By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Catatan dari ILC, Ekonomi Kaltim Mesti Berbenah, Pemerataan Infrastruktur Meski Digenjot
Corak

Catatan dari ILC, Ekonomi Kaltim Mesti Berbenah, Pemerataan Infrastruktur Meski Digenjot

akurasi 2019
Last updated: Maret 2, 2020 9:30 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
ekonomi kaltim
Tampak para narasumber mengikuti jalannya kegiatan diskusi ILC bertemakan Ekonomi Kita Hari Ini dan Nanti, di Hotel Harris Samarinda, Minggu (1/3/20) malam. (Dirhan/Akurasi.id)
SHARE
ekonomi kaltim
Tampak para narasumber mengikuti jalannya kegiatan diskusi ILC bertemakan Ekonomi Kita Hari Ini dan Nanti, di Hotel Harris Samarinda, Minggu (1/3/20) malam. (Dirhan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Ketergantungan ekonomi Kaltim dari hasil pertambangan menjadi pembahasan yang cukup apik pada gelaran diskusi Irwan Legislative Club (ILC) bertema ‘Politik Ekonomi Kita Hari Ini dan Nanti’ bertempat di Hotel Harris, Samarinda, Minggu (1/3/20) malam.

baca juga: Demokrat dan PDI Perjuangan Beri Isyarat Koalisi Mahyunadi-Ordiansyah di Pilkada Kutim 2020

Dikupasnya persoalan tersebut bukan tanpa diserta alasan yang jelas. Sebagai calon ibu kota negara (IKN) baru, Kaltim sudah semestinya mulai berbenah diri dari ketergantungan ekonomi dari sumber bahan baku fosil, dalam hal ini kegiatan pertambangan.

Akademisi dan Tokoh Intelektual Nasional, Rocky Gerung yang hadir sebagai salah satu panelis pada acara itu, pembangunan sebuah daerah yang tidak sadar tentang pentingnya pelestarian lingkungan, sama halnya dengan orang yang dungu.

Sebab menurutnya, ketergantungan ekonomi pada bahan baku fosil seperti minyak, gas dan batu bara, lambat laun akan mengikis kehidupan masyarakat itu sendiri. Karena dari hasil itu, ada keberlangsungan lingkungan yang dipertaruhkan.

“Begitu ada orang yang baru mendapatkan gelar sarjananya hari ini, besok dia tidak mengerti lingkungan, maka lusa selanjutnya dia akan menjadi orang dungu,” imbuhnya.

Di tengah reformasi dan revolusi lingkungan dunia saat ini, maka sudah semestinya isu lingkungan menjadi pembahasan yang cukup seksi. Bahkan dia mencontohkan, sebagai simbol perlawanan dari industri ekstraktif serupa, seorang remaja perempuan asal Finlandia bernama Greta Thunberg menjadi ikonik dan terus menyuarakan demo perawatan lingkungan dunia yang terus digerus.

Selain itu, di tengah wacana pemindahan IKN ke Kaltim, Rocky Gerung justru memiliki pandangan tersendiri atas isu tersebut. Menurutnya, di era 4.0 ini, seharusnya Kaltim dapat dijadikan pusat riset dunia. Karena Kalimantan digadang-gadang sebagai salah satu paru-paru dunia.

“Presiden kita (Joko Widodo) insinyur kehutanan, tapi tanam hutan beton. Saya bukan mengolok-olok tapi memang begitu kenyataannya,” nyelekit Rocky Gerung.

Sementara itu, Budayawan dan Penggiat Pariwisata Kaltim, Syafruddin Pernyata menyampaikan, ada empat unsur yang harus dipertimbangkan bagi perkembangan sebuah wilayah. Alam, budaya, buatan dan sejarah. Dari sisi sejarah, Kaltim memang telah diakui sebagai peradaban kerajaan Hindu tertua di Indonesia.

Dari aspek budaya, Kaltim memiliki peradaban budaya pantai yang sangat kaya, berada di wilayah Berau. Kabupaten Berau bahkan salah satu gugusan surga yang berada di Bumi Mulawarman.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Kalau mau ke sana itu jauh, apalagi yang dari Jawa sana. Semakin lama waktu, tentu semakin banyak biayanya. Keindahan alam kita belum tereksplor secara maksimal, karena kita masih berkutat di sumber daya fosil,” sebutnya.

Keterlambatan pembangunan infrastruktur di Kaltim diakui anggota DPR RI Irwan. Menurutnya, ketimpangan dan ketidak seimbangan pembangunan itu harus disadari seluruh lapisan masyarakat. Ketergantungan pada tambang, membuat lingkungan terus terancam, sedangkan infrastruktur tidak maksimal.

“Kalau data yang saya dapat, jalan nasional di Kaltim hanya 1.500 kilo, sedangkan jalan nasional di Indonesia itu ada 45.000 kilo. (Artinya, jalan nasional di Kaltim) hanya 4 persen dari infrastruktur jalan nasional. Sedangkan pengelolaan SDA Kaltim sangat besar,” imbuhnya.

Acara yang diinisiasi Samarinda Televisi (STV) dengan pemandu acara Achmad Ridwan selaku Direktur STV dan juga wakil ketua PWI Kaltim ini, turut menghadirkan sejumlah narsumber berkompeten di bidangnya masing-masing. (*)

Penulis: Dirhanuddin


TAGGED:Ekonomi KaltimILCIrwan
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Daftar 23 Pemain

Akurasi.id, Jakarta - Timnas Indonesia akan memulai perjuangan di ajang perdana FIFA…

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan, Dananya Pakai Uang Koruptor

Akurasi.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan baru di sektor pendidikan.…

Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

New Normal Kukar
Corak

New Normal di Kukar Dinilai Tak Efektif, HMI Minta Tim Gugus Covid-19 Lakukan Evaluasi

By
akurasi 2019
Posko Induk Gabungan Kumpulkan Rp72 Juta untuk Korban Kebakaran Rawa Indah
Corak

Posko Induk Gabungan Kumpulkan Rp72 Juta untuk Korban Kebakaran Rawa Indah

By
akurasi 2019
7 Perusahaan Bontang Raih Employment Sosial Security Award
CorakRagam

7 Perusahaan Bontang Raih Employment Sosial Security Award

By
Devi Nila Sari
suriadi said PWI Bontang
Corak

Suriadi Said, Nahkoda Baru PWI Bontang

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?