona, Keluarga Pasien Masuk Pemantauan

By
akurasi 2019
covid-19 balikpapan
Trending

Pedagang di Balikpapan Berstatus PDP Covid-19 Meninggal Dunia, Punya Riwayat ke Jawa dan Madura

By
akurasi 2019
, Terbanyak di Balikpapan
Trending

Updet Covid-19 Kaltim: Pasien Positif Melonjak di New Normal, Terbanyak di Balikpapan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?