By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Puncak Covid-19 Kaltim Diperkirakan Mei ke Juni dengan Pasien Mencapai 500 Kasus
Trending

Puncak Covid-19 Kaltim Diperkirakan Mei ke Juni dengan Pasien Mencapai 500 Kasus

akurasi 2019
Last updated: April 20, 2020 6:47 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
puncak covid-19
Puncak Covid-19 di Kaltim diperkirakan akan terjadi pada akhir Mei hingga awal Juni 2020. (Ilustrasi)
SHARE
puncak covid-19
Puncak Covid-19 di Kaltim diperkirakan akan terjadi pada akhir Mei hingga awal Juni 2020. (Ilustrasi)

Akurasi.id, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kaltim memperkirakan puncak pandemik virus corona di Kaltim akan terjadi pada akhir Mei dan awal Juni 2020.

baca juga: BREAKING: Peserta Ijtima Ulama Positif Corona Kembali Bertambah 2 Orang dari 4 Kasus Hari Ini

Dalam mdeio itu, Dinkes Kaltim memprediksikan jumlah warga Kaltim yang terpapar atau positif Covid-19 angkanya bisa mencapai ratusan atau sekitar 500 kasus. Sehingga, kewaspadaan dan kesadaran dari masyarakat untuk tetap di rumah dan melakukan physical distancing sangat diharapkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengatakan, meski secara pasti pihaknya belum dapat memperkirakan ada berapa lonjakan pasien corona di Kaltim dalam beberapa bulan ke depan, namun kemungkinan jumlahnya masih akan terus bertambah.

“Untuk Kaltim, kami memang masih cukup sulit memastikannya. Karena hasil uji Swab dari BBLK Surabaya sendiri memang terbilang sangat lambat,” tutur dia dalam video konferensinya, Senin (20/4/20) petang tadi.

Kendati begitu, jika merujuk hasil rapid test atau test cepat yang dilakukan beberapa pekan lalu di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim, tercatat ada sebanyak 79 orang menunjukkan reaktif corona.

“Berapa pasti besarannya, kami belum tahu lagi. Tapi kalau melihat gambaran dari hasil rapid test, bisa jadi ada tambahan 500 pasien corona di Kaltim, dengan puncaknya yakni pada akhir Mei hingga awal Juni 2020,” paparnya.

Menurut dia, meningkat atau tidaknya pasien corona di Kaltim bergantung dua hal, pertama, kebijakan dari pemerintah kabupaten/kota. Kedua, kesadaran masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah dan melakukan physical distancing.

“Semua ini tergantung dari pemerintah kabupaten/kota untuk ekstra ketat melakukan pembatasan sosial. Kemudian sejauh mana masyarakat menjaga pergerakan (atau physical distancing),” ucapnya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Dari sisi pemerintah kabupaten/kota sendiri, ada yang telah melakukan upaya-upaya pembatasan sosial dengan cara memperketat pengaturan arus lalu lintas dan kegiatan masyarakat. Ada juga yang tidak melaksanakan. Kemudian ada yang telah melakukan, namun pelaksanaannya mulai longgar.

“Dari kebijakan pembatasan sosial yang dilakukan sejauh ini, hasilnya belum begitu maksimal. Karena aturan pembatasan sosial yang diterapkan, sepertinya belum berjalan dengan begitu baik. Dan ini yang sangat kami khawatirkan sebenarnya,” imbuh dia. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Coronacorona kaltimCovid-19puncak covid-19 kaltimwarga kaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Februari 2026 Naik Rp40.000, Tembus Rp3.085.000 per Gram
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Februari 2026 Naik Rp40.000, Tembus Rp3.085.000 per Gram

By
Wili Wili
Polisi Meningkatkan Kasus Dugaan Pemerasan oleh Firli Bahuri ke Tahap Penyidikan
HeadlineTrending

Polisi Meningkatkan Kasus Dugaan Pemerasan oleh Firli Bahuri ke Tahap Penyidikan

By
akurasi 2019
Tragedi Nizam: Permintaan Terakhir Bocah 6 Tahun Pontianak Sebelum Tewas di Tangan Ibu Tiri
Hukum & KriminalTrending

Tragedi Nizam Permintaan Terakhir Bocah 6 Tahun Pontianak Sebelum Tewas di Tangan Ibu Tiri

By
Wili Wili
Pembongkaran Bangunan di Gang Nibung SKM Samarinda Berlanjut, Akan Ada 40 Bangunan Lagi Dirubuhkan
Trending

Pembongkaran Bangunan di Gang Nibung SKM Samarinda Berlanjut, Akan Ada 40 Bangunan Lagi Dirubuhkan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?