By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Begini Proses Pengelolaan Limbah Medis di RSUD Taman Husada
Birokrasi

Begini Proses Pengelolaan Limbah Medis di RSUD Taman Husada

akurasi 2019
Last updated: Maret 22, 2021 3:25 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Begini Proses Pengelolaan Limbah Medis di RSUD Taman Husada
Tempat pemrosesan limbah medis di RSUD Taman Husada Bontang. (Hesti Damayanti/Akurasi.id)
SHARE

Begini Proses Pengelolaan Limbah Medis di RSUD Taman Husada
Tempat pemrosesan limbah medis di RSUD Taman Husada Bontang. (Hesti Damayanti/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Limbah medis merupakan salah satu tantangan terbesar yang mesti dihadapi oleh penyedia layanan kesehatan setiap harinya.

Misalnya seperti tempat bekas rendaman darah, sarung tangan, kain kasa, jaringan manusia yang digunakan selama prosedur pengobatan, serta setiap sampah dari kamar pasien dengan penyakit menular hingga vaksin yang dibuang.

baca juga: Rayakan Hari Anak Nasional, Pasien Anak RSUD Taman Husada Dapat Bingkisan

Menurut Kepala Kesling RSUD Taman Husada Bontang Sri Erna Nilawati, ada beberapa program yang dibuat oleh rumah sakit pelat merah ini dalam hal penanganan limbah rumah sakit. Mulai dari pengoperasian air bersih, pengelolaan air limbah, air minum, sampah, dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Lebih jauh Sri Erna Nilawati menjelaskan terkait pengolahan limbah-limbah yang berasal dari RSUD Kota Taman ini.

“Kalau air limbah kita punya Instalasi Pembuangan Air Limbah atau IPAL. Rumah sakit kami pun juga telah dilengkapi dengan perizinan pembuangan air limbah,” bebernya saat ditemui Akurasi.id belum lama ini.

Erna juga menambahkan bahwa RSUD Taman Husada mengolah sisa dari limbah penanganan Covid-19 dengan membakarnya di insinerator. Pada insenerator, kata dia, pembakaran limbah Covid-19 yang telah digunakan menggunakan suhu di atas 1200 derajat celcius. Kemudian limbah abunya dikirim ke PPLI yang terletak di Cileungsi, Jawa Barat. Pasalnya di sana sudah memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Dalam satu hari limbah yang dihasilkan dari penanganan Covid-19 mencapai 10 kilogram bahkan lebih,” ucapnya.

Perempuan berjilbab ini juga memberi penjelasan lebih dalam terkait pembuangan abu limbah tersebut. Dia menyebut saat ini di Bontang belum memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk pembuangan abu dari limbah Covid-19. Oleh sebab itu seluruh abu yang telah melewati proses pembakaran di insinerator dikirim ke PPLI Cileungsi dikarenakan abu tersebut termasuk dalam limbah logam berat.

“Untuk emisi yang dihasilkan dari pembakaran limbah tersebut kami telah melakukan pengukuran uji emisi dan udara ambien agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Kami juga rutin melakukan uji emisi dan hasil udara ambien pun bagus,” terangnya.

Untuk meminimalisir hasil limbah yang dihasilkan RSUD Taman Husada Bontang, setiap bulan RSUD Taman Husada melakukan uji sampling dan sistem IPAL rumah sakit yang berada di tempat tertutup. Kata Erna, limbah abu yang juga melewati pembakaran di insinerator lalu disimpan di tempat pembuangan sampah (TPS) dan memiliki izin limbah B3 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Di dalamnya, juga terdapat limbah lampu yang sebelumnya dipakai rumah sakit menggunakan lampu LED dengan merkuri. Limbah lampu tersebut tidak boleh dibuang sembarangan dan harus dibuang ke TPS limbah B3. Jadi limbah medis dan non medis harus dipilah terlebih dahulu sebelum di buang ke pengolahan limbah.

“Nantinya limbah infeksius akan dibuang ke insinerator. Sedangkan non infeksius dibuang ke TPS lalu ke TPA,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hesti Damayanti
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:Limbah MedisPengolahan Limbah RSUD BontangRSUD Taman Husada Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Kabut Asap Selimuti Singapura, Kualitas Udara Masuk Level Tidak Sehat

Akurasi.id - Kualitas udara di Singapura memburuk sejak Kamis, 4 September 2026.…

Fuel Surcharge Naik, Siap-siap Harga Tiket Pesawat Ikutan Naik

Akurasi.id - Calon penumpang siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah maskapai penerbangan…

Rencana Beli BBM Subsidi Pakai STNK Dibatalkan Pertamina, Ini Alasannya

Akurasi.id - Rencana kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK saat…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bulan Ramadan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang Tetap Layani Sistem Peminjaman Tertutup
Birokrasi

Bulan Ramadan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang Tetap Layani Sistem Peminjaman Tertutup

By
Devi Nila Sari
Jokowi Ungkap Alasan Larangan Penjualan Rokok Batangan
BirokrasiHeadlineRagam

Jokowi Ungkap Alasan Larangan Penjualan Rokok Batangan

By
Devi Nila Sari
Belajar Makin Asyik dengan Koleksi Audio Visual di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang
Birokrasi

Belajar Makin Asyik dengan Koleksi Audio Visual di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang

By
Devi Nila Sari
wali kota bontang
Birokrasi

Wali Kota Bontang: Jangan Beri Stigma Negatif Pasien Covid-19

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?