By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Wali Kota Ingatkan Bahaya Sampah Plastik 
Birokrasi

Wali Kota Ingatkan Bahaya Sampah Plastik 

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:39 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Wali Kota Ingatkan Bahaya Sampah Plastik 
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka acara Sosialisasi Bebas Plastik Kelurahan Api-Api. (Bangkit/Herman/Humas)
SHARE

Wali Kota Ingatkan Bahaya Sampah Plastik 
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka acara Sosialisasi Bebas Plastik Kelurahan Api-Api. (Bangkit/Herman/Humas)

Akurasi.id, Bontang – Pada November 2018, tiga ekor penyu ditemukan mati di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Di bulan yang sama, seekor paus jenis perm wale terpapar di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Selanjutnya, Desember 2018, seekor penyu terlihat mati di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Diduga hewan-hewan tersebut mati karena memakan sampah plastik. Dampak sampah plastik juga dirasakan di Bontang. Beberapa bulan ini, Bontang kerap dilanda banjir.

Banyak sampah yang berserakan–baik di daratan maupun terjebak di sungai-sungai–terutama sampah plastik. Jika sampah-sampah ini tidak ditangani secara cerdas, maka sampah plastik akan mengancam masa depan Bontang.

Senin (22/7/19), Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka acara Sosialisasi Bebas Plastik Kelurahan Api-Api. Kegiatan ini bertujuan membiasakan warga di Bontang Utara khususnya warga Api-Api mengurangi hingga tak lagi memakai plastik sekali pakai.

“Yang terjadi saat ini kan semua jenis sampah, termasuk plastik itu masuk ke lautan. Ini berbahaya bagi ekosistem,” ujarnya.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan, beberapa ikan telah terpapar mikroplastik. Parahnya, komoditi tersebut merupakan salah satu jenis ikan populer yang paling sering dikonsumsi.

“Ibu-ibu bayangkan, yang tadinya ikan sehat untuk dimakan, kini malah berbahaya karena ada yang terpapar mikroplastik. Malah beracun. Untuk itu melalui sosialisasi ini, mudah-mudahan bisa membuka wawasan kita semua dan Bunda berharap gerakan ini bisa ditiru masyarakat Bontang di kelurahan lainnya,” pesannya.

Lurah Api-Api, Andiga Mufti Kuswardani, mengatakan, hal penting yang dapat dilakukan agar Bontang berhasil pengurangi sampah plastik adalah kesadaran diri menjaga lingkungan. Menurutnya, meski pemerintah telah membuat aturan yang melarang penggunaan kantung plastik, namun masyarakat masih memilihara kebiasaan lama. Karenanya, pengurangan sampah plastik tidak akan sukses.

“Kita jangan lagi sedikit-sedikit pakai plastik. Sedikit-sedikit buang sampah sembarangan karena berpikirnya ada pemerintah. Jangan lagi seperti itu. Sampah adalah tanggung jawab kita semua. Oleh karenanya, kita harus bijak dalam penggunaan plastik ini,” katanya.

Camat Bontang Utara, Sudi Prianto, mengatakan, sampah plastik sudah sangat mengkhawatirkan, merusak keberlangsungan alam, dan merusak bumi serta sumber-sumber kehidupan di darat dan di laut.

“Saat kerja bakti beberapa waktu lalu, kita sama-sama melihat begitu banyaknya sampah plastik yang tersangkut di jembatan. Sampah-sampah tersebut pasti mengalir ke laut,” sebutnya.

Intinya selain kurangi pemakaian sampah plastik, janganlah masyarakat membuang sampah ke sungai. Apalagi sampahnya hanyut ke pantai. Ini dapat mengganggu hewan laut terlebih pariwisata,” lanjut Prianto.

Berbagai cara dilakukan Pemkot Bontang untuk mengurangi sampah plastik. Mulai dari mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 30 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Produk Plastik Sekali Pakai hingga membagikan tas ramah lingkungan.

“Kita semua harus alergi jika melihat sampah tidak pada tempatnya,” tukas Neni. (*)

Penulis: hms9
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:Bahaya Sampah PlastikHimbauanNeni MoerniaeniPemkot BontangWalikota Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

infrastruktur
Birokrasi

Pelan Tapi Pasti, Infrastruktur Jalan di Wilayah Kukar Terus Dibenahi

By
akurasi 2019
Sambangi Masyarakat Long Ikis, Wakil Rakyat Dapil Paser Yenni Sosialisasikan Pentingnya Perpajakan
BirokrasiKabar Politik

Sambangi Masyarakat Long Ikis, Wakil Rakyat Dapil Paser Yenni Sosialisasikan Pentingnya Perpajakan

By
Devi Nila Sari
Menaker Sarankan Pegawai Swasta WFH, Pengusaha: Tidak Bisa
Birokrasi

Menaker Sarankan Pegawai Swasta WFH, Pengusaha: Tidak Bisa

By
akurasi 2019
Yang Masih Pegang Suket, Ayo Tukarkan Jadi E-KTP ke Disdukcapil Bontang
Birokrasi

Yang Masih Pegang Suket, Ayo Tukarkan Jadi E-KTP ke Disdukcapil Bontang

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?