Birokrasi

Jangan Bikin Takut, Masjid Ramah Anak Kini Diterapkan di Bontang

Loading

banner diskominfo

masjid ramah anak
Kepala DPPKB Bontang Bahtiar Mabe. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Anak-anak kerap mendapat sorotan negatif lantaran aktivitasnya di dalam masjid oleh sebagian jemaah. Pasalnya dinilai mengganggu kekhusyukan beribadah. Tak jarang orang dewasa menegur dengan cara salah sehingga menimbulkan traumatis pada anak.

baca juga: Demi Masjid Ramah Anak, 10 Takmir Bontang Studi ke Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta

Oleh sebab itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang menerapkan masjid ramah anak di Kota Taman –sebutan Bontang. Kepala DPPKB Bontang Bahtiar Mabe membeberkan bahwa selama 24 jam, anak-anak memiliki 3 waktu berbeda. Yakni 8 jam di sekolah, 8 jam di rumah, dan 8 jam di luar rumah. Saat berada di luar rumah, riskan terjadi masalah sosial pada anak.

“Contohnya akibat pergaulan bebas dengan teman anak ikut-ikutan ngelem, dan sebagainya,” ucapnya saat ditemui Akurasi.id, belum lama ini.

Jasa SMK3 dan ISO

Dalam waktu 8 jam di luar rumah biasanya anak juga menghabiskan waktu ke masjid bersama orangtua atau temannya. Namun tak jarang kehadiran anak-anak yang masih senang bermain ketika berada di masjid dianggap mengganggu bagi sebagian jemaah. Sehingga anak-anak kerap dibentak, diancam, bahkan diusir ke luar masjid. Hal itu berdampak buruk bagi psikologis sehingga anak enggan ke masjid.

“Makanya diperlukan masjid ramah anak. Sehingga anak betah bermain dan ibadah di masjid. Jangan membuat anak takut ke masjid karena saat mereka bermain malah dimarahi, dijewer, dan menimbulkan trauma,” ucap Bahtiar.

Di Bontang sudah ada 21 masjid yang memperoleh surat keputusan (SK) dari DPPKB Bontang sebagai masjid ramah anak. Bahtiar menjelaskan masjid ramah anak diharapkan menjadi rumah ibadah yang nyaman bagi jemaah dewasa dan anak-anak.

“Dan kami mengupayakan 8 jam anak di luar itu supaya lebih bermanfaat. Dan paling strategis dengan menggunakan masjid,” jelasnya.

masjid ramah anak
Salah satu kegiatan DPPKB Bontang menerapkan masjid ramah anak dengan berbagi ilmu kepada majelis taklim Masjid Asy Syuhada Berbas Pantai. (istimewa)

Di dalam masjid ramah anak tentunya memiliki fasilitas serta sarana dan prasarana yang mendukung. Misalnya untuk anak usia di bawah 5 tahun diberi ruang untuk berlari dan bermain dengan aman di dalam maupun di luar masjid.

“Usia anak mulai dari 0-18 tahun, itu ada tingkatannya sendiri. Misalnya anak usia 10 tahun ada tempat untuk anak belajar mengaji,” tuturnya.

Bahtiar menyebut jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 30 persennya merupakan anak-anak. Oleh sebab itu dia berharap ke depannya masjid di Bontang selain sebagai tempat ibadah, namun juga mendidik dan membina anak-anak.

“Sebanyak itu mau diarahkan ke mana anak-anak ini? Maka itu dididik dari sekarang supaya lebih bermanfaat. Salah satunya melalui masjid,” tegasnya.

Saat ini ada 2 masjid di Kota Taman yang menjadi pilot project masjid ramah anak. Yaitu Masjid yang menjadi pilot projectnya adalah Masjid Asy Syuhada Kelurahan Berbas Pantai dan Masjid Agung Al Hijrah Kelurahan Tanjung Laut. Bahtiar menyebut program masjid ramah anak di Bontang sudah dimulai sejak 2018 lalu. Namun 2019 DPPKB Bontang mulai gencar menerapkan masjid ramah anak di seluruh wilayah Kota Taman.

“Salah satu keuntungan program dari pusat ini banyaknya bantuan mengalir mulai dari perusahaan, pemerintah pusat, dan DPPKB Bontang sendiri berupa sarana dan prasarana, perpustakaan, hingga fasilitas bermain anak di masjid,” tutupnya. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi

Artikel Terkait

Back to top button