By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > 190 Vial Vaksin Datang untuk 1.536 Orang, Begini Skemanya
Trending

190 Vial Vaksin Datang untuk 1.536 Orang, Begini Skemanya

Devi Nila Sari
Last updated: Februari 25, 2021 7:10 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
190 Vial Vaksin Datang untuk 1.536 Orang, Begini Skemanya
Jika sudah datang ke Bontang, vaksin Sinovac harus segera disalurkan, lantaran masa kedaluwarsanya yang terbilang cepat. (Ilustrasi)
SHARE
190 Vial Vaksin Datang untuk 1.536 Orang, Begini Skemanya
Jika sudah datang ke Bontang, vaksin Sinovac harus segera disalurkan, lantaran masa kedaluwarsanya yang terbilang cepat. (Ilustrasi)

190 vial vaksin datang untuk 1.536 orang dan akan segera disalurkan. Karena harus cepat, siapa siap, dia dapat.

Akurasi.id, Bontang – Sebanyak 76.000 dosis vaksin jenis Sinovac dikucurkan untuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Namun Bontang, hanya mendapatkan jatah vaksin sebanyak 190 vial. Vaksin tersebut diperkirakan hanya cukup untuk 1.536 orang. Padahal sebelumnya Dinkes Bontang mengusulkan vaksin untuk 13 ribu orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bontang Bahauddin mengatakan, vaksin akan tiba di Bontang hari ini, Kamis (25/2/2021).

Dikatakannya bila dalam satu vial berisi 8 sampai 10 dosis vaksin. Dalam kalkulasi Tim Satgas, 190 vial vaksin hanya menyasar 1.536 orang. Angka ini masih sangat jauh dari estimasi penerima vaksin Covid-19 Sinovac gelombang kedua yang sempat diajukan Bontang.

“Jauh sekali, yang datang sama yang diusulkan ke pusat. Mungkin faktornya keterbatasan vaksin yang masuk ke Indonesia,” ucapnya.

Di kesempatan yang berbeda, Juru Bicara (jubir) Tim Satgas Covid-19 Bontang Adi permana menjelaskan, vaksin saat ini perjalanan menuju Bontang, diantar oleh Dinas Kesehatan Provinsi.

“Kami minta antarkan saja. Sebanyak 190 vial untuk dosis sekitar 8 orang. Jadi sekitar 1.536,” ucap Adi saat ditemui di PSC, Kamis (25/2/2021).

[irp]

Dia menjelaskan, pihaknya sudah menginformasikan kepada fasilitas kesehatan yang lain di Kota Bontang, untuk segera menyiapkan alokasi sasarannya masing-masing, kalau sudah ada datanya dan vaksin sampai, sudah bisa distribusikan.

“Cuma polanya berbeda, pemerintah merevisi pedoman pelaksanaan vaksin, kalau di awal murni dilaksanakan di fasilitas kesehatan, yang dua ini ada opsinya massal, jadi kami dari Dinkes yang mengantarkan ke lokasi yang dimaksud dan kami bawakan ke tempat tersebut,” beber Adi.

Adi menilai dari pengalaman tahap yang pertama, vaksinasi di Bontang pergerakannya cukup lambat, sementara vaksin ini harus selesai dengan cepat.

“Selain masa kedaluwarsanya cepat hanya 6 bulan, diharapkan juga dalam setahun ini selesai supaya human imun cepat terbentuk,” harapnya.

Untuk saat ini, pihaknya sudah mendata, dan untuk tahap dua ini lebih difokuskan untuk pekerja pelayanan publik seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, pegawai BUMN, jurnalis, atlet, tukang ojek, dan lansia.

“Karena jumlah terbatas, jadi kita utamakan yang mana yang cepat terlaksana,” ucapnya.

Lanjut Adi, Untuk tahap kedua ini, distribusi vaksinnya dilakukan beberapa kali oleh pusat, berbeda dengan tahap pertama yang langsung sekaligus.

[irp]

Untuk cepat atau lambatnya proses vaksinasi tahap dua ini kata Adi, ini tergantung dari distribusi vaksin dari pusat. Jika vaksin siap, estimasi pihaknya untuk populasi di Bontang, bisa selesai sekitar 120 hari sebanyak 2 putaran.

Sementara itu butuh komitmen dari sasaran, jika sudah dijadwalkan untuk vaksin, sesuai dengan tanggal dan jamnya, harus segera melakukan vaksin.

“Karena vaksin jika sudah keluar dan dibuka, harus segera digunakan. Karena vaksin ini berbeda dengan difteri, vaksin ini terlalu sensitif. Jadi betul-betul harus terjadwal dengan baik,” pungkas Adi. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

TAGGED:190 Vial Vaksin Datangdinkes bontangVaksin SinovacVaksinasi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Begini Kronologi Kelompok Radikal Hindu India Hancurkan Patung Yesus
HeadlineTrending

Begini Kronologi Kelompok Radikal Hindu India Hancurkan Patung Yesus

By
akurasi 2019
acara sembako gubernur isran
Trending

Diserbu Ribuan Warga, Acara Berbagi Sembako Gubernur Isran Seolah Mengabaikan Physical Distancing dan Bahaya Corona

By
akurasi 2019
Orang Tenggelam
HeadlineTrending

Tak Sadar Pintu Terbuka, Ini Kronologi Balita Tenggelam di Sungai 

By
Rachman Wahid
Pertamina Buka Recruitment Terbaru 2022, Ini Formasi, Syarat & Cara Daftarnya
HeadlineTrending

Pertamina Buka Recruitment Terbaru 2022, Ini Formasi, Syarat & Cara Daftarnya

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?