By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Niat Ngeprank Berujung Petaka, 3 Remaja Berau Tewas Usai Tenggak Hand Sanitizer yang Dikira Miras
News

Niat Ngeprank Berujung Petaka, 3 Remaja Berau Tewas Usai Tenggak Hand Sanitizer yang Dikira Miras

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 7, 2021 1:02 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
3 Min Read
Niat Ngeprank Berujung Petaka, 3 Remaja Berau Tewas Usai Tenggak Hand Sanitizer yang Dikira Miras
Sebanyak 3 orang remaja di Kabupaten Berau meninggal usai menenggak hand sanitizer yang dikira miras. (Ilustrasi)
SHARE
Niat Ngeprank Berujung Petaka, 3 Remaja Berau Tewas Usai Tenggak Hand Sanitizer yang Dikira Miras
Sebanyak 3 orang remaja di Kabupaten Berau meninggal usai menenggak hand sanitizer yang dikira miras. (Ilustrasi)

Niat ngeprank berujung petaka, 3 remaja Berau tewas usai tenggak hand sanitizer yang dikira miras. 3 remaja Berau tewas satu persatu-satu. Ada yang tewas di tempat. Ada juga yang meninggal saat baru tiba di rumah sakit. Satu lainnya meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan medis.  

Akurasi,id, Samarinda – Berniat ngeprank rekan-rekannya, siapa menyangka 3 remaja asal Kecamatan Sambaliung, Berau, harus meregang nyawa usai mengonsumsi miras yang telah diganti hand sanitizer. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah indikos di Jalan Tanjung Batu, Berau, Sabtu (11/9/2021) pukul 23.00 Wita.

Kapolsek Sambaliung, AKP Budi Witikno mengatakan, saat pihaknya berada di lokasi kejadian, seorang wanita berinisial ST (18) sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Sedangkan salah satu rekan korban, AG (17) mengalami kejang-kejang.

“Teman ST yang berinisial AG langsung kami rujuk ke RSUD Abdul Rivai untuk segera mendapatkan pertolongan, akan tetapi saat sampai di rumah sakit, AG tidak sempat menerima penanganan dan akhirnya meninggal dunia,” ungkap AKP Budi saat dikonfirmasi, Senin (13/9/2021).

Dari kejadian ini, rekan korban yang lain, yaitu PU (20) hanya mengalami panas di dada dan masih sempat mendapatkan pertolongan di rumah sakit. Namun naas, akibat dari hand sanitizer yang ditenggaknya, PU pun tewas saat menjalani perawatan.

Sementara, HK (15) yang memberikan minuman kepada para korban, dibawa ke Kapolsek Sambaliung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. AKP Budi menjelaskan, bahwa dari keterangan HK, pada Jumat 10 September 2021 sekitar pukul 13.30 Wita, dia memberikan minuman dalam kemasan botol mineral kepada AG.

Kepada AG, ia mengatakan kalau botol yang ia berikan adalah minuman keras CIU. Namun kenyataannya itu adalah hand sanitizer. “Teman-temannya percaya kalau isi botol tersebut adalah CIU, kemudian pada Sabtu malam, mereka minum bersama dan terjadilah malapetaka tersebut,” ungkapnya.

AKP Budi menambahkan, ketika melakukan interogasi pada HK, pelaku mengakui bahwa botol yang ia berikan kepada AG bukan miras CIU, melainkan hand sanitizer. “Hand sanitizer tersebut ia dapatkan dari tempat ia bekerja,” paparnya.

[irp]

Dari tangan HK, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa sisa hand sanitizer yang berada di dalam botol air mineral satu liter yang diminun para korban, satu gelas pelastik air mineral, dan sisa hand sanitizer dalam jerigen 5 liter yang ia peroleh dari tempat ia bekerja sebagai pengupas kepiting rajungan.

“Kasus ini masih pada tahap penyidikan. Untuk jasad dari para korban, PU, ST dan AG usai dilakukan visum et repertum akan langsung diserahkan kepada keluarganya untuk selanjutnya langsung disemayamkan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:#BerauDikira MirasNiat NgeprankPetaka MirasRemaja Berau TewasTenggak Hand Sanitizer
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tersinggung Dibilang “Gigi Drakula” Jadi Motif Pelaku Bunuh Janda Anak 3 di Hotel Melati Bontang
Hukum & KriminalNews

Tersinggung Dibilang “Gigi Drakula” Jadi Motif Pelaku Bunuh Janda Anak 3 di Hotel Melati Bontang

By
akurasi 2019
Puncak HUT Bhayangkara ke-79 Digelar di Monas, Ini Daftar Jalan yang Harus Dihindari pada 1 Juli 2025
HeadlinePeristiwa

Puncak HUT Bhayangkara ke-79 Digelar di Monas, Ini Daftar Jalan yang Harus Dihindari pada 1 Juli 2025

By
Wili Wili
Polisi Gerebek Ruko Kasino di Bandung, Sita Rp 359 Juta dan Ungkap Modus Kamuflase Futsal
Hukum & KriminalTrending

Polisi Gerebek Ruko Kasino di Bandung, Sita Rp 359 Juta dan Ungkap Modus Kamuflase Futsal

By
Wili Wili
Dugaan Gratifikasi Kaesang Pangarep: Dosen FH UII Ungkap Cara Sederhana Buktikan Kebenaran
HeadlinePeristiwa

Dugaan Gratifikasi Kaesang Pangarep: Dosen FH UII Ungkap Cara Sederhana Buktikan Kebenaran

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?